Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Jelang subuh yang begitu manis


__ADS_3

Masih di hotel xxxxxxx.


Seoul, Korea.


Samar-samar dia mendengar suara alarm di sisi kiri nya di mana Queen W dan Wiraditya terlelap, sejenak gadis tersebut menggeliat di dalam tidurnya untuk beberapa waktu di mana dia merasa seolah-olah tubuhnya digulung oleh sesuatu.


Gadis tersebut berusaha untuk lepas dari belenggu yang mendekap tubuhnya, masih dengan mata mengantuk berusaha untuk membuka bola matanya dengan paksa. Sejenak Queen W mengernyitkan dahinya dan mencoba untuk menyadari soal sesuatu.


Dia pikir dia bukan digulung oleh sesuatu tapi,


"Hah-?." Queen W tercekat saat dia sadar jika Wiraditya memeluk erat tubuh nya.


__ADS_1


Jantung Queen W seketika berdetak kencang, wajahnya langsung memerah dan dia berusaha untuk melepaskan dirinya dengan panik.


Begitu Queen W mencoba melepaskan dirinya ditengah suara jam alarm penanda pagi tiba, Wiraditya terlihat mengencangkan pelukannya pada gadis tersebut.


Demi apapun jangan ditanya bagaimana perasaan dirinya sama laki-laki tersebut bukannya melepaskan pelukannya malah semakin mengencangkan pelukannya pada dirinya, ini untuk pertama kalinya seseorang memeluknya intens seperti itu. Dulu meskipun dia pacaran cukup lama dengan Leon, laki-laki tersebut nyatanya tidak berani melakukan hal seperti itu pada dirinya mungkin karena dia terlihat begitu kaku dan mereka menjalankan hubungan yang flat saja.


dan Wiraditya laki-laki pertama yang melakukan hal tersebut kepada dirinya.


"Wiraditya-," Queen W terlihat bergetar, dia sedikit meninggikan suaranya dengan diikuti tubuh yang bergetar pula.


"Ngggg kamu bangun?, sudah lebih baik W?, kamu terus bermimpi buruk dan mengigau, aku tidak tidur semalaman, bisakah biarkan aku tidur beberapa waktu lagi?." Wiraditya bicara seperti tanpa dosa, dia masih memejamkan bola matanya yang sulit terbuka, masih antara sadar dan tidak, demi Allah benar-benar sangat sulit sekali membukakan bola matanya.


Laki-laki memang seperti itu rata-rata, saat mengantuk mereka bisa kehilangan setengah kesadaran mereka, meracau dan memilih menenggelamkan kembali diri mereka ke alam mimpi, Wiraditya masih sempat mengembangkan senyumannya, melonggarkan pelukannya pada Queen W sambil menyentuh lembut wajah Queen W dalam keadaan mata masih tertutup namun tidak rapat. Selanjutnya Wiraditya benar-benar kembali terlelap tanpa peduli pada apapun termasuk Queen W.

__ADS_1


Bisa-bisa nya.


Queen W terlihat membeku, dia menatap kearah Wiraditya, menelisik wajah laki-laki tersebut untuk beberapa waktu, pipi Queen W terlihat merona antara malu dan kesal, tapi mendengar ucapan Wiraditya soal mimpi buruk dan mengigau membuat gadis tersebut sejenak terdiam. Dia mencoba merasakan gelang di kaki nya juga mencoba menyentuh pakaiannya.


Melihat gelang kaki yang menghilang, pakaian yang dikendurkan dan,


Sejenak bola mata Queen W menatap kearah meja di belakang Wiraditya, obat penenang nya ada di sana. Dia pikir memang benar dia kembali bermimpi buruk dan menyulitkan orang-orang.


Pelukan laki-laki tersebut sudah longgar, Queen W keluar dari pelukan Wiraditya dalam kondisi jantung yang tidak baik-baik saja. Masih ingat sentuhan lembut tangan Wiraditya di pipi nya, menbuat Queen W secara perlahan menyentuh pipinya untuk beberapa waktu. Dia menggigit pelan bibir bawahnya.


Didetik berikutnya kembali jam alarm berbunyi, yang tadi tertunda karena terlalu lama di matikan, gadis tersebut meraih handphone nya secara perlahan, melirik kearah jam yang menunjukkan waktu subuh telah tiba. Dia kembali menatap kearah Wiraditya, berpikir biasanya Wiraditya yang membangunkan dia untuk sholat subuh, tapi kali ini dia lebih awal bangun, laki-laki tersebut meminta tidur sejenak lagi.


Haruskah dia membangunkan nya dalam beberapa puluh menit lagi?, mengajak laki-laki tersebut untuk sholat subuh berjamaah?. Kenapa rasanya begitu aneh jika dia harus memulai sesuatu lebih dulu yang biasa nya Wiraditya yang akan memulai nya.

__ADS_1


__ADS_2