Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Sedang merencanakan soal anak-anak


__ADS_3

Masih di mansion utama tuan Eden dan nyonya Ramira,


Meja makan.


"Dia putri ku dan ini suaminya," saat grandma memperkenalkan putrinya dan juga menantunya membuat wiraditya menganggukan kepalanya tanda mengerti dia memberikan salam kepada kedua orang tersebut dengan cepat.


"Dan ini Eros J putra mereka."


Wiraditya langsung menoleh ke arah bocah kecil yang usianya mungkin baru sekitar 5 tahunan atau lebih, usianya tidak begitu terlalu jauh dengan putra dari kakak ipar nya Nyx. laki-laki tersebut langsung mengembangkan senyumannya dan menyapa Eros J dengan senang.


Melihat Wiraditya, laki-laki kecil tersebut langsung mengembangkan senyumannya, dia bergerak dengan cepat mendekati wiraditya kemudian berkata.


"Apakah aku boleh naik ke pangkuan daddy?," karena dia memanggil Queen W mommy, Eros J langsung berinisiatif memanggil nya daddy.


Mendengar celotehan bocah laki-laki tersebut jelas saja membuat semua orang tertawa senang, Wiraditya langsung menyambut bocah laki-laki itu dan meletakkannya kepangkuannya, sedangkan Queen terlihat mencoba untuk menahan rasa diberi hati Dan juga wajahnya yang memerah atas panggilan yang dipersembahkan Eros untuk Wiraditya.

__ADS_1


"Halo Captain, katakan pada daddy siapa nama mu?," itu adalah salam perkenalan Wiraditya untuk bocah laki-laki yang ada di hadapannya, meskipun dia sudah tahu namanya tapi dia tetap bertanya pada laki-laki itu siapa namanya.


" Alchald elosandlo bulja (Archard Erosadro Burja)," Bocah laki-laki itu sulit sekali menyebutkan huruf r untuk setiap namanya, membuat wiraditya mengulurkan senyumannya sembari berusaha memahami siapa nama lengkap dari bocah laki-laki di hadapan tersebut yang duduk di pangkuannya.


"Oke Archard Erosadro Burja?," Wiraditya berusaha untuk memperbaiki nama yang disebut oleh Eros J.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Wiraditya membuat bocah laki-laki itu berteriak riang.


"Yes, kamu benal daddy." dia merasa senang dan sangat puas laki-laki itu mengetahui namanya dengan baik.


"Hmmmm lebih kurang seperti itu, kami sepasang kekasih dan juga teman sejati." Wiraditya menjawab dengan cepat sembari melakukan kepalanya tanda setuju atas apa yang diucapkan oleh bocah laki-laki tersebut dan hal itu seketika membuat Queen W melirik kearah Wiraditya.


"Benalkah?," bocah itu membulatkan bola matanya menampilkan satu pertanyaan yang begitu dalam dengan rasa penasaran yang begitu tinggi.


"Tentu saja,"

__ADS_1


dua laki-laki itu bicara dengan sangat serius sedangkan grandma Ramira dan grandpa Eden terlihat mengulum senyuman, mereka saling mendirikan antara satu dengan yang lainnya kemudian sibuk mulai melahap sarapan pagi mereka.


Syahzia dan Ammar saling melayani antara satu dengan yang lainnya, meletakkan menu makanan di piring masing-masing dan sesekali terdengar obrolan yang begitu hangat di antara sepasang suami istri tersebut.


Queen W sesekali masuk di antara obrolan wiraditya dan putra dari bibinya tersebut, bahkan terkadang semua orang terlihat saling bicara antara satu dengan yang lainnya sembari menghabiskan waktu untuk melahap sarapan pagi mereka di atas meja makan keluarga besar tuan Eden.


"Jadi apakah sudah ada rencana untuk punya anak?," dan di tengah obrolan mereka semua tiba-tiba saja melesat satu tanya dari Syahzia untuk para pengantin baru tersebut.


Queen W yang masih mengunyah makanan nya agak terkejut, nyaris terbatuk-batuk tapi berusaha untuk menetralisir keadaan, menyambar air putih dengan cepat agar tidak kebablasan.


"Ditengah kesibukan yang padat, kami sedang merencanakan nya, untie." Wiraditya menjawab mantap tanpa basa-basi.


Dan kali ini Queen W benar-benar tidak bisa menahan batuk nya, jawaban Wiraditya mengubah pertahanan nya agar tidak terbatuk-batuk sejak tadi.


Nyonya Ramira mengernyitkan keningnya, dia pikir bocah laki-laki ini pagi ini kenapa menjawab pertanyaan soal anak dengan penuh semangat, bukankah saat dia menanyakan nya semalam ekspresi nya sedikit berbeda?.

__ADS_1


Wanita tua tersebut jadi memicingkan bola matanya.


__ADS_2