Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Jadikan aku tempat bersandar


__ADS_3

Masih di masa lalu,


Bagian taman belakang menghadap ke arah danau.


Sebuah kursi memanjang terlihat di berdiri kokoh menghadap ke arah danau ditengah cuaca sore menjelang sunset 🌇. Queen terlihat duduk di atas kursi itu tanpa mengeluarkan suaranya sama sekali, membiarkan diri tenggelam dalam pemikirannya. Jika ada yang bertanya bagaimana perasaan gadis tersebut saat ini, tentunya tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata, rasa sakit masih menghantam dirinya namun gadis tersebut berusaha untuk berkata pada dirinya semua pasti baik-baik saja dan dia pasti mampu untuk melewati segalanya.


Dia duduk bersebelahan tepat dengan kakak paling tertuanya, di mana Nyx mencoba untuk menikmati pemandangan yang ada di hadapan mereka menunggu sunset yang indah diantara aroma sore tatkala mereka menghadap ke bagian tepian danau. Dua orang tersebut realitanya sama-sama tengah terluka dan mungkin diam-diam meratapi nasib dan juga kecewa dengan jalan kehidupan mereka, tidak mengeluarkan suara tapi sebenarnya merasa begitu sakit hingga ke relung hati yang paling terdalam.


"tidak ingin menggunakan bahuku untuk bersandar sementara?." kakaknya bertanya kepada Queen tanpa menoleh ke arah adiknya tersebut memilih menenggelamkan dirinya pada pemandangan matahari yang sebentar lagi akan menghilang secara perlahan.


Mendengarkan pertanyaan dari sang kakaknya membuat Queen W hanya menaikkan ujung bibirnya.


"Bukankah aku malah akan terlihat seperti seorang tuan Putri yang begitu cengeng ketika melakukan hal tersebut kak?." ucap Queen W dengan cepat, dia menatap lurus ke depan tanpa ingin menoleh ke arah kakaknya.


Nyx diam untuk beberapa waktu mendengar apa yang diucapkan oleh Queen W.

__ADS_1


"Nyatanya seorang perempuan memang memiliki kelemahan ketika mereka terluka atau kecewa bukan? pada akhirnya menangis adalah senjata pamungkas mereka dan mereka tetaplah butuh bahu untuk bersandar dan berbagi dari seseorang yang paling mereka percayai." Ucap Nyx pelan.


Sejenak keheningan terjadi di antara mereka, dimana bola mata Queen W terus menatap kearah ujung air danau yang mulai memantulkan senja.


"Tapi aku tetap takut bakal dianggap seperti perempuan yang cengeng, dimana orang-orang selalu berpikir jika aku ini begitu hebat dan selalu mampu berdiri di atas kakiku sendiri." Ucap Queen W lagi dengan cepat, kali ini dia menoleh ke arah kakaknya untuk beberapa waktu.


Mendengar ucapan adiknya, Nyx terlihat diam untuk beberapa waktu, laki-laki itu sama sekali tidak menoleh ke arah adiknya tersebut. Bola matanya menatap kearah depan, persis seperti Queen W yang menatap kehadiran senja, begitu pula dengan dirinya.


"Kamu tahu apa yang pernah grandma ucapkan pada ku saat aku masih anak-anak, W?." Dan kini Nyx kembali bicara, menoleh kearah Queen W secara perlahan.


"Grandma Nadya selalu berkata." Dan Nyx mulai bicara, menelisik bola mata indah adik kesayangannya tersebut.


"Jangan pedulikan bisik bisik tetangga sebelah. Karena sesuatu yang kita kerjakan dimata kawan setia pasti didukung dan bela. Sebaliknya sebaik apapun yang kita kerjakan dimata orang yang tak suka tetap dikomentari curiga dan tak ada baiknya." Ucap laki-laki tersebut cepat.


"Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak akan percaya itu." ( Ali Bin Abi Thalib). Setelah berkata begitu, Nyx secara perlahan menyentuh lembut wajah adik nya tersebut.

__ADS_1


"Pada akhirnya kamu tetaplah adikku, sekuat apapun kamu, bukankah seorang adik tetap membutuhkan bahu dan dada kakak nya untuk bersandar bukan?."


Dan percayalah seketika bola mata Queen W terlihat berkaca-kaca, didetik berikutnya air mata tersebut langsung tumpah tanpa ada jeda nya diiringi sunset 🌇 sore yang perlahan terlihat dengan sempurna.


Bisa didengar isakan tangisan sang adik yang mulai terdengar memenuhi keadaan, dimana laki-laki tersebut secara perlahan memeluk Queen W dan membiarkan gadis tersebut melampiaskan kesedihan nya yang terus dia sembunyikan. Tangis Queen W benar-benar pecah dan pilu, mengabaikan rasa atas rasa sakit yang menghantam nya.


Orang yang seharusnya menjadi tempat paling dia percaya nyatanya mengkhianati dirinya, orang yang dia pikir akan menjadi masa depan nya nyatanya mencurangi nya.


Tidak ada sakit yang lebih sakit kecuali ketika kamu dikhianati oleh orang yang paling kamu cinta dan kasihi, rasanya jauh lebih sakit daripada ketika kamu di bunuh menggunakan ribuan anak panah bala tentara dalam peperangan membela negara.


Queen W.


Nyatanya keluarga merupakan tempat bersandar paling nyaman sehingga menjadi 'rumah' dalam tiap perjalanan manusia.


Nyx Zaighum Hillatop Azzura.

__ADS_1


__ADS_2