Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Dalam diskusi panjang


__ADS_3

Mansion utama kelurga Ahem hillatop,


Ruang keluarga.


Bola mata Wiraditya menatap semua orang, diskusi terus berjalan di mana sang ayah mertua terus menjelaskan maksud dan tujuan mereka pada istrinya.


"Menyetarakan Wiraditya dengan keadaan, dia tidak akan mampu bekerja tanpa pendidikan lanjutan dan pengalaman, keuangan hillatop dan seluruh pekerjaan yang harus dijalankan tidak semudah membalikkan telapak tangan, W. Kau tahu itu," tuan Àhem bicara cepat.


Queen W terlihat resah, dia menggenggam erat telapak tangannya.


"Tapi apakah harus keluar negeri? Indonesian juga punya banyak tempat kuliah yang baik, dad." dia terlihat keberatan, menggigit bibir bawahnya tanda tidak setuju tapi menahan nya agar tidak terlihat merengek seperti anak kecil saat tidak suka dengan sesuatu.


"Indonesia bukan pilihan yang baik, aku tidak bilang disini kurang baik W tapi apa salahnya jika menempatkan Wiraditya pada posisi yang sejajar dengan para keluarga lainnya, dia bagian dari hillatop, tentu saja berhak mendapatkan segala sesuatu yang setara dengan pendidikan yang juga setara dan tidak main-main," tuan Àhem terus bersikeras menjelaskan. Dia ingin putri nya mengerti dengan keputusan mereka.

__ADS_1


"Wiraditya menyetujui semuanya, dia hanya butuh izin dari mu untuk pergi, Nicholas sudah mengurus semua berkas Wiraditya, hanya perlu pergi dan semua selesai," lanjut laki-laki tersebut lagi


"Ini tidak lama W, hanya beberapa tahun saja hingga pendidikan nya usai, Wiraditya pintar dia pasti bisa mendapatkan gelarnya jauh lebih cepat," nyonya Hayat bicara dengan cepat, menatap kearah putri nya dengan tatapan hangat.


Queen W masih meremas telapak tangan nya, dia benar-benar keberatan dengan keadaan.


Cuma beberapa tahun? bagaimana jika, yah bagaimana jika dalam beberapa tahun itu semua berubah.


Wiraditya melirik kearah Queen W, bisa dilihat istrinya seolah-olah ingin membicarakan soal sesuatu tapi terhambat oleh keadaan, istrinya bukan type pengeluh atau suka protes ketika tidak suka atau tidak setuju dengan sesuatu, bisa dia pahami Queen W typekal gadis yang memilih memendam semua sendiri dibalik sifat diam dan tidak banyak bicara nya. Laki-laki tersebut secara perlahan meraih telapak tangan Queen W, menggenggam erat telapak tangan tersebut hingga membuat Queen W langsung menoleh kearah dirinya.


"Dad sebenarnya ini-," Wiraditya pada akhirnya membuang pandangannya dari sang istri, memilih menatap ayah mertua dan ibu mertua nya.


"Ini bukan soal beberapa tahun atau setara atau tidak," dia memberanikan diri untuk mengeluarkan suaranya, mencoba untuk menjelaskan apa keinginan Queen W yang sebenarnya.

__ADS_1


"Mungkin bagi sebagian orang ini hanya beberapa tahun, tapi untuk kami ini jelas waktu yang lama," laki-laki tersebut meneruskan kata-katanya.


"Maksudku dad, mom ini tentang jarak yang terlalu rumit dan jauh," kini Wiraditya melirik kearah Queen W.


"Kami memang bisa bertemu di kala weekend dengan akomodasi yang tidak perlu di persoalkan tapi pada akhirnya rasa lelah akan mengubah pertemuan dan terlihat tidak berharga," dia diam sejenak.


"Godaan diluar mungkin banyak, bisa jadi aku mungkin bisa mengatasi semuanya tapi apakah hati pasangan dirumah akan percaya?," dan Wiraditya kali ini kembali menatap kearah kedua mertuanya.


"Persoalan nya tidak rumit, ini hanya soal jarak yang terlalu sulit untuk kami jalani, mungkin terdengar berlebihan, tapi untuk hati seseorang yang pernah terluka, mempercayai seseorang yang baru dipercaya jelas bukan hal yang mudah, mom, dad." tutup Wiraditya kemudian.


Tuan Àhem dan nyonya Hayat terlihat diam, menatap Wiraditya dan Queen W secara bergantian. Mereka diam untuk beberapa waktu.


"Biarkan W pergi bersama Wiraditya, disini biar aku yang mengurus nya," dan suara seseorang mengejutkan semua orang.

__ADS_1


Itu adalah Nicholas, kakak kedua Queen W.


"Aku akan mengundurkan diri menjadi sekretaris Khan, ini waktunya aku berjalan pulang dan fokus pada perusahaan," lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.


__ADS_2