
Kembali ke masa kini,
Masih dikediaman Ahem Hillatop,
Kamar pengantin.
Cukup lama mereka saling berdiam diri antara satu dengan yang lainnya di mana Wiraditya menunggu jawaban daripada istrinya atas pertanyaan yang dia lontarkan tadi.
"Kenapa lebih memilih menikah kontrak ketimbang menikah dengan sungguh-sungguh?."
__ADS_1
"Apakah laki-laki itu benar-benar menyakiti kamu di masa lalu?."
Yah dia benar-benar ingin tahu kenapa seorang gadis sekelas Queen W mau melakukan pernikahan kontrak yang sebenarnya terdengar tidak masuk akal hanya untuk berlindung dari kata tidak mau didesak pernikahan dari para keluarga nya. Rata-rata seorang gadis mengharapkan pernikahan normal, kehidupan normal dan menikah dengan pasangan nya untuk membina biduk rumah tangga dengan baik dan benar, memiliki harapan besar untuk menua bersama dan memiliki anak-anak seperti yang diharapkan juga diinginkan.
Batal menikah mungkin hal yang biasa, kecewa semua orang merasakan nya, penolakan pasti akan terjadi pada siapapun tanpa terkecuali tanpa pandang bulu itu akan terjadi pada semua orang termasuk dirinya. Tapi kenapa Queen W harus memutuskan pernikahan kontrak?, sesakit apa hati gadis tersebut di buat oleh mantan kekasih nya?!.
Dia yang mungkin kurang update berita tentang keluarga besar kaya raya Hillatop di masa lalu, karena urusan kehidupan nya pun jauh lebih rumit hingga dia tidak pernah tahu berita terbaru orang-orang besar di ibukota.
"Tidak ada yang perlu aku jelaskan tentang masa lalu." Pada akhirnya Queen menjawab ucapan Wiraditya, membiarkan pandangannya kini beralih dari laki-laki tersebut dan secara perlahan dia menutup koper miliknya.
__ADS_1
Bisa Wiraditya lihat gadis tersebut terlihat abai, enggan membicarakan soal masa lalu pada Wiraditya. Meskipun sebenarnya bisa Wiraditya lihat getaran di balik tangan istrinya, tapi Queen W terlihat begitu kuat bagaikan baja dalam pandangan nya, padahal dia tahu sosok tersebut sebenarnya begitu rapuh, menutupi seluruh kelemahan nya dengan sikap diam, tegas dan dinginnya.
"Aku hanya ingin tahu sebagai seorang teman." Dan Wiraditya juga ikut kembali bicara, berusaha menyakinkan Queen W jika dia ingin tahu dan menaruh kepedulian sebagai seorang teman pada garis tersebut.
"Aku tidak terbiasa untuk mengingat tentang masa lalu, karena bagiku sesuatu yang telah berlalu hanya kenangan yang tidak pernah berarti." Ucap Queen W kemudian.
Dia mencoba meraih tas koper miliknya dan berniat untuk mengangkat nya, tapi tiba-tiba secara perlahan Wiraditya menyentuh tangan nya, menatap istri nya dalam gelombang senyumannya dan menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Ini tugas seorang laki-laki W, jangan lakukan itu selagi aku masih ada, berikan aku perintah jika aku lupa, karena hal seperti ini akan jadi kewajiban seorang suami." Dan Wiraditya bicara dengan cepat.
__ADS_1
Queen W secara perlahan melepaskan koper nya.
"Dan maafkan aku karena menanyakan soal masa lalu, aku berjanji tidak akan menanyakan nya lagi." Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.