Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Bukan jumlahnya tapi....


__ADS_3

Hingga pada akhirnya setelah perjuangan panjang Wiraditya berhasil mengeluarkan kalung Queen W secara perlahan, dengan berdebar-debar dia menatap wajah Queen W yang takut jika gadis itu terjaga dari tidurnya. Dan benar saja Queen W terlihat menggeliat pelan, membuat Wiraditya tercekat, dia melepaskan genggaman nya dari kalung yang digunakan istrinya dan mencoba memundurkan tubuhnya dan di detik berikutnya Wiraditya berusaha untuk menetralisir detak jantungnya beberapa waktu.


Cukup lama dia menegang, menatap Queen W yang siapa tahu terjaga, untungnya setelah sekian lama menunggu, gadis tersebut sama sekali tidak terjaga hingga akhirnya membuat Wiraditya memejamkan sejenak bola matanya, dia menyentuh ujung keningnya untuk beberapa waktu.


Sembari menetralisir perasaan nya Wiraditya akhirnya kembali menyentuh kalung istrinya dan dengan sangat hati-hati dia memperhatikan mainan bandul nya, mencoba untuk membuka nya secara perlahan.


Satu detik,


Dia detik,


Tiga detik.


Laki-laki tersebut mencoba menatap dengan seksama apa yang ada didalam sana, awalnya Wiraditya mencoba untuk meminjamkan bola matanya dan berharap isinya sesuatu yang bukan apa yang dipikirkan nya namun seketika bola mata laki-laki tersebut membulat saat dia melihat apa yang ada didalam sana.

__ADS_1


Wiraditya langsung tercekat, nyaris kehilangan cara bernafas nya.


*******


Masih di mansion utama Queen W dan Wiraditya,


Kamar tidur utama.


meskipun tidak dipungkiri itu rasa lelah yang menghantam dirinya masih terasa, tapi dia harus bangun di pagi hari ini sebab dia harus membongkar oleh-oleh dan mulai memilahnya kemudian bersiap untuk berangkat ke perusahaan. mereka terlalu lama mengambil waktu berlibur meskipun sambil mengurus pekerjaan, dan ini waktunya kembali fokus pada perusahaan.


Gadis tersebut menyingkirkan tangannya dari arah wajah dan matanya, memilih untuk menatap ke arah langit-langit kamar beberapa waktu, dia diam tidak bergeming.


tiba-tiba gadis tersebut ingat akan sesuatu buru-buru langsung menoleh ke sisi kanannya dan mencari Wiraditya, tapi nyatanya dia tidak menemukan laki-laki tersebut di sana. Queen W jelas mengernyit kan Kening nya.

__ADS_1


"Mandikah?," dia membatin, melirik kearah kamar mandi untuk beberapa waktu.


Nyatanya dia melihat pintu kamar mandi terbuka, menandakan tidak ada siapapun di dalam sana. Didetik berikut Queen W bangun dari tidurnya, mencoba duduk sejenak di atas kasur, merenggangkan otot tubuh sejenak kemudian beringsut dari posisi nya kemudian secara perlahan turun dari atas ranjang.


Dia baru saja berdiri, mencoba untuk berjalan menuju ke arah kamar mandi, namun tiba-tiba saja fokus matanya tertuju pada bagian lemari atas markas yang ada di sisi kanannya, Queen W diam terpaku untuk beberapa waktu, mengernyit kan dahi nya sejenak. Hingga pada akhirnya gadis tersebut mendekati meja nakas dan melihat sesuatu di sana.


Setumpuk uang dan sebuah kertas yang ditindih dengan pulpen. Queen W meraih kertas kecil secara perlahan dan berusaha untuk membaca tulisannya.


"Jangan lihat jumlah nya, mungkin tidak sebanding dengan yang ada, tapi ini bentuk tanggung jawab seorang suami untuk nafkah pertama istrinya."


"Aku pergi lebih dulu, ada yang harus aku kerjakan di luar, W."


Dan Queen W terlihat mematung untuk beberapa waktu, menatap lembaran uang yang dia yakini sebagai gaji Wiraditya bulan ini.

__ADS_1


__ADS_2