Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Kalung yang sama


__ADS_3

Hotel xxxxxxx,


Seoul Korea,


Dini hari.


Dalam suasana kamar yang redup samar-samar terdengar suara alarm memecah keheningan, Wiraditya belum lama terlelap, dia benar-benar tenggelam ke alam mimpinya dan lupa segalanya. Sulit tidur di awal pada akhirnya menyeret dia pada pusara tidur lelap yang menerjang.


Queen W dan Wiraditya terlihat tidur saling memunggungi antara satu dengan yang lainnya, saling mengabaikan tanpa sekat bantal di tengah-tengah mereka. Saling memunggungi dan berusaha saling meringkuk dan lelap dalam mimpi masing-masing. Tapi sayangnya suara alarm mengganggu tidur lelap Queen W.


Masuk ke alam bawah sadar nya membuat gadis tersebut memimpikan sesuatu yang mengerikan di masa lalu, kembali hadir menghantam dan membuat dia takut dibawah alam mimpinya.



...(Hanya visual)...


Dua orang laki-laki dan seorang perempuan mengikat kedua kakinya dengan erat, bahkan tangan dan mulutnya juga ikut diikat, gudang sempit dan pengap juga gelap membuat Queen W kecil terasa sesak. Dia takut, menatap kearah dua sosok mengerikan yang sangat dia kenal.


Dua pelayan yang berkerja di kelurga mereka hampir 1 tahun belakangan.


"Bibi Ar tidak baik mommy, dia suka mengendap diam-diam ke kamar dan tidak tahu melakukan apa, paman Jap juga setiap kali mengantar ku terus melihat ku dari ujung kaki hingga ke ujung kepala, aku takut melihat tatapan nya." Queen W pernah beberapa kali mengeluh, bicara pada mommy nya soal ketidaknyamanan nya pada 2 orang yang berkerja pada keluarga Ahem Hillatop.


Sayangnya mommy nya selalu memberikan penghiburan dan berkata mungkin itu hanya perasaan Queen W saja. Gadis tersebut terlalu waspada pada orang-orang disekitar nya, dia berkata tidak ada orang jahat di dunia ini jadi tidak perlu ada yang ditakutkan.


Seandainya saja Queen W hari itu tidak pulang terlambat, seandainya saja dia lebih memilih ikut bersama teman nya dan tidak pulang dengan sopir nya maka kejadian hari ini tidak akan menimpa nya.

__ADS_1


Ketakutan menghantam dirinya saat salah satu laki-laki yang dimana sosok itu baru dilihat nya, bukan orang yang bekerja dengan keluarga mereka tapi orang asing untuk nya, mencoba menyentuh wajahnya, mengancam dirinya, bahkan mengikat kakinya dengan erat dan mencoba untuk,


"Tidak... tidak mau.... tidak mau..." Queen W berusaha untuk berteriak karena laki-laki tersebut berusaha menyentuh dirinya, mencoba untuk mengeranyangi dirinya.


"No....mom.... tidak...aku tidak membunuhnya...no...mom...." Gadis tersebut meracau.


Kilatan peristiwa menghantam dirinya, seseorang mencoba menyelamatkan dirinya, dia berlarian sekuat tenaga tanpa alas kaki, baju putih penuh darah memenuhi seluruh tubuh dan tangan nya, dia berlarian tanpa henti.


"Jangan menoleh kebelakang, nak. Paman akan menyelesaikan semuanya disini hmmmm." Satu suara lain menghantam ingatan nya, seorang laki-laki menggenggam erat telapak tangan nya sebelum Queen W berlarian sekuat tenaga mencapai kearah cahaya jalanan.


Queen W berusaha menggapai titik cahaya didepannya saat dia merasa seseorang mengejar nya, dia terus berlarian mematuhi perintah laki-laki tadi tapi dia lupa pada hal lainnya.


Tonnnnnn.


Tonnnnnn.



"Akhhhhhh."


Brakkkkkkk.


Satu hantaman keras terdengar memecah kesunyian malam.


"Paman....paman....paman...."

__ADS_1



...(Hanya visual)...


...(Susah cari yang pas mak🤧🤧)...


Queen tanpa sadar berbalik, terus meracau tidak jelas, dia mencari perlindungan dalam rasa takut dan sakit.


Wiraditya seketika tersentak dari tidurnya, buru-buru menoleh ke arah istrinya dalam rasa kantuk yang menderanya. Bola matanya sangat berat tapi dia memaksakan diri untuk bangun dan membangunkan Queen dari tidurnya.


Laki-laki tersebut langsung terlihat panik ketika dia menyadari kondisi istrinya dan dalam hitungan detik dia bangun dari tempatnya kemudian mencari sesuatu di dalam tas Queen W. dia mencari obat yang biasa dikonsumsi oleh sang istrinya tersebut tanpa berpikir dua tiga kali mempraktekkan apa yang pernah dilakukan oleh Bibi yang bekerja pada Queen tentang bagaimana caranya untuk membuat garis tersebut tenang di dalam mimpi juga alam bawah sadarnya.


"W...W...?." diabaikannya rasa kantuk yang menghantam dirinya dan seperti laki-laki tersebut mencoba untuk menekan kesadaran istrinya agar tidak tenggelam di dalam mimpi buruk dan juga ingatan buruknya.


Dia ingat pesan sang pelayan, Queen W tidak akan terjaga meskipun dipaksa untuk bangun sekalipun. Istrinya memiliki traumatik masa lalu yang tidak kunjung sembuh, tidak sering terjadi tapi efek lelah, panik, takut akan sesuatu membuat Queen W bisa tenggelam ke alam bawah sadar nya.


Wiraditya melepaskan gelang kaki istrinya, melonggarkan pakaian istrinya, melepaskan jaket miliknya yang masih digunakan Queen W dan,


Sejenak Wiraditya mengernyitkan keningnya saat dia melonggarkan pakaian tidur Queen W, dia melihat kalung yang digunakan oleh sang istrinya, membuat laki-laki tersebut meraihnya secara perlahan kalung tersebut, dan didetik berikut Wiraditya membelalakkan bola matanya.


Dalam balik cahaya remang-remang, dibalik leher Wiraditya terlihat rantai kalung yang mengeluarkan sedikit pantulan dari cahaya.


laki-laki tersebut membeku sembari masih menggenggam mainan kalung istrinya.


******

__ADS_1


"Ayah, ada berapa kalung yang sama?." Wiraditya kecil bertanya, melirik ke arah ayah nya yang memberikan kalung ke pada bayi Aisyah dan ibu nya.


"Karena ini pesanan khusus, jadi hanya ada 4, ayah, ibu, kamu dan Aisyah." Seulas senyuman mengembang dibalik wajah laki-laki dengan wajah hangat dan penuh keramahtamahan tersebut.


__ADS_2