
Kembali ke kediaman tuan Eden dan nyonya Ramira,
Ruang tamu.
Wiraditya menatap laki-laki tua di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu, menunggu tuan Ahem bicara pada dirinya tentang apa yang belum dia ketahui. Tapi sepertinya tuan Eden belum ingin langsung bicara pada pokok persoalannya, laki-laki tua itu lebih memilih untuk membuat mereka mengobrol santai terlebih dahulu.
Ditengah obrolan nyatanya nyonya tua Ramira ikut duduk dan menemani mereka, syahzia dan Ammar sudah pergi keluar sejak tadi karena ada urusan penting yang harus diselesaikan.
"Katakan pada grandpa, apakah merasa tidak nyaman mengurusi perusahaan Hillatop? apakah berat dan membuat kamu cukup kesulitan karena keadaan?," Laki-laki tua tersebut bertanya serius kepada Wiraditya, bola matanya berapa laki-laki di hadapannya tersebut untuk memastikan apakah putra Widjaja coba kesulitan melakukan segalanya di perusahaan Hillatop.
Wiraditya terlihat diam sejenak, kemudian dia berkata.
"He em, awalnya cukup membuatku merasa sendiri karena aku belum terbiasa untuk terjun di dalam semua itu." dia menjawab dengan cepat.
__ADS_1
"Di minggu pertama benar-benar membuatku merasa ciut, mungkin lebih tepatnya aku berpikir ingin menyerah, nyata nya menjadi seorang pemimpin tidak semudah yang dibayangkan, kelihatan dari luar begitu asik dan orang-orang akan berpikir seorang atasan, CEO punya pakaian berkelas dan kehidupan mewah yang luar biasa, bisa pergi ke sana kemari dan membuat orang-orang ini padahal beban kerja yang dimiliki jelas jauh lebih berat dan tekanan kerja yang dimiliki bisa membuat orang-orang yang tidak terbiasa akan merasa ini neraka baru untuk mereka." Wiraditya bicara soal kenyataan tentang rumit dan sulit nya menjadi seorang pemimpin.
Dan pekerjaan itu tidak seindah apa yang terlihat di luar, ada berbagai macam beban dan tekanan yang menghantam, mereka harus memastikan ribuan karyawan terjamin kesejahteraan mereka, jangan sampai proyek tidak berjalan, jangan sampai ada kerugian, jangan sampai ada yang gagal dan memastikan kestabilan saham yang bergerak dalam setiap detik nya, dan menjadi seorang pemimpin Hillatop jelas tidak seindah yang di lihat dari luar sana.
Mendengar apa yang di ucapkan Wiraditya, tuan Eden terlihat mengembangkan senyumannya.
"Itu adalah pekerjaan orang-orang seperti kita, awalnya mungkin kita akan menganggap sebagai sebuah tekanan dan beban yang begitu besar, tapi lama-kelamaan kita akan terbiasa dan ini akan menjadi kehidupan kita hingga akhir." laki-laki tua itu menjawab dengan cepat.
"Cara paling tepat menjadi pemimpin dan berkerja dalam tekanan besar adalah, nikmati pekerjaan ini dan anggap inilah kehidupan mu dan inilah rejeki yang telah di tentukan Tuhan untuk mu." lanjut nya lagi kemudian.
"Karena itu kami dan mertua mu sudah mendiskusikan semuanya dengan matang, begitu juga bersama Nyx," dan ketika laki-laki tua itu bicara seperti itu, Wiraditya terlihat mengerutkan keningnya.
"Kami ingin kamu meneruskan kuliah mu yang sempat tertunda W." lanjut laki-laki itu lagi kemudian.
__ADS_1
"Ya?," Wiraditya cukup terkejut mendengar nya.
*******
Catatan \=
Mak mau q up_date kemarin ga sanggup lagi untuk undian nya, karena weekend banyak undangan belum harus kejar up gila-gilaan beberapa No_vel jadi Undian di up malam iniππ»ππ»ππ».
Ada yang mau ikut undian berhadiah tapi bilang ga punya tik_tok, aman Mak bisa cuz ke you_tube kok makkkk.
Undian di up malam nanti lewat magrib ya makkkk cek di tik_tok Mak atau bisa ke you_tube juga, tanpa di_undi. akan di pilih acak pemenang nya khusus untuk SUAMI KONTAK NONA CRAZY RICH lebih dulu, nanti di susul KING KHAN'S SHACLES ya makkk.
Cara nya gampang Mak, cukup like, komen dan subscribe/ikuti lalu jawab pertanyaan di Vidio yang diri ku up_date nanti malam yah Mak baik di tik_tok maupun di You_tube.
__ADS_1