Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Masih dalam kemarahan


__ADS_3

Tuan Ram langsung beranjak dari posisi nya, dia cukup terkejut mendengar apa yang diucapkan Wiraditya. Untung nya pintu ruangan tersebut otomatis tertutup, ruangan juga kedap suara, hanya terdapat bagian ruang kaca yang mampir dilihat dari luar di beberapa sisi, laki-laki tua itu buru-buru mendekati Wiraditya.


"Son please dengarkan paman."


Alih-alih mendengarkan tuan Ram, Wiraditya terlihat begitu marah.


"Sejak awal paman sudah menipu ku dan Queen W untuk bisa menikah bukan? sejak awal semua keadaan memang dimanipulasi bukan?," Laki-laki tersebut benar-benar marah, dia kini baru tahu bagaimana bisa dia terhubung ke ke keluarga Hillatop.


Sangat aneh saat dirinya yang jelas bukan siapa-siapa tiba-tiba terhubung dengan penerus Hillatop, seharusnya sejak awal Wiraditya tahu jika Queen W tidak mungkin asal memilih seseorang tanpa diarahkan oleh orang lain. Dia seharusnya tahu dan sadar jika gadis itu memilih dirinya karena kebutaan nya, mencoba percaya pada tuan Ram untuk dicarikan suami kontrak atas dasar desakan keluarga nya. Tidak ada pilihan baik, mencoba bernegosiasi dengan sembarang laki-laki jelas Queen W pasti bisa melakukan nya tapi resikonya jelas tidak main-main. Mencoba mencari orang yang bisa dipercaya tentu saja tidak mudah apalagi ini soal pernikahan, hingga pada akhirnya gadis tersebut meminta tuan Ram untuk mencari laki-laki yang bisa direkomendasikan.


Dan pilihannya jelas langsung tertuju kepada dirinya, semua bukan tanpa alasan karena sejak awal laki-laki tua itu sudah tahu siapa dirinya, karena itu begitu pertama kali masuk ke Hillatop company, tuan Ram sudah tahu jika dia adalah putra dari Adriansyah Widjaja. Dan Queen W merupakan salah satu cucu penerus dari silsilah keluarga Hurairah.


"W please, dengarkan paman lebih dulu." Tuan Ram terlihat sedikit serba salah dan juga gelabakan melihat ekspresi wiraditya yang sangat marah kepada dirinya dia tahu laki-laki itu pasti kecewa saat mengetahui tentang kenyataan yang telah dia lakukan.

__ADS_1


"ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan, semua sebenarnya tidak sengaja," laki-laki tua tersebut cukup bingung harus memulai penjelasannya dari mana karena ini jelas sangat cukup rumit untuk dirinya.


"Paman sedang berusaha untuk menipu ku."


Tuan Ram jelas saja langsung menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja tidak, son."


"Paman mengarahkan Queen untuk menemuiku dan menawarkan kesepakatan pernikahan, karena gadis itu adalah anak yang ditolong oleh ayahku, bocah kecil yang hampir dicelakai oleh bibi ku dan suaminya dan nyaris diperkosa oleh laki-laki yang dibawa oleh bibi ku , benar bukan paman Ram?,"


"Aku merasa di tipu dan dipermainkan, apakah maksudnya ini sebagai pernikahan balas jasa atas pengorbanan ayah ku atau ini sebuah hinaan atas perbuatan bibi dan paman ku?,"


"No son, apa yang kamu bicarakan? tentu saja tidak seperti itu sepenuhnya, mungkin sebagian iya tapi tidak dengan -,"

__ADS_1


"Aku akan bicara pada Queen."


"Tidak Wiraditya, dia tidak tahu apa-apa, ini semua bukan kesalahan Queen W, ini tidak seperti yang kamu bayangkan, Wiraditya please dia benar-benar tidak tahu apa-apa, bahkan dia berjuang keras untuk melupakan tragedi masa itu dan terus merasa bersalah, ini hanya kesalahpahaman belaka, mari bicara dengan tenang, kita bisa mencari tempat paling cocok untuk membahas semuanya, ini tidak seperti yang kamu pikirkan." laki-laki baru bayar tersebut jelas dilabakan saat dia mendengar Wiraditya akan bicara kepada keponakannya tersebut.


Dia berusaha untuk menarik lengan laki-laki tersebut dan mencegahnya untuk berbalik menemui dan bicara pada Queen W.


"Please, dia benar-benar tidak tahu apa-apa jika kamu melakukan ini dan mengatakan soal masa lalu, kau hanya akan membuka luka lama dan melukai nya Wiraditya, Queen W dia-,"


Dia menarik Wiraditya agar tidak melakukan kecerobohan, Wiraditya hanya salah paham, ada beberapa hal yang tidak Wiraditya tahu termasuk pernikahan kedua orang tersebut. Semua jelas bukan kebetulan saja.


Ditengah keadaan yang cukup kacau dimana Wiraditya masih terus mencoba meluapkan kemarahannya dan tuan Ram berusaha untuk menahan kemarahan dan tindakan Wiraditya, tiba-tiba saja satu suara mengejutkan mereka.


"Paman?,"

__ADS_1


Dan seketika kedua orang tersebut langsung menoleh dan menatap kearah asal suara tersebut.


Tuan Ram seketika tercekat saat menyadari siapa yang datang saat ini.


__ADS_2