
Beberapa hari berlalu, semuanya masih sama, sikap dan perlakuan keluarga Nathan tidak ada yang berubah. Uang kondangan pun sepenuhnya sudah ia berikan untuk ibu mertuanya, tidak mengambil sepeserpun.
Riana selalu bangun pukul 03.00 dini hari untuk membersihkan rumah dan menyiapkan sarapan untuk keluarga. Seperti yang sudah dikatakan oleh ibu mertuanya tempo hari, Riana hanya memasak makanan sederhana tanpa mau memberikan effort apa-apa lagi.
Tepat pukul lima pagi, semua pekerjaan rumahnya sudah selesai, wanita itu segera pergi untuk membersihkan diri mengingat masa cutinya telah usai.
“Nathan, ayo bangun. Kau harus sarapan, aku akan bekerja hari ini” Ucap Riana membangunkan Nathan, suaminya.
“Eunghhh, sebentar sayang” Ucap Nathan dengan suara paraunya.
“Ayolah, ayah dan ibumu sudah siap di meja makan, kami hanya menunggumu” Jawab Riana, mengelus pelan surai hitam suaminya.
“Baiklah tunggu sebentar, aku akan mencuci wajahku sebentar” Ucap Nathan lalu berdiri menuju kamar mandi lalu keluar bersama Riana menuju meja makan.
“Sudah berumah tangga tetap saja malasnya tidak hilang kau ini” Ucap ibunda Nathan, tentu saja pada anaknya.
“Urus suamimu dengan baik, kau ini jangan mementingkan urusanmu sendiri, lihat dia semakin tidak terawat sejak bersamamu” Lanjutnya pada Riana.
Riana hanya tersenyum tanpa menjawab apa-apa, kuat-kuatkan mental saja di rumah itu.
“Masak pun setiap hari begini-begini terus, apa tidak bosan?” Ucap ibu mertuanya lagi, sambil mengambil lauk-pauk yang sudah di siapkan oleh Riana.
Lagi-lagi Riana hanya mampu diam tanpa mau menjawab uacapan ibu mertuanya, dirinya hanya mengikuti ucapan ibu suaminya itu bukan? menu setiap hari sudah ia ganti hanya saja dalam kategori sederhana menurutnya.
“Lihat, dia bahkan tidak mau menjawab sama sekali” Ucapnya lagi.
__ADS_1
“Bu, sudah. Tidak baik meninggikan suara apalagi di meja makan” relai ayah mertuanya.
Begitulah setiap paginya Riana lewati, tiada hari tanpa omelan ibu mertuanya. Entah apa yang salah pada dirinya hingga terus di salahkan atas segala masalah yang terjadi.
Setelah sarapan yang panas itu selesai, Riana segera membereskan meja makan hingga tidak lama terdengar Megy datang memanggil suaminya.
“Nathaaaaan”
“Nathaaaan” Panggilnya sambil memasuki rumah.
“Apa?” Jawab Nathan.
“Ini, antar ponakanmu sekolah”
“Tunggu Riana dulu, biar dia saja yang mengantar”
Riana bisa mendengar percakapan itu dari belakang sana, dia segera menyelesaikan pekerjaannya dan segera bersiap, takut jika si anak akan telat sekolah.
“Istrimu bekerja hari ini?” Tanya Megy pada Nathan.
“Ya, dia akan ke tokonya” Jawab Nathan, sambil memainkan ponselnya.
“Apa tidak ada pekerjaan lain? Kenapa harus di toko sih? Memangnya pendapatannya sesuai dengan kebutuhan kalian?” Tanya Megy bertubi-tubi.
“Dia pemiliknya, selama ini buktinya lancar-lancar saja” Jawab suaminya lagi.
__ADS_1
“Aku lebih suka Arianti, dia terlihat lebih cantik”
Deg
Riana terdiam di dalam kamar, “Drama macam apa lagi kali ini, Tuhan? Apa harus seperti ini mentalku dihancurkan?” Gumam Riana seorang diri.
“Ya, Arianti memang lebih cantik tapi, Tuhan mempertemukan aku dengan Riana lalu aku bisa apa? Aku akan menyuruhnya perawatan diri nanti”
Riana mengenggam tangannya kesal atas jawaban suaminya itu, bukannya membelanya kenapa malah seperti itu sikapnya?
Wanita itu segera menyelesaikan acara dandannya, lalu segere keluar dan mengajak sang ponakan pergi ke sekolah.
“Ayo jika mau kuantar” Ucap Riana pada ponakannya.
Megy saat itu seperti tidak berdosa, “Ikut tante Riana ya, jangan nakal di sekolah” Ucapnya pada anaknya.
“Tunggu, ibu ikut ke pasar. Keperluan rumah sudag banyak yang habis tapi kenapa tidak ada inisiatif ya kamu ini?” Ucap ibu mertuanya yang tiba-tiba muncul dari belakangnya.
“Biar aku saja yang belanja nanti bu” Jawab Riana pelan.
“Tidak usah, dibilangin seperti ini baru mau berangkat, beri saja ibu uangnya untuk belanja” Sahutnya sambil memberikan tangannya.
“Baiklah, nanti saja di mobil, aku ada meeting pagi ini, ada baiknya kita tidak mengulur waktu disini” Jawab Riana sopan.
Tidak banyak kata, Riana segera melenggang pergi, mendahului ibu mertuanya menuju mobil kesayangannya yang mungkin sudah satu minggu tidak digunakan. Riana adalah salah satu pengguna topeng yang pintar, mampu menyembunyikan emosinya dengan baik di depan orang lain.
__ADS_1