Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Kembalinya Riana di Cafe


__ADS_3

Riana dan juga Ardian memasuki café. Semua mata langsung tertuju kepada mereka, hanya satu orang yang tau tentang kedekatan Ardian dan Riana lagi yaitu seseorang yang pernah dimintai tolong oleh Ardian untuk mengambil mobil Riana di kontrakan Nathan kapan hari.


Jantung Riana maupun jantung Ardian sudah berdegup cukup kencang. Riana takut orang-orang tidak menerima kehadirannya ‘lagi’ sedangkan Ardian takut jika ada salah satu anak buahnya yang mulutnya julid. Pokoknya Ardian sudah merapal dalam hati, siapapun yang mengatai Riana hari ini akan mendapatan hukuman, apalagi jika itu adalah anak buahnya sendiri.


“Loh, mbak Rianaa”


“Halo mbak Riana, lama gak kesini”


“Apa kabar mbak?”


“Aaa mbak Riana, kangen banget. Kok gak pernah mampir sih”


Boom.


Sungguh di luar dugaan, semua orang disana sangat senang dan wellcome dengan kehadiran Riana. Ketakutan memang hanya akan menjadi ketakutan jika kita tidak pernah moncoba melakukannya.


Hampir seluruh karyawan Ardian langsung menemui Riana, memberikan salaman hangat untuk wanita itu.

__ADS_1


Tidak disangka, mereka masih tetap sama. Batin Riana.


“Aku baru ada waktu kesini, kalian apa kabar?” Ucap Riana.


“Baiiiiik” Sahut mereka bersamaan, seperti siswa SD yang di tanya gurunya.


Riana tersenyum senang, bersyukur sekali dia dikelilingi oleh orang-orang baik. Wanita itu sadar, meskipun orang-orang di hadapannya ini membuka lebar pintu hati mereka untuknya pasti ada sebesit pertanyaan perihal kembalinya dia dengan Ardian.


“Pesan camilan dulu, Rin. Lalu ke atas, biar kau ada teman bersantai” Ucap Ardian, membawa Riana pada meja kasir, mengambil daftar menu makanan disana lalu memberikannya kepada Riana.


“Wawancaranya nanti saja ya kalu sudah lenggang, layani pelanggan dulu” Ucap Ardian pada seluruh karyawannya.


Mereka semua langsung kembali ke jobdesc masing-masing. Hanya orang dapur yang tidak bisa ikut menyapa Riana, mengingat mereka begitu sibuk dengan pesanan-pesanan yang mulai ramai dari jam makan siang oleh karyawan perusahaan lalu dilanjutkan ramai oleh anak-anak pulang sekolah.


Riana melihat semua menu yang sudah banyak berubah. Jika dulu menu yang tertera tidak begitu banyak maka, sekarang sudah bejejer rapi banyak varian menu yang bisa dipilih. Tidak disangka, Ardian berhasil berkembang pesat dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.


“Katakan menu apa yang menarik disini” Tanya Riana pada kasir.

__ADS_1


Kasir itu langsung menunjukkan beberapa menu yang memang sedang ‘high’ beberapa minggu terakhir.


“Bawakan itu saja, jangan lupa kopi untuk Ardian ya” Sahut Riana. Wanita itu juga tidak melupakan kebutuhan Ardian saat bekerja.


“Baik mbak” Ucap sang kasir.


Ardian mengulum senyumnya, salah tingkah brutal, hatinya mencelos berteriak senang. Penantiannya selama ini tidak salah, meskipun harus melewati patah hati yang luar biasa tapi, Tuhan tidak pernah tidur bukan? Tuhan tau kemana cinta hambanya harus pulang.


“Ya sudah, ayo ke ruanganku” Ucap Ardian, melingkarkan satu tangannya di pinggang Riana.


Semua yang melihat adegan itu pasti langsung meleleh, tidak sanggup melihat keuwuan keduanya.


“Beruntung sekali ya mbak Riana dicintai oleh sosok hebat seperti mas Ardian”


“Tapi, kira-kira apa yang sudah terjadi dengan rumah tangga mbak Riana ya?”


“Ah tidak apalah, mbak Riana orang baik kok, mungkin mantan suaminya tidak tau diri atau bahkan tidak sebaik mas Ardian yang bisa mengerti segala kemauannya”

__ADS_1


“Ayo bubar, jangan menggosipi seseorang yang dekat dengan atasan kita atau kalian akan di pecat” Itu adalah Izam, seseorang yang diperintahkan Ardian tempo hari. Dia adalah orang yang sedikitnya tau bahwa rumah tangga Riana memang tidak baik-baik saja, oleh karena itu dia mencoba menengahi beberapa karyawan yang baru saja menggosip ria di belakang Riana dan juga Ardian.


__ADS_2