Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Drama Bangun Tidur


__ADS_3

Riana terbangun lebih dulu di sore hari. Merasakan pinggangnya berat, Riana melihatnya. Mendapati tangan Ardian di pinggangnya tentu membuatnya sedikit kaget sebelum akhirnya ia ingat bahwa dirinya sendiri lah yang meminta Ardian menemaninya.


Riana meringis saat mengingatnya, tidak percaya dirinya akan semudah itu meminta mantan kekasihnya menemaninya tidur.


“Cih, murahan sekali aku” Gumam Riana sembari menepuk dahinya.


Karena tidak tega membangunkan Ardian, wanita itu hanya ingin memindahkan tangan Ardian lalu beranjak untuk pergi ke kamar mandi tapi, tidak semudah itu pemirsa. Mendapati pergerakan dari lawannya, Ardian segera merapatkan pelukannya, entah lelaki itu sadar atau tidak.


Akhirnya Riana hanyap pasrah, malah membalikkan badannya menatap Ardian. Wajah tegas itu terlihat sangat kelelahan, mungkin karena akhir-akhir ini sibuk mengurus pekerjaan yang double, belum lagi menemani Riana mengurus perceraiannya.


Riana mengelus pipi Ardian pelan lalu mengecup kening lekaki itu sedikit lebih lama “Terimakasih” Gumamnya.


Ardian terlihat tersenyum tipis, “Sama-sama” Balasnya lalu semakin memepererat pelukannya diahkiri dengan kecupan singkat di kening Riana.


Bukan main kagetnya Riana, jadi Ardian sejak tadi tidak tidur? Lelaki itu tau apa yang dilakukannya tadi?


“Kau sudah bangun?” Tanya Riana pelan.


Ardian mengangguk, “Aku bahkan mendengar kau menyebut dirimu murah*n, rasanya aku ingin langsung menyumpal bibirmu dengan bibirku agar tidak lagi mengatakan hal-hal buruk begitu” Ucapnya, matanya bahkan masih terpejam sempurna.


“Cih, lalu kenapa hanya diam?” Ucap Riana, seolah menantang Ardian.


Ardian langsung membuka matanya perlahan, menatap mata Riana dalam, “Apa boleh?” Tanyanya.

__ADS_1


Si*l, Riana mengumpat di dalam hatinya. Niat mengoda Ardian kenapa malah Riana sendiri yang salah tingkah?


“Tentu saja tidak boleh, ayo lepaskan ini, aku mau ke kamar mandi” Ucap Riana.


Oh Ardian jelas tidak akan melepaskan wanita itu begitu saja bukan? Lelaki itu dengan mudahnya memutar tubuh Riana agar berada di bawah kungkungannya.


“Jangan menggodaku untuk hal-hal seperti ini, Riana. Aku tidak bisa menahannya jika kau mau tau” Ucap Ardian. Suaranya terdengar serak tapi, Riana tau betul itu bukan suara serak khas bangun tidur.


Glup


Riana menelan salivanya susah payah, “Jadi, apa tawaranmu masih berlaku?” Tanya Ardian.


Riana langsung menggeleng cepat sebagai jawaban bahwa tadi hanya sebuah godaan atau bercandaan semata.


Mungkin pipi Riana sudah memerah dengan perlakuan manis Ardian, itu adalah sebuah kejutan untuk Riana secara pribadi.


Wanita itu segera pergi ke kamar mandi tanpa berpamitan, pipinya sudah memanas karena malu dan salah tingkah.


“Apa-apaan ini, kenapa aku jadis seperti anak baru gedhe yang baru merasakan cinta monyet?” Gumam Riana pada kaca wastafel kamar mandi, wanita itu membasuh wajahnya, menangkup pipinya yang tidak segera kembali ke warna semula.


“Lagipula sejak kapan dia jadi begitu manis seperti itu?” Gumam Riana lagi.


Hampir sepuluh menit Riana berada di depan cermin, bergumam dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


“Riana, apa kau baik-baik saja?” Tanya Ardian dari luar sana.


Lelaki itu mungkin khawatir karena Riana tidak kunjung keluar dan dia sama sekali tidak mendengar adanya gemericik suara air sejak tadi.


“Ehm, aku tidak apa-apa, Sebentar ya” Sahut Riana dari dalam, membasuh wajahnya sekali lagi lalu keluar.


“Kenapa lama sekali hm? Apa kau kembali tertidur di dalam sana?” Tanya Ardian.


Riana cemberut mendengarnya, “Aku sedang menghitung air yang mancur dari wastafel tadi” Sahutnya tidak mau kalah konyol.


Ardian pun hanya tertawa kecil, “Baiklah, bersantailah dulu, aku harus bersih diri sebentar” Ucapnya.


“Tapi, di rumah nanti kan bisa?” Sahut Riana.


Ardian tidak mungkin bilang kan jika dia harus menidurkan si kecil miliknya yang dibangunkan oleh Riana tadi?


“Ya tidak apa-apa, cuacanya sedang panas, aku merasa ingin mandi saja” Ucap Ardian lalu segera masuk ke dalam bilik kamar mandinya. Sengaja untuk menghindari pertanyaan dari Riana yang mungkin saja bisa lebih bar-bar.

__ADS_1


__ADS_2