Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Di rumah Nathan


__ADS_3

Nathan kembali ke rumah orang tuanya dengan wajah tidak berdosa, meskipun langkahnya terlihat gontai tapi, tatap matanya sama sekali tidak mencerminkan penyesalan.


Lelaki itu hanya masuk ke rumah lalu langsung pergi ke dapur, menuju ibunya yang sedang menyiapkan sarapan.


“Tumben agak siang?” Tanya ibunya.


Nathan langsung duduk, mengambil piring lalu menyomot nasi di rice cooker, “Habis mencari Riana” Ucapnya.


Ibu mertua Riana itu mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan maksud perkataan putranya, “Memangnya Riana kemana?” Tanyanya.


Nathan membuang napasnya berat, “Tidak tau, jika aku tau mungkin aku tidak akan mencarinya. Nanti saja ceritanya, bu. Aku lapar sekali” Sahutnya lalu menyomot lauk pauk di hadapannya.


Nathan bahkan sanggup makan dengan lahap, malah terbilang lebih banyak dari biasanya sambil bermain game pula. Tidak ada raut kesedihan sama sekali.


“Jika sudah langsung ke depan, jangan main ponsel terus” Ucap sang ibu saat sudah kembali dari ruang tamu untuk menyuapi suaminya.


Nathan hanya mengangguk cuek, lanjut memainkan game hingaa puas dan pergi ke ruang tamu.


“Ada masalah apa?” Tanya ayah Nathan.


“Karena waktu itu aku tidak pulang, Riana marah dan pergi dari rumah” Ucap Nathan.

__ADS_1


Sepertinya lelaki itu memang sama sekali tidak berniat menceritakan semuanya secara detail pada ayahnya. Malas juga membahas itu, menurutnya sudah terjadi juga kan?


“Cerita yang benar, Nathan” Sahut sang ayah.


“Ayah, aku sudah menceritakannya. Lagipula dia bahkan ingin meminta cerai juga denganku”


Ayah Nathan jelas tidak langsung percaya begitu saja dengan putranya. Lelaki paruh baya itu malah lebih membela Riana seandainya sekarang Riana ada di hadapannya dan menjelaskan apa yang terjadi.


“Ya karena kau memang tidak pantas dipertahankan, Nathan. Lihat dirimu sendiri, apa dia tau kau selingkuh dengan mantan pacarmu itu? Atau dia tidak betah bersamamu karena kau tidak pernah mengurusnya selama hamil?”


Deg


“Aku jelas tau jika Riana sedang berbadan dua, karena aku memperhatikan dia sedangkan kau, ibumu dan yang lainnya hanya sibuk mencelanya” Sahut ayah Nathan.


Nathan benar-benar tidak habis pikir, bahkan dia sendiri saja yang setiap hari tidur di samping Riana bahkan memeluknya, tidak sadar bahwa istrinya itu tengah mengandung.


“Kau memang keterlaluan bukan? Baru sadar dan menyesal? Atau kau memang sadar hanya saja tidak mau berubah?” Tanya ayah Nathan.


Ibu Nathan yang sedari tadi berada di belakang langsung berlari ke depan saat suaminya menaikkan nada bicaranya pada Nathan.


“Ada apa?” Tanya ibu Nathan.

__ADS_1


Ayah Nathan melihat istrinya, bergantian sambil melihat Nathan.


“Ajari putramu untuk menghargai wanita karena jika aku yang mengatakan padanya, dia tidak akan pernah mau mengerti. Apa kau tau jika Riana hamil?” Tanya ayah Nathan pada istrinya.


Deg


Mendengar hal itu, ibu Nathan terlihat kaget. Melihanya, ayah Nathan langsung tertawa remeh.


“Tidak usah dijawab, aku sudah tau jawabannya. Jika nanti atau entah kapan Riana datang membawa surat cerai, aku akan langsung menyetujuinya. Kalian hanya mempersulit hidupnya”


“Ck, kau ini apa-apaan. Kau pikir pernikahan semudah itu ha? Mereka ini menikah baru seumur jagung, tidak bisa langsung cerai begitu saja. Ingat, untuk resepsinya kita bahkan sampai menghutang” Cerocos ibu Nathan. Mungkin di otaknya itu sudah berisi harta harta dan harta.


“Tapi, pada akhirnya Riana juga yang melunasi hutang itu. Sudah cukup kalian membawa derita untuknya. Sebagai kepala rumah tangga, aku tidak akan lagi membiarkan Nathan mempertahankan Riana apapun alasannya”


Ayah Nathan pun sama, dia tidak mampu menahan emosinya yang sudah bergejolak. Lelaki paruh baya itu ingat betul bagaimana Riana si gadis polos menyerahkan diri ke kandang singa. Neraka, ayah Nathan tau bahwa Riana masuk ke dalam neraka dan meninggalkan surganya.


“Kau menyetujui Nathan dengan Arianti bukan? Maka, biarkan itu terjadi tapi, jangan sesekali kau dan keluargamu itu mengusik menantu kesayanganku, Riana” Ucap ayah Nathan kepada istrinya.


Nathan tiba-tiba menyela, “Alah lagipula Riana itu mencintaiku, ayah. Dia tidak akan meninggalkanku” Ucapnya meremehkan.


Sedangkan sang ayah hanya tersenyum simpul, seolah tau apa yang akan terjadi di masa depan.

__ADS_1


__ADS_2