Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Dekorasi Mahal


__ADS_3

Riana sampai di rumah agak malam, ternyata pengurangan karyawan membuat dirinya dan karyawan yang masih tersisa sedikit kelelahan.


“Huh, capek juga” Gumam Riana, menaruh tubuhnya di sofa ruang tamu, berniat untuk merebahkan dirinya sebentar sambil melihat ponselnya.


Tanpa sengaja melihat status media sosial Nathan tadi siang.


“Dia belum pulang ya?” Gumam Riana sambil membuka status suaminya.


Pertama, Nathan dan ibunya sedang berada di toko keperluan natal, terlihat mewah dan lengkap.


Kedua, mereka sedang makan di restoran yang mewah juga.


Dan terakhir, sedang di pusat perbelanjaan.


Tidak begitu khawatir, Riana percaya dengan suaminya, wanita itu lalu beranjak, menaruh tasnya di kamar dan bersih-bersih selanjutnya memasak makan malam.


Tepat pukul delapan malam, terdengar suara mesin mobil Riana di teras rumah. Sebagai istri yang baik, Riana bergegas ke depan, niatnya menyambut suaminya tapi, sebuah kejutan berada di depannya.


Yang datang bukan hanya Nathan tapi, dengan dekorasi natal yang menurut Riana terkesan cukup mewah-mewah.


“Lihat, sayang. Aku sudah membawa dekorasinya, bagus kan?” Ucap Nathan, sumringah dan Riana hanya tersenyum tipis.


“Mari pak, di masukkan” Ucap Nathan memberi jalan kepada pengantar barang, menunjukkan arah dimana harus meletakkan pohon natal itu.


Seolah paling sibuk, Nathan berseliweran keluar masuk rumah mengangkut barang-barang, membantu si pengantar barang.

__ADS_1


Riana pening juga melihatnya, membayangkan berapa rupiah yang sudah keluar untuk semua itu.


Bahkan baju santa clause versi perempuan dan laki-laki juga ada. Pertanyaannya, untuk apa baju itu?


Setelah bapak-bapak pengantar barang pergi, Riana segera menutup pintu dan berbalik menghampiri suaminya yang masih sibuk dengan pohon natalnya.


“Sudah makan malam?” Tanya Riana.


“Sudah di rumah ibu tadi” Jawab Nathan tanpa melihat istrinya.


“Tidak mau makan lagi?”


“Tidak mau. Makan sendiri ya sayang, aku masih kenyang” Sahut Nathan.


“Ya sudah” Jawab Riana lalu pergi ke ruang makan.


Setelah menghabiskan makan malam singkatnya, Riana segera menyimpan sisa lauk-pauk ke dalam kulkas lalu menghampiri suaminya yang masih sibuk mengecek lampu-lampu dekorasi natalnya apakah berfungsi atau tidak, mengingat tadi dia membelinya langsung satu paket tanpa melihat kondisinya dulu.


“Natal masih kurang satu minggu, kenapa terburu-buru?” Ucap Riana sembari duduk di sofa, memperhatikan Nathan.


“Hanya biar cepat selesai saja” Jawab Nathan.


Saat mulai merasa bosan, Riana bangkit melihat barang-barang yang di beli suaminya. Terkejut juga ternyata Nathan bahkan belanja banyak chiki-chiki dan minuman bersoda.


“Ini untuk apa banyak sekali? Kan kita gak begitu suka nyemil chiki-chiki begini Nathan?” Tanya Riana.

__ADS_1


“Untuk anak-anak jika main kesini” Sahut Nathan enteng.


“Memangnya kue-kue natal ini tidak cukup? Ini banyak sekali loh, sayang” Tutur Riana, kali ini benar-benar bingung karena banyak sekali camilan yang dibeli suaminya.


“Ya tidak apa-apa, kan anak-anak banyak makan”


Riana mengangguk ringan, mau dikata apalagi? Sudah terlanjut juga, baru tau jika suaminya adalah tipe orang yang suka menghambur-hamburkan uang, pantas saja jika tidak bekerja begini tidak memegang uang sama sekali.


“Lalu, mana kartu kreditku?” Tanya Riana, meminta kartunya.


“Apa tidak boleh buat aku saja?” Tanya Nathan dengan tidak tau diri, tentu saja dengan nada bercandanya.


“Tidak boleh, ada omset toko yang masuk di kartu itu” Ucap Riana.


Nathan mengeluarkan dompetnya, memberikan kartu atm itu kepada istrinya.


“Aku tadi mengambil cash 3juta untuk keperluan sehari-hariku” Ucap Nathan.


“Lalu, tadi habis berapa belanja dengan ibu?” Tanya Riana, masih santai dan kalem.


“total 21 juta bersama dengan uang cash yang aku ambil”


Riana membelalakkan matanya, 21 juta? Untuk belanja keperluan yang tidak begitu penting ini?


“Hanya untuk keperluan ini? Ibu juga begini belanjaannya?” Tanya Riana.

__ADS_1


Nathan diam sebentar seperti tanpa dosa, “Ya, tadi mbak Megan juga nitip membeli beberapa keperluan natalnya” Ucapnya.


Huh, Riana menghembuskan napasnya kasar, tanpa berkata-kata dia masuk ke kamar utamanya.


__ADS_2