Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Mertua


__ADS_3

“Euuung” Riana menggeliat, sedikit menarik tangannya ke atas.


Gadis itu terbangun pukul 02.00 dini hari, melihat Nathan tidak ada di sampingnya membuatnya menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan suaminya.


“Nathan?” Ucap Riana.


Gadis itu turun dari ranjang, niat hati ingin menutup pintu balkon yang belum di tutup tapi, belum sampai dia menggapai gagang pintu, seseorang menahan tangannya, “Sayang, kenapa bangun?”


Ternyata Nathan yang berada disana, terlihat di meja ada secangkir kopi dan satu pack rokok.


“Kau sedang apa?” Tanya Riana.


“Hanya menikmati malam, aku tidak bisa tidur jadi, aku membuat kopi untuk kubawa santai” Jawab Nathan.


Riana hanya menganggukkan kepala, “Sudahlah, ayo tidur saja” Ajak Riana.


Niat hati ingin mengajak suaminya beristirahat, rupanya Nathan memiliki niat yang berbeda.


“Bagaimana dengan melakukan apa yang sempat tertunda tadi? Aku pasti akan tidur dengan nyenyak setelah itu” Bisik Nathan, memeluk gadisnya dari belakang sambil membawa Riana menuju ranjang mereka.


“Apa kau tidak tau ini sudah tengah malam hm?” Ucap Riana.


“Justru ini adalah waktu yang pas sayang”

__ADS_1


Bug


Sesaat setelah mengatakan hal itu, Nathan berhasil mendorong Riana ke arah ranjang dan mereka pun melakukan apa yang disebut malam pertama.


...***...


Keesokan harinya Riana terbangun lebih dulu, melihat suaminya masih tidur dengan memeluknya, paginya terasa begitu sempurna.


Wanita itu beranjak perlahan, sebisa mungkin tidak membangunkan Nathan.


“Aw” Keluh Riana, pusat tubuhnya di bawah sana terasa perih, membuat Nathan tersadar dengan suara wanitanya.


“Kenapa sayang?” Tanya-nya.


...***...


“Hei lihatlah bagaimana pengantin baru kita datang” Ucap kakak sepupu dari Nathan.


Riana tentu saja tersipu mendengar hal itu. Ya, ini sudah selang satu hari hari sejak hari itu, Riana pulang ke rumah orang tua Nathan.


“Hari ini kau ada kegiatan apa?” Tanya ibu mertuanya.


“Tidak ada, Riana hanya akan beristirahat di rumah selama masa cuti dari toko” Jawab wanita itu.

__ADS_1


“Kalau begitu, bantu kita untuk membereskan segala kekacauan di rumah ini, biar bagaimana pun kan ini karena acaramu dengan Nathan” Ucap sang kakak sepupu yang diketahui bernama Megy.


Riana tersenyum simpul, “Baiklah” Jawabnya singkat.


Saat itu, setelah sarapan Riana segera melakukan beberapa pekerjaan rumah, di awali dengan mengemasi beberapa barang dan sampah yang berserakan di ruang tamu dan ruang keluarga.


“Dimana Nathan?” Tanya sang ibu mertua yang tidak melihat putranya sejak tadi.


“Sedang tidur” Jawab Riana singkat namun sopan.


“Astaga, ini sudah siang kenapa dia tidak juga bangun? Kau ini sebagai istrinya, setidaknya bangunkan dia sekedar untuk sarapan bukan malah membiarkannya begitu saja seperti seorang bujangan yang belum menikah” Omel ibunda Nathan.


Tentu saja perkataan mertuanya itu membuat Riana sedikit merasa sakit hati, pasalnya Nathan sendiri yang tidak mau keluar sejak tadi meskipun sudah di ajak olehnya.


“Bagaimana bisa kau makan dengan tenang sedangkan suamimu sesuap saja belum masuk sama sekali” Ucap ibu mertuanya lagi.


Riana terdiam sebentar lalu meletakkan sapunya untun beranjak ke kamar menemui Nathan, “Heh, tidak baik membiarkan sapuan belum selesai begini” Ucap ibu mertuanya untuk ke sekian kalinya.


“Riana akan membangunkan Nathan dulu bu, sebentar saja” Ucap Riana lembut.


“Terus saja jika dibilangi oleh orang tua menjawab begitu” Sahutnya ketus.


“Riana akan melanjutkannya setelah membangunkan suami” Ucap Riana lalu pergi menuju biliknya.

__ADS_1


__ADS_2