
“Hoaaaam, sebentar sayang aku lelah” Ucap Nathan.
“Bagunlah, ibumu terus memarahiku karena kau tidak lekas bangun”
“Itu sudah biasaaa, biarkan saja” Jawab Nathan cuek.
Jujur saja, Riana merasa jengkel dengan suaminya.
“Setidaknya sarapan dulu” Ucap Riana.
“Ambilkan, bawakan kemari nanti akan aku makan” Jawab Nathan.
Riana menghembuskan nafasnya, “Baiklah, aku ambilkan” Ucapnya lalu berjalan menuju ruang makan untuk mengambilkan suaminya sarapan.
“Kemana Nathan? Belum bangun juga?” Tanya sang ibu mertua saat melihat Riana malah berada di ruang makan.
“Sedang mandi bu, dia memintaku untuk membawakan sarapannya ke kamar” Jawab Riana.
Nadanya terdengar halus, entah apa yang membuat ibu mertuanya itu begitu sinis terhadap dirinya.
“Aku letakkan di meja, cepatlah bangun aku mengatakan pada ibu kau sedang mandi” Ucap Riana lalu meninggalkan suaminya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Jam terus berlalu tapi, Nathan sama sekali tidak terlihat batang hidungnya. Sementara Riana masih sibuk membereskan barang-barang tanpa di bantu seorang pun.
Jika ditanya kemana perginya mertua Nathan atau kakak sepupu Nathan yang sempat ada tadi?
Jawabannya, Riana tidak tau. Rumah terlihat begitu sepi ketika ia keluar dari kamarnya setelah memberikan sarapan untuk Nathan tadi.
Sedang menikmati membereskan rumah, Riana malah mendapatkan sebuah teriakan dari belakangnya.
“ASTAGA, KENAPA SEMUANYA BELUM SELESAI BEGINI? MEMANGNYA SEJAK TADI NGAPAIN SAJA HA? MALES-MALESAN APA GIMANA?”
Itu suara ibu mertuanya, tentu saja Riana terkejut. Mungkin Nathan pun terkejut, terbukti dengan lelaki itu keluar kamar sambil menggaruk kepalanya bingung, “Ada apa ini, kenapa ribut sekali?”
__ADS_1
“KENAPA? KAU TIDAK LIHAT ISTRIMU? PEKERJAANNYA SANGAT LELET TERNYATA, SUDAH SORE HARI TAPI BELUM SELESAI JUGA MEMBERSIHKAN RUMAH INI, CIH BERGUNA APA DIA DISINI?”
Riana menghembuskan nafasnya, mencoba sabar dengan ucapan ibu mertuanya.
“Sudahlah bu, dia mungkin lelah” Ucap Nathan.
“TIDAK ANAK TIDAK MENANTU SAMA SAJA, TIDAK BERGUNA!”
Omelan ibu mertuanya itu membuat telinga Riana panas. Tapi, dia hanya bisa menghembuskan napasnya perlahan.
“Lagipula kenapa lama sekali kau ini membereskan sedikit begini saja?” Ucap Nathan menegur istrinya.
“Bagaimana jika kau saja yang membereskan sisanya ini?” Ucap Riana, dia sudah kesal dan lelah, bukannya di bantu malah di pojokkan oleh suaminya sendiri.
Nathan melihat Riana dari atas sampai bawah lalu pergi meninggalkan wanita itu sendiri.
Riana hampir saja menangis tapi, “Huh, Ayo selesaikan ini dan segera istirahat” Gumam Riana lalu berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan pekerjaannya.
...***...
“Masak apa?” Tanya ibu mertua.
“Kepiting Soka bu, makanan khas Kalimatan Utara” Jawab Riana, sebagai seseorang yang suka jalan-jalan dengan Ardian dulu, Riana banyak belajar memasak makanan khas Indonesia selama berkunjung ke tempat-tempat makan.
“Makanan apa itu? Memangnya tidak bisa masak yang biasa-biasa saja?” Ketus sang ibu mertua.
Lagi-lagi Riana hanya bisa menghembuskan nafasnya sambil tersenyum.
“Ibu tunggu saja di meja makan, ini akan segera selesai” Ucap Riana, tidak ingin memperpanjang masalah.
wanita paruh baya itu pun pergi meninggalkan Riana seorang diri di dapur.
Tidak lama kemudian, saat makanan siap dan Riana sedang membereskan dapur tiba-tiba terdengar suara kakak sepupu Nathan datang bersama ibunya.
__ADS_1
“Megan, pas sekali kita mau makan malam. Kemari, ayo makan bersama” Ucap ibu Nathan.
Dengan senang hati Megy dan ibunya duduk bersama dengan Nathan yang sibuk dengan ponselnya dan juga ayah mertua yang membaca koran sambil menyeduh teh yang dibuatkan Riana tadi.
“Riana, ayo cepat. Kenapa lama sekali sih” Sahut ibu mertuanya. Riana pun segera ke meja makan, memenuhi panggilan itu.
Saat tengah makan dan mengambil lauk, indah sekali karena kepiting soka buatannya tidak tersisa. Alhasil, Riana hanya mengambil kuahnya dan makan dengan tempe goreng, itu saja sudah terasa begitu nikmat.
Wanita itu menoleh kepada Nathan tapi, lelaki itu terlihat cuek.
“Lain kali kalau masak jangan masak yang bahannya mahal, jika setiap hari begini kau tidak akan memiliki tabungan, lagipula ini tidak begitu enak” Ucap ibu mertuanya.
“Iya, masak yang sederhana saja. Jangan samakan disini dengan di rumahmu” Sambung Megy.
“Uang kondangan teman-temanmu kemarin, berikan semuanya kepada ibu mertua, ingat kalian kan disini numpang, biar keuangannya di urus saja dengan ibu mertuamu” Sahut ibu Megy.
Riana mengerutkan keningnya tidak suka, kehidupan pernikahan macam apa yang dia jalani saat ini? Nathan pun terlihat tidak peduli dengan pembahasan itu.
“Aku akan memberikannya tapi, tidak semua. Biar bagaimanapun kami sudah menikah, ada keperluan pribadi kami yang harus dipenuhi” Jawab Riana.
“Kau kan bekerja, keperluan pribadi ya urus dengan uang pribadimu” Sahut ibu mertuanya.
“Setelah menikah, kehidupanku ditanggung oleh suamiku. Uangku ya uangku, uang suamiku adalah uangku. Itu mutlak dan kodratnya seperti itu” Ucap Riana tegas.
“Cih, jangan sok dewasa dengan mulutmu. Tau apa kau tentang kehidupan pernikahan?” Ucap Megy.
Suasana di meja makan saat itu sedikit memanas.
“Sudahlah Riana, berikan saja semuanya kepada ibu” Ucap Nathan memberikan jalan keluar.
Megy terlihat menyeringai, “Satu lagi, istri tentu saja harus menuruti perkataan suaminya bukan?” Ucapnya.
Lagi dan lagi Riana hanya mampu menghembuskan nafasnya berat, melihat orang-orang satu per satu meninggalkan meja makan. Sekarang, hanya tersisa dirinya dan juga Nathan yang masih sibuk dengan game-nya.
__ADS_1
“Aku ingin bicara, akan aku bersihkan ini dulu” Ucap Riana membereskan meja makan.