
Ardian bersama dengan papanya berada di kantin rumah sakit tepat di tengah malam. Meskipun sedikit sepi tapi, itu cukup bagus untuk membahasa masalah penting itu bukan?
“Jadi, bagaimana pa?” Tanya Ardian.
Papa Ardian menyerahkan hasil lab tadi, setelah menunggu kurang lebih dua jam akhirnya hasil lab itu keluar dan betapa mengejutkannya.
“Ada kandungan obat aborsi dan racun di dalam teh itu” Ucap papa Ardian.
Ardian sukses membelalakkan matanya, bagaimana mungkin itu bisa terjadi?
“Lumayan banyak hingga mungkin itu yang membuat Riana drop dan karena memakan waktu di jalan membuat bayinya tidak bisa diselamatkan” Lanjut papa Ardian.
Ardian sudah emosi tingkat tinggi, rahangnya mengeras bahkan tangannya mengepal kuat. Seandainya dia tidak bisa menahan emosi mungkin meja di hadapannya sudah menjadi objek empuk untuk di hantam.
“Sudah melaporkannya ke polisi?” Tanya Ardian.
Papa Ardian mengangguk, “Sudah, dalam satu kali dua puluh empat jam, mereka akan menangkap Arianti”
__ADS_1
“Aku akan menambahkan tuntutan pemerasan uang untuk ibu Nathan” Ucap Ardian.
Ini bukanlah suatu hal yang kejam, hanya saja dia tidak rela jika Riana harus menderita sedangkan pelaku yang membuatnya menderita harus bergerak dengan bebas di luar sana?
Sangat tidak sepadan dan tidak adil untuk Riana, bukan?
“Tapi, ar apa kau tidak kasihan dengan Nathan dan ayahnya? Menurutmu bagaimana perasaan ibu Nathan jika ternyata teman masa kecil anaknya malah menjebloskan dia untuk mendekam di penjara?” Ucap papa Ardian.
Lelaki itu coba menasehati Ardian, agar putranya tidak buta dengan emosi.
“Untuk ayah Nathan, aku akan menrawatnya dengan baik, biarkan pihak medis yang aku perintahkan membantunya sedangkan untuk Nathan sendiri?”
Alasan-alasan yang disampaikan Ardian memang terdengar cukup masuk akal.
“Bagaimana dengan keluarga Arianti? Bagaimana jika mereka memberontak?” Tanya papa Ardian lagi, lelaki paruh baya itu seperti memang sudah memikirkan sebab akibat di masa mendatang dari kasus-kasus yang akan di laporkan Ardian ke polisi.
“Mereka bisa melawanku di meja persidangan nanti. Aku sudah menyiapkan pengacara yang cukup handal, ya semoga saja dia bisa bekerja dengan amanah dan jujur” Ucap Ardian.
__ADS_1
Ayah Ardian hanya mengangguk, jika Ardian sudah berada di mode serius begini, bahkan dirinya sebagai seorang ayah tidak bisa melarang apapun.
Lagipula menurutnya Ardian sudah cukup matang dan sudah cukup dewasa untuk mengerti perihal seperti ini.
“Tapi, apakah kau punya bukti untuk tuntutanmu tadi?” Tanya papa Ardian, memastikan putranya benar-benar memiliki bekal yang cukup untuk mengibarkan bendera keadilan bagi seseorang yang dicintainya.
“Aku memiliki rekaman telepon Riana dengan mantan ibu mertuanya itu beberapa hari yang lalu ketika dia meminta Riana untuk mengirimkan uang pada mereka dengan jumlah yang fantastis, aku juga memiliki rekaman suara percakapanku dengan mereka ketika berada di rumah mereka tadi dan beruntungnya ada suara Arinati juga ketika menyuruh kami untuk meminum teh buatannya, itu mungkin juga akan menjadi bukti yang sambung menyambung nanti”
Ardian menjelaskan dengan detail, “Aku juga memiliki bukti transaksi Riana saat memberikan uang bulanan kepada mereka yang katanya untuk biaya pengobatan ayah Nathan tapi, ternyata tidak sama sekali”
Papa Ardian mengangguk, tidak tau bagaimana ceritanya dan kapan waktunya putranya memiliki waktu untuk menjadi detektif hingga mengetahui semuanya secara detail begitu.
“Apa kau menguntit Riana selama dia menikah?” Tanya papa Ardian.
Ardian menggeleng, “Awalnya aku memang berusahan untuk melupakan Riana,pa tapi, aku mendapat laporan dari Lea bahwa pengeluaran toko sering membengkak dan Riana sampai memecat beberapa karyawan bagian produksi. Itu hal yang janggan, Riana bisa hidup hemat, jelas mejadi tanda tanya besar untukku ketika mendapati tabungan toko pas-pasan sekali”
Ardian terdiam sejenak, mengambil sedikit udara sebelum melanjutkan ucapannya, “Akhirnya aku mulai menyelidiki sedikit demi sedikit yang ternyata masalahnya ada di dalam rumah tangga Riana sendiri. Sebernarnya aku mungkin saja tidak bisa menuntut kasus ini untuk kejadian hari itu karena Riana melakukannya dengan sadar tapi, beda cerita jika itu adalah hasil dari pemaksaan atau tekanan yang diberikan kepada Riana saat itu”
__ADS_1
“Riana pasti stres karena seringnya deptkolektor datang ke rumah mereka dan ibu mertuanya itu selalu meminta uang kepada Riana dengan dalih uang itu untuk biaya resepsi pernikahan Nathan dan Riana”
Ardian menjelaskannya dengan baik dan begitu detail, membuat papanya dengan cepat mengerti apa yang disampaikan putranya.