Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Dilabrak Pelakor


__ADS_3

Riana mengetuk-ngetuk meja kerjanya, beberapa hari ini dia memang rutin di antar-jemput oleh Ardian. Tapi, kecanggungan selalu menyelimuti keduanya.


“Ck, aku pusing sekali” Gumamnya lalu memijat pelan pelipisnya. Bekerja ternyata tidak membuat pikirannya beralih fokus.


Tok


Tok


Tok


“Masuk” Sahut Riana.


Lea terlihat di ambang pintu dengan wajah paniknya, “Mbak, di depan ada wanita yang entah siapa, dia marah-marah mencari anda”


Ck


Riana berdecak, apakah ini mantan Ardian yang waktu itu? Atau ada mantan mantan yang lain? riana segera bangkit dari kursinya, bersiap menghadapi badai dengan perut yang mulai membuncit. Lea juga langsung menghubungi Ardian, takut jika nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


“Ada apa?” Tanya Riana dingin.


Ternyata dia salah, bukan mantan Ardian yang datang melainkan Arianti, istri baru Nathan.


Plak


Riana hanya diam, mau tau apa yang akan dilakukan wanita itu setelah menamparnya.


“Dasar jal*ng, kau apakan ibu mertuaku hingga terus memujimu di depanku ha?” Ucapnya penuh amarah.

__ADS_1


Pasalnya, daripada instropeksi diri sepertinya Arianti malah memilih menyalahkan orang lain atas apa yang menimpanya sekarang.


“Ibu mertuamu? Apa kau sudah menikah dengan suamiku?” Tanya Riana, seolah tidak tau apa-apa tentang apa yang terjadi.


Arianti terlihat gugup, merasa bersalah atau apa tapi, raut wajahnya jelas menunjukkan ke gugupan, apalagi raut wajah Riana yang terkesan tenang dan tidak beringas sama sekali.


“Lalu disini siapa yang jal*ng? Suatu hal yang berawal dari merebut milik orang lain saja sudah salah maka rasakan sendiri bagaimana pahitnya dihantui bayang-bayangku di keluarganya” Ucap Riana santai.


Arianti sudah bersiap melayangkan pukulannya dan Riana langsung memberikan pipi kananya, “Pukul yang keras hingga aku bisa menuntutmu” Ucapnya.


Mendengar hal itu, Arianti menurunkan tangannya, “Kau kira bisa bertindak sesuka hatimu disini, nona? Ingat kau sedang berada di kawasan orang lain, jangan membuatku kehabisan akal hingga menghancurkanmu. Sudah merebut suami orang, setidaknya jangan membuat ulah di tempat lain, itu hanya akan menyusahkanmu saja”


“Aku sudah mengurus surat cerai dengan Nathan jadi, pergilah. Aku tidak berminat dengan kehidupannya” Lanjut Riana lalu pergi kembali ke ruangannya.


Epic sekali, pertengkaran mereka di saksikan oleh banyak orang tapi, Riana adalah wanita cerdas yang mudah mengalahkan wanita seperti Arianti.


Di depan pintu, Arianti berpapasan dengan Ardian. Dengan cekatan Ardian mencegah wanita itu.


“Apa yang kau lakukan pada Riana?” Tanyanya.


“Tidak ada, hanya memberikan peringatan pada wanita jal*ng itu” Sahut Arianti.


Mendengar sebutan kotor itu keluar dari mulut seorang pelakor membuat Ardian tertawa ringan lalu menunjukkan sikap dingin dan tatapan tajamnya.


“Apa aku tidak salah dengar?” Sahut Ardian.


“Tentu, dia menggodamu sebelum bercerai dengan suaminya. Bukankah dia yang memulai ini semua?” Sahut Arianti.

__ADS_1


“Lalu menikah dengan suami orang apakah bentuk harga dirimu yang tinggi itu, nona? Jangan macam-macam, ketahuilah dengan siapa kau berhadapan” Ucap Ardian lalu pergi meninggalkan wanita itu.


“Dimana Riana?” Tanya Ardian pada Lea.


“Di dalam mas” Jawab Lea.


Dengan langkah lebar, Ardian memasuki ruangan Riana tanpa permisi, “Kau baik-baik saja?” Tanyanya, menghampiri Riana lalu memaksa wanita itu berdiri dan memutar-mutar tubuhnya.


“Aku tidak apa-apa, mana mungkin aku kaalah melawan sampah sepertinya” Jawab Riana.


Ardian tersenyum kecil mendengar jawaban itu, benar juga yang dikatakan Riana. Wanita itu tidak akan mudah kalah dengan seorang pelakor tapi, kemarin-kemari kenapa dia tidak mengeluarkan jiwa singanya ini saat masih bersama Nathan? Pikir Ardian.


“Malas sekali menghadapinya, ah aku pusing sekali” Ucap Riana lalu kembali duduk sembar mengelus-elus perutnya.


“Tiba-tiba ingin makan kue lupis buatanmu, Ar. Sepertinya makanan yang manis-manis bisa mengubah moodku hari ini” Sahut Riana asal.


Saat itu juga Ardian langsung menarik Riana halus, “Kita pulang sekarang” Ucapnya.


“Tapi, kenapa?” Tanya Riana panik, pergerakan yang tiba-tiba tentu membuatnya terkejut.


“Katanya mau kue lupis buatanku, aku akan membuatkannya untukmu, tidak mungkin aku tidak menuruti nyidammu tapi, kau harus menungguiku selama memasak” Ucap Ardian.


Riana mengulum senyum, tidak percaya bahwa ucapan spontannya tadi malah dianggap sebagai bentuk nyidam.


“Memangnya kau bisa membuatnya?” Tanya Riana, kan tadi Riana hanya berbicara asal, bukan atas dasar wanita itu memang pernah mencoba jajanan manis itu dari tangan Ardian langsung.


“Jaman sudah semakin maju, kita bisa tanya mamamu atau tanya di internet” Sahut Ardian.

__ADS_1


Mereka meninggalkan toko dengan banyaknya tanda tanya di benak orang-orang, apalagi dengan tragedi barusan, pasti mereka berpikir bahwa Riana dan Ardian akan pergi untuk melabrak balik Arianti.


__ADS_2