Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Mencari Cara Lain


__ADS_3

“Ini Cuma bisa saya beli dengan harga 5 juta”


“Apa tidak bisa lebih? 10 juta begitu?” Tanya ibu mertua Riana.


Mereka benar-benar pergi menjual motor itu, bahkan Riana menyaksikan sendiri bagaimana ibu mertuanya menawar untuk harga lebih tinggi dari apa yang di janjikan sang pembeli.


“Kan ini tidak ada suratnya bu, ini sudah mahal, motornya saja tanpa surat tanpa BPKB, siapa tau ini motor hasil maling?” Sang pembeli juga tidak kalah kekehnya.


“Naikin dikit lagi lah” Tawar sang ibu mertua.


“Tidak bisa, ini harga pas, kalau tidak mau ya sudah cari ke tempat lain saja” Begitu kira-kira godaan sekaligus ancaman bodong yang disampaikan pembeli.


Dengan berat hati, akhirnya ibu mertuanya menyetujui hal itu, “Ya sudah, daripada tidak dapat sama sekali” Sahut sang ibu mertua.


Akhirnya, motor itu berhasil terjual hanya 5 juta rupiah. Nathan memang ikut masuk ke dalam toko tapi, dia tidak berkata apa-apa, hanya formalitas mendampingi sang ibu. Setelah hasil jualnya di berikan pun, ibu mertuanya langsung menyambar uang itu.


Riana yang melihatnya dari dalam mobil bahkan tau bahwa ibu mertuanya terkesan begitu serakah.


“Ayo ke konter hp” Ucap sang ibu mertua setelah masuk mobil.


Nathan tidak ada inisiatif untuk menyetir, membiarkan istrinya menyetir dan dirinya sibuk bermain game lengkap dengan kata-kata kotornya di jok belakang.


“Mau beli hp?” Tanya Riana, sok tidak tau dengan tujuan mereka kesana.

__ADS_1


“Menjual hp-nya Nathan” Sahut ibu mertuanya.


Riana melihat Nathan dari kaca mobil, mencari penjelasan ponsel mana yang akan dijual?


Seolah tau, Nathan segera menyahut “Ponsel yang biasa aku gunakan untuk nge-game yang akan dijual, di ponsel sosmed ini sudah aku install game-nya”


Cih, Riana sebenarnya begitu greget dengan jawaban suaminya yang santai dan tenang. Terkesan tidak pusing sekali.


...***...


“Nathan, apa tidak ada cara lain selain menjual rumah? Kau tau bukan jika kita butuh tempat tinggal untuk berteduh?” Tanya Riana.


Mereka sudah berada di ruang keluarga tapi, saat itu jam sudah tengah malam dan mertua Riana sudah tidur semua, tersisa dirinya dan juga Nathan yang sibuk memposting pengumuman rumah di jual di seluruh media sosialnya.


“Memangnya kita mau tinggal dimana kalau rumah ini terjual hm?” Tanya Riana lagi saat merasa suaminya tidak ada respon dengan pertanyaannya tadi.


Riana tau rumah itu, rumah yang bahkan temboknya saja masih berbentuk bata, benar-benar seperti rumah yang hanya masih ‘pokoknya berdiri’, lantainya juga masih semen biasa.


“Sebenarnya ada cara lain” Sahut Nathan.


“Apa?” Tanya Riana.


“Menjual mobilmu”

__ADS_1


Jawaban itu sukses membuat Riana mendelik, mereka sudah tidak punya kendaraan selain mobil Riana dan motor butut yang sepertinya akan digunakan Nathan setiap hari.


“Apa kau gila?”


“Toh, hutang itu lebih besar untuk resepsi kita, apa salahnya membantu?” Ucap Nathan, matanya bahkan masih fokus dengan layar televisi di hadapannya.


“Jika kau bilang resepsi itu dibayar menggunakan uang yang hutang maka, aku tidak mau menikah dengan resepsi se-mewah itu. Lagipula dari awal aku sudah menwarkan untuk membantu tapi, kau dan kata-kata manismu menolak tawaranku. Aku tidak mau jika itu menyangkut pautkan kendaraan atau apapun yang bersifat investasi penting. Aku membelinya dengan jerih payahku sendiri” Ucap Riana tegas.


“Jadi, kau tidak mau membantu?” Tanya Nathan.


“Sejak kapan aku tidak membantumu?” Tanya Riana balik.


“Kita bisa hidup cukup sederhana dengan apa adanya, jual saja mobilmu lalu kita beli motor yang bisa digunakan bersama”


“Kira-kira apa kau mau menjemputku jika aku melakukannya?” Tanya Riana.


“Tentu saja” Jawab Nathan meyakinkan.


“Tapi, aku tidak mau” Sahut Riana.


“Kau memang keras kepala hm. Ayolah sayang, demi kebaikan kita bersama, apa kau tidak malu suamimu menggunakan motor butut sedangkan dirimu menggunakan mobil bagus?” Rayu Nathan.


“Kalau begitu, kenapa kau mau motormu dijual? Ini sudah berbeda urusan Nathan, mobilku adalah hasil jerih payahku sebelum bersamamu, tentu saja aku sayang jika dia harus dijual begitu saja” Ucap Riana.

__ADS_1


Seolah kalah telak, Nathan langsung diam dan Riana memilih untuk pergi beristirahat.


Hey, bahkan jika mobil itu terjual, hasilnya tidak akan mampu menutup seluruh hutang yang terlanjur sudah menumpuk.


__ADS_2