
Riana mengurus berkas-berkas perceraiannya bersama Ardian, sejauh ini semuanya berjalan dengan lancar. Tapi, mungkin bisa dikatakan Riana sedikit bermain curang karena dia tidak ingin ada mediasi agar perceraiannya berjalan tanpa hambatan. Dia juga membuat alamat Nathan secara palsu agar surat panggilan dari pengadilan agama tidak sampai di keluarga Nathan.
Semua bukti perselingkuhan Nathan pun sudah diberikan kepada pihak kantor.
“Kau baik-baik saja?” Tanya Ardian, melihat wajah murung atau bisa dikatakan sedih Riana.
Riana tersenyum pelan lalu mengangguk, “I’m okay” Sahut Riana.
“Jangan terlalu di pikirkan. Ingat kata dokter, kau tidak boleh terlalu stres”
Riana lagi-lagi hanya mengangguk. Setelah mengurus segala bentuk kerepotan itu, Ardian mengantar Riana datang ke toko. Rupanya suasana hati Riana sudah mulai membaik, terbukti dengan kembalinya dia bekerja.
Lea cukup senang mendapati atasannya datang kembali setelah meliburkan diri kurang lebih satu minggu.
“Mbak, kangen banget” Lea langsung berlari memeluk Riana, melampiaskan segala kerinduannya.
Selain dari kasir dan atasan, mereka memang sedekat itu bukan? Meskipun Lea terkesans edikit kaku tapi, gadis itu jelas menyayangi Riana seperti kakaknya sendiri.
Riana membalas pelukan Lea, “Bagaimana keadaan toko?” Tanya Riana setelah pelukannya terlepas.
__ADS_1
“Alhamdulillah stabil mbak, berkat mas Ardian yang selalu memantau toko jadi, aku tidak begitu kesusahan” Sahut Lea.
Riana menatap Ardian yang berdiri di belakangnya, begitu banyak hal yang sudah Ardian lakukan untuknya selama ini.
“Lea, nanti ruangan Riana di pindah ke bawah saja ya untuk beberapa waktu. Kasian jika dia harus naik turun, apalagi kondisinya sedang hamil” Ucap Ardian.
Lea terkejut bukan main, gadis itu segera meletakkan tangannya di perut Riana, “Mbak, sejak kapan?” Tanyanya.
“Sudah hampir enam bulan” Jawab Riana.
Bukan hanya Lea yang tercengang, meskipun Lea yang membawakan testpect tapi, dia kan tidak tau jika hasilnya saat itu positif, Riana bahkan sempat-sempatnya lembur beberapa waktu lalu. Beberapa karyawan yang mendengar hal itu ikut tersenyum senang.
“Mbak kok gak pernah cerita?” Tanya Lea.
Hehehe, Lea hanya menggaruk tengkuk belakangnya yang menggunakan hijab. Bukan gatal, hanya langsung terdiam saja dengan ucapan Ardian.
“Aku akan menjemputmu nanti” Ucap Ardian, mengusap pelan puncak kepala Riana halus.
Baiklah, selain dari terkejut karena kehamilan Riana. Kedatangan Ardian dan sikap manisnya menjadi tranding topic toko hari itu. Mereka semua bertanya-tanya dengan kedekatan atasan mereka.
__ADS_1
Beruntungnya, Riana tidak begitu peduli dengan omongan orang-orang. Definisi atasan yang baik hati bukan? Riana hanya merasa wajar jika karyawannya merasa bingung dan bertanya-tanya.
“Mbak, di bawah ada orang untuk memindahkan barang-barang di ruangan ini. Katanya suruhan mas Ardian” Ucap Lea.
“Sebentar, biar aku lihat ponsel dulu” Ucap Riana. Selagi sambungan telepon dengan Lea masih terhubung, dia melihat informasi dari Ardian langsung, tentu dia tidak bisa mempercayai orang begitu saja.
Benar saja, tidak melihat ponsel sedari tadi membuatnya ketinggalan banyak pesan.
Aku sudah mengirim orang untuk memindahkan barang-barangmu ke ruang bawah.
Jam makan siang nanti aku akan menjemputmu, kita makan siang di luar lalu pulang. Kau tidak boleh terlalu lelah.
Kira-kira begitu isi pesan Ardian. Riana hanya mampu tersenyum, lelaki itu benar-benar seperti calon ayah siaga satu. Jam makan siang memang akan segera menyapa, bayangan fast food di pikirannya langsung musnah semua saat melihat pesan itu.
“Mbak, bagaimana?”
Suara Lea dari seberang sana membuyarkan segala lamunannya, membuat Riana kembali ke dunia nyata.
“Oh iya, suruh masuk saja. Kau juga tolong ke atas ya, ini ada beberapa barang pribadi yang tidak bisa angkut sendiri” Ucap Riana.
__ADS_1
“Baik mbak”
Riana segera bersiap, membereskan berkas-berkasnya lalu beralih pada barang-barang pribadinya seperti sandal rumah, beberapa tas yang kadang sengaja ia tinggal untuk sekedar ganti, beberapa baju ganti juga jika dirinya dulu sering lembur, ada alat mandi juga. Ruangan itu benar-benar memiliki fasilitas yang lengkap, minus tempat tidur saja untuk menjadi apartemen pribadi Riana.