
Keesokan harinya, Riana benar-benar melakukan me-time di pagi hari. Setelah Nathan sarapan dan pergi ke rumah orang tuanya, Riana melakukan niatnya untuk memulai hidup sehat.
Wanita itu pergi ke tempat gym khusus perempuan yang di sediakan oleh salah satu temannya. Dia memasuki tempat itu dan langsung mencari temannya untuk di jadikan mentor, mereka sudah membuat janji temu semalam.
“Hai, Riana” Namanya Roza, gadis itu berhasil menjadi atlet basket di tengah kegemarannya berolahraga.
Riana menoleh, memberi pelukan hangat pada teman SMA-nya itu.
“Kau semakin cantik saja” Puji Riana.
“Kau juga, terlihat agak kurus dari terakhir bertemu ya. Apa kau sedang diet?” Ucap Roza.
Riana tersenyum, “Tidak, aku hanya sedikit banyak pikiran. Kita terakhir ketemu di pernikahanku kan? Kau kapan?” Tanyanya.
“Iya nanti kalau sudah waktunya, aku pasti menyusul”
Mereka berbincang sambil mengitari tempat gym yang di olah Roza. Ternyata ada tempat untuk yoga juga.
“Jadi, ini tujuannya untuk apa?” Tanya Roza, mengawali pembicaraan inti dari pertemuan mereka.
“Aku sebenarnya hanya ingin sehat dan membentuk tubuh ideal saja sih sebenarnya” Jawab Riana.
Hmm, roza memegang dagunya, melihat Riana dari atas sampai bawah. Menelisik apa yang kurang dari teman sebayanya itu.
__ADS_1
“Perbandingan tinggi badan dan berat badan, berapa?”
“Tinggi badanku 160 cm dan berat badanku 40kg” Jawab Riana.
“Wah, itu sudah cukup bagus. Kau mengikuti standart Korea ya? Jika standart negara kita, seharusnya berat badanmu 50kg tapi, jika kau mau tetap segini ya tidak apa-apa, kita hanya butuh mengencangkan otot-otot tubuh saja” Ucap Roza menjelaskan.
“Boleh, kira-kira apa saja yang perlu aku lakukan di sini? Berapa kali dalam satu minggu? atau aku harus berolahraga setiap hari?” Tanya Riana, penasaran.
“Baiknya setiap hari, minimal 15-30 menit saja per hari. Untuk Gym kau bisa melakukannya 1-2 kali dalam seminggu, mengingat kesibukanmu sedikit padat”
Riana mengangguk mengerti.
“Kita mulai dengan pemanasan, stretching. Aku ajarkan gerakan-gerakan dasarnya dulu, yang bisa kau lakukan di rumah nanti”
“Kalau kita stretching dengan cara yang benar, pasti otot-otonya akan terasa lebih rileks, lakukan ini 8 ketukan 2 kali” Jelas Roza.
Riana mencoba menggapai kakinya sendiri, ternyata tidak se-sederhana di pikirannya.
“Lalu Plank, ini bermanfaat untuk seluruh bagian tubuh. Untuk awalan lakukan 15-30 detik saja”
“Lari atau berjalan, jika di rumah kau bisa melakukannya tanpa alat tapi, jika di tempat gym kau bisa menggunakan alat. Setidaknya 15 menit saja perhari itu sudah cukup”
“Selanjutnya Squat agar paha dan bok*ngmu menjadi lebih seksi, pasti Nathan akan suka”
__ADS_1
Hal itu sukses membuat Riana tertawa malu, bisa-bisanya temannya itu menggoda di saat me-mentori dirinya.
“Sit up, push up, jumping jacks ini bisa digunakan untuk membakar lemak tubuh. Terakhir, lakukan yoga satu kali dalam satu minggu”
Kira-kira seperti itu kalimat terakhir dalam kelas olahraga Riana hari itu, rasanya badan Riana remuk redam oleh hal itu, mungkin karena baru pertama kali melakukannya?
“Aku akan membersihkan diri dulu lalu pergi ke dokter kecantikan” Gumam Riana, menginjak pedal gas mobilnya kembali pulang ke kontrakan.
Hanya 30 menit bersiap, Riana kembali keluar dengan pakaian yang sudah rapi karena memang setelah dari dokter nanti dia akan langsung berangkat ke kantor.
Dia sudah konsultasi dengan Lea perihal jadwalnya hari itu. Itu lah kenapa Riana terlihat tenang meskipun tidak berangkat bekerja, pemilik toko memang selalu sesantai itu bukan?
“Dokter, saya mau konsultasi perihal masalah kulit saya. Saya sering ganti skincare tapi, seringkali tidak menemukan kecocokan bahkan malah berefek lebih buruk dari konsisi kulit saya sebelumnya. Sepertinya itu terjadi karena saya tidak tau apa jenis kulit saya sehingga ketika menggunakan cream yang tidak sesuai, kulit wajah saya menolak kandungan di dalam cream tersebut” Ucap Riana pada dokter kulit di hadapannya, menjelaskan semua yang terjadi pada dirinya selama ini.
Memilih salah satu dokter kecantikan ternama, membuat Riana begitu percaya diri memasuki ruangan itu.
“Mari kita lihat dulu” Ucap sang dokter, mempersilahkan Riana mendekat pada suatu alat yang dinamai Skin Analyzer di dunia kedokteran.
“Ini adalah alat yang bisa menganalisa jenis kulit anda, ini adalah pemeriksaan awal guna mengetahui kondisi kulit dan kita bisa memutuskan perawatan yang efektif untuk permasalahan anda” Tutur sang dokter.
Setelah sekitar 10 menit berkutat dengan alat itu, dokter mempersilahkan Riana kembali ke kursi tamu di depan meja sang dokter.
“Sebaiknya kita lakukan detox dulu untuk mengeluarkan racun-racun dan sisa-sisa kotoran yang ada di dalam pori-pori anda”
__ADS_1