Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Undangan Makan Malam


__ADS_3

“Jadi ke perpustakaan?” Tanya Ardian, lelaki itu sudah selesai dengan urusannya di kamar mandi.


Riana berpikir sejenak, melihat jam sudah menunjukkan pukul lima sore, “Tidak jadi deh, sudah sore, mama pasti sudah menunggu” Ucapnya.


Ardian pun mengangguk, “Mau cari makan di luar?” Tanyanya.


Riana langsung menggeleng cepat, tidak setuju dengan ide Ardian. Dia tau jam segini pasti mamaya sedang menyiapkan makan malam untuk mereka.


“Kita makan di rumah aja ya” Ucap Riana.


“Baiklah, ayo pulang sekarang” Ajak Ardian.


Lelaki itu menggandeng Riana, berhati-hati tidak ingin ‘wanitanya’ tergores sedikit saja.


“Ardian, aku malu. Kau seperti pengantin baru saja” Sahut Riana yang merasakan kebucinan mantan kekasihnya.


“Sudahlah, aku hanya tidak ingin kau kenapa-kenapa” Ucap Ardian beralasan.


“Tapi, kan…”


“Diam atau aku akan menciummu” Ardian memotong ucapan Riana, dengan satu kalimat itu saja sukses membuat mulut Riana diam terkunci. Biarkan saja Ardian berbuat semanis itu sekarang.

__ADS_1


Semua orang melihat mereka keluar dari ruangan Ardian dengan tatapan iri yang luar biasa. Ardian adalah seseorang yang dikenal cukup dingin setelah kandas dengan Riana tapi, lihat! Kembalinya Riana benar-benar membuat Ardian yang bagai gunung es langsung leleh, luluh lantah bongkahan es yang mengelilinginya.


“Aku pulang dulu, kalian semua hati-hati kalau pulang” Ucap Ardian, pamit sekaligus memberi wejangan kepada karyawannya.


“Hati-hati mas, mbak” Sahut mereka beriringan.


Ardian membukakan pintu mobil untuk Riana sebelum akhirnya dia memutar langkahnya menuju kursi kemudi. Riana benar-benar dijadikan ratu disana.


Drrrt


Drrrt


Drrrt


Dengan cepat, Ardian mengangkatnya, takut jika ada sesuatu hal yang penting.


“Halo ma” Sapa Ardian.


“Halo, kapan kamu pulang?” Sahut sang mama dari seberang sana.


“Ini Ardian lagi mau antar Riana pulang terus kembali ke rumah. Ada apa? Ada sesuatu terjadi?” Tanya Ardian.

__ADS_1


“Tidak ada, ajak Riana kesini. Mama mau ngobrol dengan kalian” Ucap mama Ardian.


Ardian menatap Riana sekilas, sebenarnya tidak yakin juga, “Okey, aku akan menanyakannya dulu” Sahut Ardian, berniat meminta persetujuan dulu dari Riana tentunya. Pertemuan mereka dengan keluarga Ardian untuk ke-sekian kali membuat perasaan Riana pasti tidak sama seperti dulu, mengingat statusnya yang masih belum benar-benar berpisah dengan sang suami.


“Iya, kalian hati-hati di jalan. Bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut, kasian Riana” Ucap sang mama perhatian.


“Iya ma, Ardian tutup dulu ya panggilannya” Ucap Ardian lalu memutuskan sambungan dengan sang ibu.


“Ada apa? Apa kondisi di rumah baik-baik saja?” Tanya Riana saat Ardian tiba-tiba memutar tubuh untuk melihatnya. Hal itu membuat Riana merasa tidak enak, takut jika Ardian sedang dilanda kecemasan di seberang sana.


“Di rumah baik tapi, apakah kau mau ikut ke rumah? Mama ingin membicarakan sesuatu katanya” Ucap Ardian.


Glup


Riana menelan salivanya sendiri. Tau bagaimana rasanya menelan makanan saat amandel sedang membengkak di ujung tenggorokan sana? Itu yang sedang dirasakan Riana, sulit dan sedikit sakit saking gugupnya.


Wanita itu tidak tau kan jika Ardian sudah bercerita tentang kedekatannya lagi dengan Riana kepada seluruh keluarganya. Wajar saja jika Riana merasa gugup, takut, semuanya bercampur menjadi satu. Takut jika nanti mamanya malah menyuruhnya menjauhi Ardian seperti di sinetron-sinetron yang pernah ia tonton.


Ardian yang mengerti kecemasan Riana langsung memegang tangan wanita itu, mengelusnya halus lalu berkata, “Tidak apa-apa, mama sudah tau perihal kita. Dia tidak akan berbicara kelewat batas kepadamu. Kau tau kan se-sayang apa keluargaku denganmu? Jangan khawatirkan apapun” Ucapnya.


Mendengar kalimat penenang dengan suara yang memang tenang itu membuat Riana membubuhkan kepercayaannya penuh dengan lelaki di depannya.

__ADS_1


Riana mengangguk, “Aku akan memberi mama kabar dulu” Ucanya lalu mengambil ponselnya untuk memberi kabar kepada Rifa, mamanya. Sembari itu, Ardian langsung melajukan mobilnya ke kediamannya.


__ADS_2