Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Nyidam


__ADS_3

“Ikut aku” Ucap Ardian.


Riana melihat Ardian sekilas, “Lalu mobilku bagaimana?” Tanyanya.


Ardian tersenyum kecil, mengacak rambut Riana gemas, “Biar diambil anak-anak café nanti” Sahut lelaki itu.


Akhirnya Riana menaiki mobil Ardian dan kembali pulang bersama, tentu saja di belakang mereka Nathan dan Arianti sedang menatap keduanya. Entah apa arti dari tatapan-tatapan itu.


“Kau kenapa bisa tiba-tiba berada disana?” Tanya Riana, membuka percakapan di antara mereka.


“Ya begitulah” Sahut Ardian.


Riana pun hanya diam cemberut, mendapati Ardian tidak menjawabnya dengan to the point saja.


Saat itu mereka melewati sebuah restoran jepang dan entah kenapa Riana tiba-tiba cemberut, ingin sekali makan sushi disana.


Ardian melirik Riana yang tiba-tiba suasana hatinya berubah, “Kenapa?” Tanya Ardian.


Riana menatap Ardian melas, seperti anak kucing belum makan.


Tentu saja Ardian dibuat begitu gemas dengan tingkah mantan kekasihnya itu. Sambil tangan kanannya menyetir, tangan kiri Ardian mampir ke puncak kepala Riana, mengelus pelan disana, “Ada apa? Mau apa?” Ucapnya halus.


“Mau sushi di restoran jepang tadi” Gumam Riana pelan.

__ADS_1


Dengan senyum mengembang, Ardian langsung membelokkan mobilnya.


“Mau kemana?” Tanya Riana.


“Menuruti ibu hamil yang sedang nyidam”


Deg


Riana mengulum senyumnya. Apa benar dirinya sedang nyidam? Selama ini kan tidak pernah begitu?


Ardian tau Riana sedang salah tingkah tapi, dia hanya diam dan sesekali melirik agar wanita itu tidak semakin malu nantinya. Menjaga suasana hati ibu hamil itu penting bukan?


“Di makan sini?” Tanya Ardian.


“Ya sudah, pesan sebanyak yang kau inginkan”


Riana langsung memesan beberapa menu sushi, tidak lupa memesankan Ardian juga.


Banyak pasang mata yang tertuju ke arah mereka. Beberapa merasa iri dengan keberuntungan Riana yang ‘menurut’ mereka Ardian adalah suaminya, beberapa juga ada yang mendoakan kesehatan Riana dan bayinya, apalagi melihat effort Ardian seperti begitu tidak ingin Riana tersentuh apapun yang tidak baik.


Seperti hal kecil saja, Ardian menyeretkan kursi untuk Riana duduk atau Ardian sekedar membukakan sumpit. Hal se-sepele itu benar-benar diperhatikan oleh Ardian. Bagaimana para kaum hawa disana tidak berteriak iri?


“Makan yang banyak” Ucap Ardian, merasa senang melihat Riana lahap menyantap makanannya.

__ADS_1


“Aku memesan ini bukan hanya untukku, kau juga harus menghabiskan ini bersamaku” Sahut Riana.


Tidak disangka, Riana masih sama perhatiannya dengan dulu.


“Kau saja yang habiskan, kesehatanmu sangat penting” Ucap Ardian.


Riana langsung menatap Ardian tajam, meskipun sebenarnya Ardian tidak takut sama sekali malah dimata lelaki itu, Riana tampak sangat lucu.


“Makan atau aku akan merajuk!” Sahut Riana.


Hal itu jelas dituruti oleh Ardian, daripada ada singa betina yang mengamuk karena tidak dituruti keinginannya, lebih baik mengalah.


“Laptopmu ada bersamaku” Ucap Ardian setelah beberapa waktu.


Riana yang sedang asik makan langsung menoleh kepada Ardian, “Laptop yang dijual Nathan?” Tanyanya.


Ardian mengangguk, “Sejak aku tau perselingkuhan Arianti dan Nathan, aku mulai menyelidiki keduanya diam-diam, meskipun tidak sepeti orang-orang yang bisa menelisik sangat detail tapi, aku sedikit banyak tau hal seperti ini akhirnya akan terjadi. Alasanku menemui Lea beberapa waktu lalu di toko adalah untuk menjagamu saja, aku jelas tidak bisa selalu memantaumu dari dekat mengingat saat itu kau masih mempertahankan rumah tanggamu”


Ardian menyeruput minumnya sedikit, “Sampai hari ini pun aku masih mengamati Nathan, saat dia sudah menjual laptopmu, aku langsung menebus laptop itu mengingat banyak data penting di dalamnya. Mungkin kau bisa beli lagi atau minta datanya lagi kepada Lea tapi, kita tau bagaimana sejarah laptop itu di dapat dengan susah payah”


Riana tersenyum, tidak menyangka jika rasa sakitnya akan langsung dibalas kebahagiaan begini, “Terimakasih” Gumamnya.


“Besok aku antar, aku tidak mengizinkanmu berangkat seorang diri”

__ADS_1


__ADS_2