Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Reuni yang Buruk


__ADS_3

Tidak sesuai harapan, Riana malah lembur hari ini, pukul 18.00 dia baru keluar dari toko. Dengan terburu-buru wanita itu keluar dari toko, belanja sebentar untuk memasak sehari-hari dan membeli makanan instan karena dia yakin tidak akan terburu untuk memasak, belum lagi bersiap untuk acara nanti.


“Aku pulang” Gumamnya sesaat setelah membuka pintu.


Dia sudah terbiasa, meskipun tau tidak akan ada yang menyambut kepulangannya seperti dulu tapi, dia terus mengucapkannya saat membuka pintu rumahnya.


Riana segera menata belanjaannya dan menyiapkan makan malam untuk Nathan dan keluarga.


Tidak butuh waktu lama, Riana segera masuk ke kamarnya dan sudah mendapati Nathan di dalamnya.


“Kau sudah pulang?” Tanya Riana.


“Hm” Gumamnya, lagi-lagi fokus bermain game.


“Jadi keluar hari ini?” Tanya Riana lagi.


Nathan mengangguk, mengiyakan ucapan istrinya.


“Yasudah, aku bersiap dulu” Sahut Riana, mengambil handuknya dan pergi ke kamar mandi.


15 menit berlalu, Nathan masih setia dengan ponselnya.


“Apa kau tidak akan bersiap?” Tanya Riana setelah keluar dari kamar mandi.


“Aku akan bersih-bersih dulu” Jawab Nathan lalu mengambil handuknya dan pergi ke kamar mandi.


Riana mengambil satu baju yang sudah ia siapkan, dress berwarna hitam berpotongan asimetris yang tidak membosankan. Dress ini dikenakan dengan melilitkannya ke tubuh lalu diikat dibagian pinggangnya. Heels hitam polos sudah cukup untuk membuatnya sempurna.


Riana pun makeup se-natural mungkin agar tidak melewat jauh dari tema acara, memoleskan pelembab, bedak, eyeshadow dan warna lipstik yang tidak mencolok.


“Sudah siap?” Tanya Nathan yang tiba-tiba sudah siap di belakang Riana dengan pakaian berwarna hitam pula.

__ADS_1


Kenapa dress code-nya harus hitam, seperti mau melayat saja. Batin Riana melihat penampilan mereka yang lebih mirip akan berangkat berbela sungkawa daripada pergi ke pesta.


Wanita itu menganggukkan kepala sebagai jawaban.


...***...


“Jeremy Nathan angkatan 23” Ucap Nathan pada panitia untuk registrasi peserta reuni.


“Pembukaannya di mulai jam berapa?” Tanyanya lagi.


“Pukul delapan, silahkan masuk” Ucap panitia memberikan bukti registrasinya.


Nathan dan Riana memasuki aula sekolah, rasanya rindu, lama tidak bertemu dengan rekan-rekan seperjuangannya dulu.


“Nathan”


Riana dan Nathan sontak menoleh saat mendengar seseorang memanggil.


“Oh hai” Nathan tersenyum lebar melambaikan tangan, sambil mengahampiri wanita itu, tidak lupa dengan menarik tangan Riana pelan.


Dia tau, Riana tau siapa Nella, wanita itu adalah mantan kekasih dari suaminya.


“Riana, istri Nathan” Jawab Riana tidak kalah angkuh.


Memberikan tangannya untuk bejabat tangan.


“Istrimu terlihat cantik dengan makeup-nya tapi, seperti bukan seleramu sekali” Sahut Nella pada Nathan lalu meninggalkan keduanya begitu saja, berbaur dengan yang lain.


Riana yang merasa harga dirinya diinjak begitu tentu saja merasa geram tapi, dirinya harus menjadi elegan sekarang, bukan saatnya untuk ribut.


“Sialan” Gumam Riana di tengah senyumnya.

__ADS_1


Nathan hanya menggenggam tangan wanita itu pelan, mencoba menenangkan istrinya huh?


“Aku dengar kau sudah menikah, apa ini istrimu?”


Seseorang yang mana lagi kali ini? Batin Riana melihat sosok yang mengajak mereka berbicara di tempat mengambil minuman.


Tidak begitu cantik, badannya lurus sama sekali tidak ada lekukan, wajahnya dan tangannya terpantau sangat jauh tone-nya, sawo matang adalah warna tangannya dan kuning langsat warna wajahnya, tidak sinkron.


Kira-kira begitu penilaian Riana terhadap wanita di depannya.


“Ya, dia istriku, Riana” Jawab Nathan memperkenalkan Riana.


Riana tersenyum pelan, melihat teman-teman wanita itu mulai mendekat.


“Seleramu sedikit turun huh?”


“Kenapa aku melihatmu lebih cocok dengan Arianti ya”


“Lebih cantik Arianti”


“Aku juga lebih menyukai Arianti”


Wow, dirinya sedang di hakimi sekarang?


Soal fisik?


“Dressmu cantik, apa aku boleh tau kau membelinya dimana?”


Riana tersenyum, “Brand milik Rina Boutique?” Begitu jawabnya.


“Woah, apa kau yakin ini tidak KW?” Tanya wanita itu sarkas, mengingat bagaimana butik itu adalah butik yang cukup bagus di kalangan fashion muslim maupun non-muslim.

__ADS_1


“Pikirkan saja bodycare yang cocok untukmu agar wajah dan tanganmu memiliki skin tone yang sama” Sahut Riana dengan wajahnya yang menyeringai.


“Jika kau masih ingin ada disini, maka bersenang-senanglah, aku mengantuk ingin istirahat” Lanjut Riana pada Nathan lalu meninggalkan lelaki itu sendirian.


__ADS_2