Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Belanja dengan Mama Rifa


__ADS_3

“Ma, Riana sudah aman bersama saya. Tapi, maafkan aku karena belum bisa membawanya padamu atau sebaliknya. Dia masih ingin sendiri untuk menenangkan diri” Ucap Ardian.


Untuk pertama kalinya setelah putus dengan Riana beberapa bulan lalu, lelaki itu mengunjungi rumah mantan kekasihnya. Selain untuk bertegur sapa, Ardian juga memberikan informasi terkait dengan putri wanita paruh baya itu, Riana.


“Apa dia baik-baik saja? Bagaimana keadaannya?” Tanya Rifa.


Ardian tersenyum, “Aku tidak bisa mengatakan dia baik-baik saja atau dia sakit. Badannya terlihat sedikit kurus tapi, aku yakin Riana sedang mengandung. Tadi, aku sempat membujuknya untuk datang kemari tapi, dia masih tidak ingin”


Rifa diam, bagaimana mungkin Nathan membiarkan istrinya pergi selama semalaman disaat putrinya sedang dalam keadaan hamil?


“Apa dia menceritakan masalahnya padamu?” Tanya Rifa.


Ardian menggeleng, menandakan dia juga tidak tau atau ‘tidak yakin’ dengan masalah apa yang sampai mengantar Riana pergi dari rumah suaminya.


“Ardian akan sangat membantu Riana di masa-masa sulitnya ini, ma. Tapi, bisakah mama menemaniku membeli kebutuhan Riana selama kehamilannya lebih dulu? Aku tidak melihat adanya sesuatu yang menunjang kehamilannya di sana” Ucap Ardian.


Lelaki itu memiliki inisiatif untuk membantu Riana atas dasar kepedulian saja. Lelaki itu tadi sempat pergi ke dapur untuk mengambil minum tapi, dia tidak menemukan sekedar susu ibu hamil disana.

__ADS_1


“Boleh. Kapan kita akan berangkat?” Ucap Rifa antusias.


“Aku siap kapanpun mama siap” Sahur Ardian.


Rifa pun tersenyum, “Kalau begitu aku akan mengambil tas dan kita berangkat” Ucapnya.


Mereka pun pergi ke minimarket terdekat, Ardian hanya mengikuti dari belakang sambil melihat bagaimana lihainya bu Rifa memilih bahan-bahan makanan yang cocok untuk ibu hamil.


Mengambil susu ibu hamil beberapa dus dengan varian rasa yang lengkap, lalu juga mengambil yoghurt dan keju di tempat yang berdekatan, semuanya di pilih dengan kualitas yang paling bagus.


Ardian mengangguk. Tadi, dia sudah memesankan kulkas satu pintu untuk membantu Riana menyimpan bahan-bahan masakannya. Mungkin saja sekarang ini kulkasnya sudah tiba dan sudah di pasang. Tidak tanggung-tanggung, bahkan Ardian juga memasang AC dan juga televisi baru di rumah itu demi kenyamanan Riana.


“Ambil saja apapun yang mungkin dibutuhkan Riana, ma” Ucap Ardian, enteng sekali mengatakannya. Sesekali Ardian juga mengambil beberapa buah-buahan dengan vitamin C yang tinggi untuk kekebalan tubuh Riana nanti.


Rifa dan Ardian berkeliling masuk ke mini market satu lalu pindah ke tempat sayuran dan pindah lagi ke toko bahan-bahan makanan. Itu semua mereka lakukan dengan senang hati. Jika orang yang tidak tau, mungkin akan menganggap mereka adalah sepasang ibu dan anak yang bahagia di keluarganya.


Terbukti dari banyaknya bisikan-bisikan orang lain yang berkata Rifa sangat beruntung memiliki putra seperti Ardian.

__ADS_1


“Beruntung sekali ibu itu bisa mendidik putranya dengan tampan dan pengertian begitu”


“Ibu itu pasti sedang memanjakan menantu kesayangannua”


“Putranya sangat tampan. Apa lelaki itu sudah menikah? Aku ingin mendekai ibunya saja”


Kira-kira begitu gosipan ibu-ibu dan remaja-remaja di sekitar sana. Rifa hanya tersenyum, pura-pura tidak tau atau mereka akan malu jika Riana menoleh.


“Apa hanya ini saja, ma? Tidak mau nambah?” Tanya Ardian, karena ternyata belanjaan mereka tidak terlalu banyak.


“Sudah cukup. Yang sebenarnya diperlukan ibu hamil itu pola makannya yang baik dan mencukupi kebutuhan gizi yang tepat. Dia tidak akan tercukupi jika hanya dengan susu atau yoghurt, lihat bagaimana menu makanannya juga” Sahut Rifa.


Ardian mengangguk. Pikirannya sekarang melanglang buana ke kejadian tadi pagi, Riana begitu tidak terurus dari penglihatannya. Apakah dia selalu rajin ke dokter kandungan? Pikir Ardian. Lelaki itu bahkan meragukan pikirannya benar.


“Bu, nanti mampir ke toko baju ya. Sepertinya Riana tidak membawa banyak baju ganti. Biar dia nyaman dengan baju hamil nanti” Sahut Ardian.


Entah apa yang ada di pikirannya hingga dia berpikir untuk membeli baju santai untuk ibu hamil.

__ADS_1


__ADS_2