Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Arianti di Kontrakan


__ADS_3

Semalam Riana dan Rifa sudah diberitahu oleh Ardian bahwa lelaki itu akan datang selepas jam kerja berakhir.


Perasaan Ardian sudah cukup tenang meninggalkan Riana, mengingat wanita itu sudah di temani mamanya. Lelaki itu tentu tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama, apalagi toko Riana juga sudah dikelola olehnya.


“Riana mau mengambil barang-barang di kontrakan” Pamit Riana pada mamanya.


“Biar mama temani” Ucap Rifa.


Riana menahan sang mama, “Tidak apa ma, Riana berangkat sendiri” Ucapnya. Riana pun tidak mau jika mamanya lelah karena harus menemaninya kemana-kemana.


Dengan sangat berat hati pun, Riana akhirnya pergi seorang diri ke kontrakannya dulu. Semoga saja tidak ada orang disana, mengingat Nathan seharusnya mengurus kebun.


Dengan langkah ragu, Riana masuk ke pekarangan rumah itu. Harapannya harus pupus ketika melihat motor Nathan terparkir di garasi kontrakan.


Huh


Riana mengambil napasnya berat. Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja, Riana hanya terus merapalkan kata-kata itu sembari melangkahkan kakinya.


Tok


Tok


Tok


Riana mengetuk pintu itu, meskipun sebenarnya dia masih ada hak untuk memasuki rumah tersebut dengan bebas.


Ceklek

__ADS_1


Deg


Jantung Riana seolah langsung berhenti berdetak, seseorang yang membuka pintu bukanlah Nathan.


“Mau apa?” Tanya wanita itu.


“Kau yang sedang apa?” Tanya Riana balik.


“Ini bukan rumahmu” Sahut wanita itu.


Riana tersenyum remeh, manatap wanita di hadapannya dari atas hingga bawah.


“Siapa sayang?”


Nathan keluar dari dalam, bertanya pada Arianti karena wanita itu tak kunjung masuk setelah membuka pintu untuk tamu.


“Aku hanya ingin mengambil barang-barangku” Sahuta Riana, menyingkirkan Arianti dari hadapannya dan melewati Nathan begitu saja menuju kamar utama.


“T-Tunggu, jangan masuk kesana” Nathan mencoba mencegah Riana, lelaki itu dengan sigap berlari demi menghalangi jalan wanita yang masih ber-status menjadi istrinya.


Tanpa menghiraukan Nathan, Riana langsung melesat masuk ke dalam ruangan itu.


Wah, betapa terkejutnya melihat baju Arianti dan Nathan masih berserakan di lantai.


Cih, sangat menjijikkan sekali. Wanita itu masuk, mencari laptop dan beberapa berkas penting yang sempat tertinggal, tidak lupa sisa bajunya yang masih ada disana.


“Dimana laptopku?” Tanya Riana saat tidak mendapati laptopnya dimanapun.

__ADS_1


Hening


Baik Arianti maupun Nathan tidak ada yang merespon ucapannya.


“Katakan, Jeremy Nathan”


Tidak apa jika itu adalah barang lain, nyatanya laptop itu berisi data-data toko sejak awal berdiri beberapa tahun lalu.


“Aku menjualnya” Jawab Nathan singkat.


Si*l, Riana segera menghampiri Nathan. Gemas sekali dengan lelaki itu lama-lama.


Plak


“Sangat tidak tau diri” Gumam Riana lalu pergi membawa barang bawaannya.


Ardian sudah berdiri di depan pintu, ia melihat semua yang terjadi di luar kamar, sejak Riana bertanya kemana laptopnya berada hingga sekarang Arianti malah mau menjambak Riana dari belakang.


“Jika kau berani menyentuh Riana seujung rambut saja, maka lihat apa yang akan aku lakukan pada kalian berdua” Ucap Ardian.


“Cih, lihat siapa yang datang” Sahut Arianti.


Ardian mendekat ke arah mereka, benar-benar tidak tau diri memang sepasang kekasih yang sedang berselingkuh itu.


“Dear Nathan, aku sudah mengambil uang sisa masa kontrakan ini untuk beberapa bulan ke depan. Jika kau masih ingin berada di rumah ini maka, bayar! Kau sudah menjual laptop Riana bukan? Bayar saja dengan uang itu ‘jika masih ada’. Dan kau Arianti, bersiap saja menjadi korban selanjutnya dari lelaki bej*t ini” Ucap Ardian lalu pergi mengajak Riana.


Jangan tanya Ardian kenapa bisa ada disana. Diam-diam lelaki itu selalu memperhatikan Riana dari CCTV, ketika melihat Riana keluar rumah, dia segera menghubungi mama Rifa. Untung saja mama Rifa tidak banyak omong, langsung mengatakan Riana pergi ke kontrakannya dengan Nathan.

__ADS_1


Tidak perlu banyak bicara, Ardian segera menyusul dan benar kan? Nathan terbukti sangat bajing*n.


__ADS_2