Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Tidak Mengaku


__ADS_3

“Apa yang kau lakukan padanya?” Tanya ibu Nathan pada Arianti.


Jujur saja, sebenarnya wanita paruh baya itu tidak mengerti apapun. Terlepas dari apa yang dilakukan dirinya pada Riana tapi, tujuannya bukanlah melenyapkan bayi itu.


“Tidak ada” Jawab Arianti, seperti tidak memiliki rasa bersalah sama sekali.


“Jawab yang benar” Ucap ayah Nathan.


Lelaki paruh baya itu jelas sudah tau bahwa keluarga yang ia tempati sekarang adalah keluarga yang penuh kelicikan. Mana mungkin langsung percaya begitu saja.


“Aku tidak melakukan apapun, yah. Dia saja yang bersandiwara untuk membuatku selalu merasa jelek di hadapan kalian. Buktinya Ardian tidak apa-apa, itu the yang sama, dari satu teko yang sama, mana mungkin Riana sekarat sedangkan Ardian tidak” Jawab Arianti penuh percaya diri, seolah dirinya tidak lagi disudutkan setelah mengungkapkan alasan yang masuk akal.


“Bagaimana jika ternyata kau berbohong?” Ucap Ayah Nathan.


“Aku tidak pernah berbohong. Ayah, ayolah sekarang ini menantumu bukan lagi Riana tapi, aku. Arianti” Ucap Arianti yang mulai geram dengan sikap ayah mertuanya yang selalu membela Riana.


“Jika terjadi apa-apa dengan anak itu, apa kau mau tanggung jawab?” Ucap ibu Nathan.

__ADS_1


Arianti diam, menurut penulusurannya di media sosial, seharusnya tidak terjadi hal yang serius.


“Hanya itu satu-satunya senjata yang kita punya untuk mengambil setidaknya sebagian harta Riana. Kau pikir itu digunakan oleh siapa jika bukan olehmu juga? Kau bahkan tidak akan mampu membiayai kami yang sengsara begini” Sahut ibu Nathan.


Ayah Nathan hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar penuturan istrinya, benar-benar mereka sudah gelap mata dan gila akan harta.


“Apa menurutmu Riana mau memberikan hartanya kepada kita? Jelas tidak! Sadarlah kau ini siapa. Nathan salah menikahi wanita sebaik Riana, aku juga salah memberi restu kepada mereka untuk menikah. Benar-benar lebih baik kalian enyah daripada terus mengganggu kehidupannya” Sahut ayah Nathan.


Kesabarannya sudah habis, melihat bagaimana istri, anak dan juga menantu barunya bertindak begitu serakah.


“Ck, diam saja kau. Memangnya kita harus hidup darimana? Nathan mengurus kebun saja sudah tidak seperti dulu, kau juga mana bisa bekerja dengan kondisimu yang bahkan duduk saja masih dibantu, apalagi Arianti perutnya yang besar itu selalu menjadi alasan untuk ketenangannya di rumah”


“Jangankan untuk membantuku, membersihkan kamarnya sendiri saja tidak pernah. Berbeda sekali dengan Riana dulu, aku bahkan sampai tidak bisa melakukan pekerjaan apapun karena dia semua yang mengerjakan” Lanjut ibu Nathan, lagi-lagi membanggakan Riana dari sisi itu.


“Setidaknya dia tau cara menjadi menantu yang baik” Omelnya tidak berhenti-henti, membuat Arianti muak.


Bahkan disaat ibu mertuanya mengakui memeras Riana saja masih sanggup dia memuji mantan menantunya itu.

__ADS_1


Rasanya begitu sesak dan menjijikkan di telingan Arianti, lalu bagaimana dia bisa tidak memupuk dendam dengan sosok Riana?


“Ya, aku memang tidak bisa apa-apa tapi, lihat bagaimana kalian dulu menginginkan aku yang masuk ke dalam rumah ini” Sahut Arianti.


Benar memang, bukankah dulu keluarga itu yang mengundangnya datang? Merestui hubungannya dengan Nathan di belakang Riana?


“Cih, tinggal menunggu saja kapan akhirmu disini” Ucap ayah Nathan.


Nathan lalu angkat bicara setelah lama terdiam, menyaksikan kehancuran keluarganya sejak tadi, “Arianti jujur saja, apa yang kau lakukan kepada Riana tadi?” Tanyanya.


“Tidak, aku hanya memberinya teh” Jawab Arianti.


“Hey, jujur saja. Aku tidak akan marah” Ucap Nathan, menuntuk wajah istrinya agar menatapnya.


Memang tidak ada jurus yang lebih ampuh selain dari kelembutan seorang lelaki terhadap wanitanya, bukan? Arianti memang sudah tenggelam oleh pesona Nathan yang satu ini.


“A-Aku,…” Arinati masih berfikir takut jika nanti Nathan ternyata juga akan memarahinya.

__ADS_1


“Tidak ada, aku serius aku tidak melakukan apapun dengannya” Ucap Arinati, akhirnya dia memilih menyembunyikan perlakuannya kepada mantan istri suaminya.


__ADS_2