Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Hari Natal


__ADS_3

“Kau libur kan hari ini?” Tanya Nathan, memeluk Riana yang sedang memasak dari belakang.


“Hmm” Riana hanya berdehem sebagai jawaban, mengiyakan ucapan Nathan.


Sudah terlewat beberapa hari sejak hari itu, hari dimana Nathan dan sang ibu b mertua belanja untuk menghabiskan uangnya. Bahkan ini sudah masuk di moment natal.


Toko tetap buka seperti biasa karena itu adalah toko muslim tapi, tentu saja Riana libur mengingat dirinya sendiri merayakan natal.


“Nanti ibu dan ayah akan kemari” Ucap Nathan.


“Kau sudah mengatakannya berulang kali sejak kemarin” Sahut Riana.


“Kau tidak mau menyiapkan sesuatu? Atau apa begitu?”


Riana mengernyitkan keningnya bingung, memangnya dia harus menyiapkan apa?


“Tidak ingin masak-masak atau gimana?” Lanjut Nathan, seolah tau isi pikiran istrinya.


“Memangnya sekarang aku sedang apa?” Tanya Riana, masih fokus dengan masakannya.


Nathan terdiam ya, tidak salah sih tapi, maksud dia kan bukan itu sebenarnya. “Maksudku masak bersama untuk nanti malam” Ucapnya.

__ADS_1


“Ya kan untuk nanti malam Nathan. Memangnya harus di siapkan saat ini juga? Ini kan masih pagi” Ucap Riana.


Nathan mengangguk.


Rumah tangga mereka terkesan tidak begitu harmonis sejak awal bukan? Entah bayangan apa yang bisa di gambarkan untuk masa depan nanti.


Sebisa mungkin Riana menjadi istri yang baik, seperti saat ini contohnya, membuatkan kopi untuk Nathan yang sedang sibuk bermain game. Hari-harinya hanya dihabiskan dengan bermain game tanpa berniat mencari pekerjaan? Jangan lupa, Nathan adalah kepala keluarga.


“Terimakasih” Ucap Nathan.


Setelah sarapan, Riana langsung melanjutkan pekerjaannya yang belum rampung sepenuhnya sedangkan Nathan sudah berada di ruang tamu masih dengan gadget dan aplikasi game-nya atau menunggu keluarganya datang?


Tong


“Selamat pagi” Ini adalah suara ibu mertua Riana, langsung masuk ke ruang tamu yang ternyata bersama rombongan keluarga besarnya.


“Ini rumah baru Nathan, bagus kan?” Ucap ibu mertua kepada keluarganya.


Riana masih berada di belakang, bersiap menemui keluarga suaminya tapi, apa yang dia dengar? Rumah baru NATHAN?


“Tidak sia-sia punya usaha sendiri, mereka bisa dapat tempat tinggal yang begitu baik” Lagi-lagi ibu mertua menyombongkan diri.

__ADS_1


Riana tidak bisa berkata-kata, dia hanya menemui keluarga mertuanya sebentar sebelum akhirnya menyiapkan hidangan untuk mereka semua.


Tadi pagi-pagi sekali, sekitar pukul tiga dini hari, wanita itu sudah bangun untuk membuatkan kue natal.


Sudah menjadi tradisi di keluarganya, setelah berdoa bersama biasanya mereka akan menyantap kue natal bersama sambil menonton film rohani lalu bermain game, makan malam dan di akhiri dengan tukar kado. Itu sangat menyenangkan.


Setelah meletakkan hidangannya, mbak Megan kembali membuat ulah, “Riana, tips membuat suami betah di rumah bukan hanya tentang makanan dan ranjang tapi, juga penampilan, kau bahkan terlihat masih sangat kucel di jam begini, Nathan itu tampan kau seharusnya bersyukur memiliki dia dan mengubah penampilanmu menyeimbangi dia” Ucapnya.


“Maafkan aku mbak tapi, aku memang sibuk sejak tadi” Sahut Riana masih dengan senyumnya.


“Nathan saja pakai skincare, apa kamu tidak pakai? Bekas jerawatmu terlihat dimana-mana, tidak menutup kemungkinan Nathan terganggu dengan hal itu”


Riana tersenyum kecut, lagi-lagi perihal fisik.


“Oh ya, katanya kamu punya toko fashion kan? Boleh dong di ajak kesana” Ucap seseorang yang di ketahui itu adalah kakak dari mbak Megan.


“Boleh, nanti setelah ke gereja kita bisa mampir ke toko. By the way kalian kesini naik apa?” Tanya Riana, masih dengan senyum manisnya dan sedikit basa-basi.


“Kita memesan driver mobil online di aplikasi” Ucap mbak Megan.


“Kan nanti bisa pakai mobil kamu ke gereja, pulang nanti juga kan bisa di antar” Ucap ibu mertua, dan Riana hanya mengangguk mengerti.

__ADS_1


__ADS_2