Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Arianti di Dalam Jeruji Besi


__ADS_3

Setelah masuk di jeruji besi beberapa waktu lalu, Arianti terlihat tidak terurus. Makannya tidak teratur, bahkan mertuanya dan juga Nathan sama sekali belum menjenguk.


Hanya ayah dan ibunya yang peduli sekarang.


“Apa kau yakin ingin bertahan?” Tanya ibu Arianti.


Arianti mengangguk, keputusannya sudah bulat. Seberapa pun cintanya dengan Nathan, dia tidak bodoh. Dia tidak lagi mau memgemis cinta kepada lelaki yang bahkan tidak peduli ketika dirinya berada di bawah seperti sekarang ini.


“Bukankah seharusnya dia yang menggugatmu?” Sahut ayah Arianti.


Arianti terdiam, “Seharusnya dia bertanggung jawab atas apa yang terjadi, semua kekacauan ini tidak terjadi begitu saja. Dia sudah memilih putri kita tapi, dia tidak mau tau ketika sampai di titik rendah begini” ibu Arianti membela putrinya.


“Cih, salah anak kita juga kenapa mau di jadikan selingkuhan oleh lelaki miskin seperti Nathan?” Sahut ayah Arianti.


Ayahnya itu, sejak awal memang tidak menyukai hubungan putrinya dengan Nathan. Bukan hanya karena dalam segi ekonomi tapi, sebagai lelaki dia jelas tau bagaimana laki-laki baik dan tidak.


Dengan menjadikan putrinya sebagai selingkuhan saja sudah membuktikan bahwa Nathan adalah lelaki tidak baik.


“Jika kau tidak bisa hadir, Nathan juga menolak maka akan percuma” Ucap ibu Arianti.


“Biarkan saja semua mengalir begitu saja” Sahut ayah Arianti.


Saat itu, polisi keluar. Dia mengatakan pada orang tua Arianti bahwa waktu jenguknya sudah habis tapi, saat itu mereka di beritahu bahwa Arianti akan di pindah untuk sementara waktu karena ada suatu alasan tentunya.


Mereka termasuk Arianti hanya bisa pasrah, memangnya apa yang bisa mereka lakukan? Melawan? Itu tidak akan bisa.

__ADS_1


“Baiklah, hati-hati dan jaga dirimu dengan baik. Kami akan mengusahakan kau keluar secepatnya” Sahut ibu Arianti, memberikan kalimat penenang untuk putrinya.


Arianti hanya mengangguk, pasrah.


Arianti segera di bawa ke tempatnya yang baru.


Tapi, sungguh itu terlihat sangat mengerikan daripada sendirian di tempat sebelumnya. Melihat bagaimana orang-orang yang ada di dalam sana begitu mengerikan meskipun sama wanitanya.


Arianti melangkah dengan ragu, memasuki ruangan buruk yang sama sekali tidak ia inginkan.


“Apa aku benar-benar akan berada di sini?” Tanya Arianti dengan nada pelannya.


Tapi, polisi tidak menjawab. Arianti menelan salivanya, “Aku hanya sementara kan disini?” Tanya Arianti lagi.


Polisi wanita itu melirik Arianti sinis, “Masuk saja” Ucapnya dingin.


“Kau sedang melihat apa?” Tanya salah seorang dari mereka ketika polisi sudah pergi.


Arianti menggeleng.


“Kau sedang hamil besar, bisa-bisanya kau melakukan kriminal. Apa yang sudah kau lakukan ha?” Tanya seseorang yang lain.


Sungguh, Arianti tidak ingin membahasnya.


“Aku tidak mau membahas itu jadi, diamlah. Urus saja urusan kalian sendiri” Sahut Arianti sedikit dingin. Dia merasa begitu malas meladeni orang-orang itu. Sepertinya, dia lebih suka sendirian di jeruji sebelumnya.

__ADS_1


“Cih. Kau ini tahanan yang tidak ada bedanya dengan kami. Apa kau sedang merasa begitu suci? Naif sekali” Sahut seseorang tadi.


Wanita itu menunjukkan wajah tak sukanya tapi, Arianti hanya diam. Dia hanya duduk membelakangi mereka semua.


Entah karena rasa kesal atau apa tapi, orang itu berhasil menarik rambut Arianti dengan cepat.


“Aku sangat tidak suka di bantah, aku bertanya dengan baik tapi, sepertinya kau tidak meminta untuk berbuat baik disini”


“Lepaskan aku!” Sahut Arianti, mencoba membela diri dengan memegang rambut panjangnya agar tidak terasa begitu sakit.


“Apa kau tidak ingin tau kenapa aku berada disini?” Tanyanya.


Semua terdiam, tidak berani menjawab apalagi membantah wanita itu.


“Aku membun*h seorang wanita setelah aku memperk*sanya” Bisiknya tepat di telinga Arianti.


Deg


Rasanya jantung Arianti berhenti saat itu juga, dia menelan salivanya. Apa dia melakukan kesalahan? Pikirnya.


“Oh atau kau ingin bernasib sama? Lagipula itu tidak ada bedanya denganku yang berada disini seumur hidup” Sahut wanita itu lagi.


Arianti mati kutu, dia tidak bisa melakukan apapun.


“Le-Lepaskan. Aku minta maaf” Sahut Arianti, akhirnya.

__ADS_1


Wanita itu menatap Arianti dari atas hingga bawah, dia menyunggingkan senyum jahatnya, “Aku akan memaafkanmu tapi, sepertinya harus ada hukuman yang setimpal bukan?”


Wanita itu langsung merebahkan tubuh Arianti dan membuat wanitab hamil di bawahnya menjerit kesakitan sekaligus ketakutan.


__ADS_2