Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Bertemu Rifa


__ADS_3

“Riana” Panggil Ardian.


Mereka sedang berada di perjalanan, Ardian sembari menyetir pun akhirnya membuka suara. Selama dari rumah sakit tadi mereka sedikit canggung. Entah apa yang membuat hal itu terjadi.


“Hm?” Gumam Riana sebagai jawaban, menoleh ke arah Ardian mencari jawaban.


Mata bulat itu selalu berhasil menyihir Ardian, nyatanya bohong jika dia mengatakan sudah bisa melupakan Riana sepenuhnya, buktinya saja dia masih begitu peduli dengan mantan kekasihnya itu.


“Bagaimana kalau kau tinggal dengan mamamu saja di rumah itu, kehamilanmu sudah mulai membesar apalagi dengan penjelasan dokter tadi membuatku sulit dan khawatir jika meninggalkanmu sendirian” Ucap Ardian, memberikan alasan yang tepat agar Riana bisa tinggal dan ada yang menemani di masa-masa sulit ini


Riana menoleh pada Ardian, seseorang yang notabennya ‘bukan siapa-siapa’ sekarang malah lebih perhatian daripada seseorang yang seharusnya menemaninya.


“Ar, kenapa kau baik sekali denganku?” Tanya Riana.


“Kau pernah ada di bagian hidupku yang terbilang cukup penting. Aku selalu menjagamu dengan baik selama bersamaku lalu mana mungkin aku membiarkan orang lain menyia-nyiakanmu? Aku jelas tidak akan mengusikmu selama kau bahagia dengan pilihanmu tapi, jika seperti ini? Jangan menyuruhku untuk pergi karena aku tidak mau” Ucap Ardian.


Ya, pada akhirnya lelaki itu mengakui perasaannya yang tidak pernah berubah.


“Kita langsung menjemput mama Rifa saja ya, nanti kita bantu beberes juga” Ucap Ardian, mengalihkan pmbicaraan.


Riana mengangguk, rasanya aneh juga jika Ardian mengatakan hal seperti itu padanya.


...***...


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Ardian mengetuk pintu itu, bersama Riana di sampingnya. Tidak bertemu dengan sang mama begitu lama membuat Riana sangat gugup, wanita itu menggenggam tangan Ardian sedikit keras, keringat dingin jelas di rasakan oleh Ardian.


“Tenang saja, tidak perlu mengkhawatirkan apapun” Ucap Ardian halus, menatap Riana seolah mengatakan ‘everything gonna be okay’.


“Ma, ini Ardian”


Tok


Tok


Tok


Rupanya wanita itu baru selesai mandi, terbukti dari rambutnya yang masih basah, dililit handuk kecil asal, tergopoh-gopoh membukakan pintu untuk tamunya.


Ceklek


Deg


Mata Riana dan mama Rifa saling menatap, keduanya terdiam sesaat, mencoba mencerna perasaan satu sama lain.


“Riana? It’s you? Ini benar-benar dirimu?”

__ADS_1


Setelah sadar, Rifa segera memeluk putrinya. Dia menangis sejadi-jadinya, menyalurkan rasa rindu yang sudah mengembun lama di dalam dirinya. Dengan segala kesadaran, Riana pun membalas pelukan sang ibu, “Maaf” hanya itu yang mampu terucap dari bibirnya.


Riana menyesal, sangat menyesal. Tidak pernah ia bayangkan jika pada akhirnya mereka akan bertemu di kondisi yang seburuk ini.


“Maafkan Riana, ma” Ucap Riana, derai air mata mengucur di pipinya. Sesekali wanita itu mencium tangan sang ibu. Semua rasa bersalah dan rasa menyesal bercampur menjadi satu.


“Tidak apa-apa, semua yang sudah terjadi biarlah terjadi” Ucap sang mama.


Ardian yang melihat momen haru itu hanya bisa terdiam, menjadi saksi bagaimana keduanya meraih rindu yang selama ini menggebu.


“Kau terlihat sangat kurus, ayo masuk dulu. Nanti kita cerita di dalam” Ucap Rifa.


Wanita paruh baya itu mempersilahkan putrinya dan juga Ardian masuk.


“Kamarmu masih sama, mama hanya membersihkannya sesekali, kau bisa istirahat jika mau” Ucap Rifa, dia pergi ke dapur guna membuatkan minuman dan menyajikan camilan untuk Ardian.


“Aku akan menemani Ardian saja disini” Sahut Riana.


Entah kenapa, mendengar hal itu cukup membuat bibir Ardian terangkat, seperti ada ribuan kupu-kupu melayang terbang di perutnya.


“Oh iya, omong-omong kalian darimana? Kok pagi-pagi sekali sudah sampai disini hm? Ardian bilang kemarin akan menjemput mama agak siang, makanya mama tidak terburu-buru” Ucap Rifa sembari meletakkan nampan di meja.


“Dari dokter, memeriksakan kandungan. Ardian baik sekali, dia banyak membantuku” Ucap Riana. Dia melihat Ardian sekilas lalu kembali menatap mamanya.


“Mama nanti tinggal disana saja ya, rumah ini nanti biar diisi sama pembantu rumah tangga di rumah Ardian jadi, biar tidak di tinggalkan kosong. Riana tidak ingin pindah kesini karena mungkin saja Nathan akan kembali mencarinya jadi, mama siap-siap saja dulu” Sahut Ardian, to the point.

__ADS_1


__ADS_2