Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Ditinggal Beberapa Hari


__ADS_3

“Besok, pergi ke toko. Aku banyak mengurangi karyawan akhir-akhir ini, awasi staff produksi mesin di gudang belakang toko” Ucap Riana pada Nathan.


Malam itu, Riana membawa pulang makanan kesukaan Nathan, setelah menyelesaikan makan malamnya, mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menonton siaran televisi.


Riana sengaja memasukkan suaminya ke toko bukan tanpa alasan, setidaknya lelaki itu bekerja dulu.


“Apa aku tidak di tenpatkan di ruangan yang sejajar denganmu?” Tanya Nathan.


“Aku tidak pernah perhitungan perihal uang, kau hanya harus menunjukkan tanggung jawabmu sebagai kepala rumah tangga bukan? Jika gajimu bukan untuk aku, setidaknya orang tuamu harus tetap diberi pemasukan” Ucap Riana.


“Omong-omong, bagaimana jika aku membantu ibu saja? Apa kau tidak malu jika suamimu berada di level bawahmu di toko?”


Nathan memang memiliki gengsi yang cukup tinggi, terbukti dengan kasus ini bukan?


“Terserah padamu, asalkan kau tidak berada enak-enak di rumah dan aku yang bekerja, itu akan memberi kesan lebih buruk, apa tidak malu dengan saudara dan tetangga-tetanggamu?” Sahut Riana.


Nathan hanya tersenyum tanpa dosa, seperti tidak terjadi apa-apa.


“Baiklah, aku akan pergi ke rumah saja untuk membantu di sana” Jawab Nathan lalu memeluk istrinya.


“Maafkan aku belum bisa membahagiakanmu sampai hari ini” Lanjutnya dengan lembut.


Riana hanya diam, menerima perlakuan manis Nathan padanya, jarang sekali Nathan berlaku romantis begitu, bukan?


...***...


Keesokan harinya Riana kembali fokus dengan tokonya, rasanya lega meskipun uang tabungannya harus ludes habis.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, nanti bisa menabung lagi” Gumam Riana, bermonolog dengan dirinya sendiri.


Tok


Tok


Tok


“Masuk” Sahut Riana, sedikit mengeraskan suara, agar seseorang di luar pintu ruangannya mendengar.


“Ada apa, Lea?” Tanya Riana langsung sesaat setelah kasir sekaligus orang kepercayaannya itu di toko.


“Ini ada beberapa berkas yang harus dilihat, mbak. By the way, besok anda harus pergi ke Bandung untuk beberapa hari, menjadi pemateri di seminar kampus”


Riana menganggukkan kepalanya, “Apa aku harus berangkat sendiri?” Tanyanya.


“Tidak, aku akan berangkat besok. Urus saja berkas-berkasnya, jangan lupa kabari aku untuk jadwal-jadwalnya” Ucap Riana.


“Baik, mbak. Saya permisi”


Setelah selesai dengan bincang-bincangnya, Lea segera meninggalkan ruangan Riana.


“Ck lalu bagaimana dengan Nathan? Bagaimana makannya di rumah? Apa aku menyuruhnya tinggal dengan orang tuanya dulu?” Gumam Riana, memikirkan nasib Nathan jika di tinggal sendiri, mengingat suaminya itu sedikit rewel saat bangun dan makan. Benar-benar menjadi istri yang perhatian, meskipun beberapa kali tidak begitu baik komunikasi yang mereka jalin.


...***...


“Besok aku akan ke Bandung, jadi pemateri di seminar salah satu kampus. Mungkin tiga samapi empat hari aku disana” Ucap Riana pada Nathan saat mereka bertemu di sore hari setelah melakukan kegiatan sepanjang hari tadi.

__ADS_1


“Sendiri?” Tanya Nathan.


“Tentu. Kalau kau mau, daripada tinggal di rumah sendiri dan makanmu tidak teratur, lebih baik jika kau tinggal di rumah orang tuamu dulu sampai aku pulang, aku khawatir dengan pola makanmu” Ucap Riana.


“Tidak apa-apa, aku bisa di rumah sendiri. Kau bisa memberiku uang untuk aku membeli makan jika lapar” Ucap Nathan santai, bahkan tidak malu saat meminta uang kepada istrinya.


Riana terlihat senyum, sabar juga menghadapi suaminya. Wanita itu mengerti bahwa Nathan belum bekerja.


“Oke, nanti aku transfer” Ucap Riana tidak banyak kata.


“Cash saja sayang, yang seratus ribu di transfer ya, buat game” Jawab Nathan.


Riana mengangguk, memberikan satu juta tiga ratus ribu dan mentransfer Nathan seperti yang dikatakan tadi.


“Kurang seratus ya sayang, satu juta lima ratus kan totalnya?”


Bahkan seratus ribu menjadi perkara untuk Nathan.


“Iya” Sahut Riana sebagai jawaban.


“By the way tadi ibu bilang kau melunasi semua hutangnya?”


Ternyata ibu mertuanya itu mengatakan pada Nathan perihal sesuatu yang terjadi semalam.


“Kau bisa membayar hutang segitu banyak tapi, tidak mau membeli rumah untuk kita. Atau kita bahkan bisa honeymoon dengan uang itu daripada harus terbuang sia-sia seperti semalam, kenapa tidak tanya dulu denganku?” Lanjut Nathan saat tidak menerima jawaban apapun dari Riana.


Sebenarnya, Riana tidak tau apa isi pikiran suaminya sampai bisa berpikir seperti itu.

__ADS_1


“Apa jalan-jalan sangat penting daripada keluarga untukmu?” Tanya Riana lalu pergi ke kamarnya untuk istirahat.


__ADS_2