Suami Tidak Tau Diri

Suami Tidak Tau Diri
Jatuh


__ADS_3

Riana melanjutkan kegiatannya memanen cabai dan juga tomat, sementara menunggu Nathan yang juga melanjutkan pekerjaannya.


Hal ini berlangsung hingga sore menyapa, ketika sang surya ingin menutup diri. Riana masuk rumah lebih dulu, membersihkan diri dan memasak sebagai makanan penutup kegiatan hari itu.


Megan sudah pulang dan ketika ada Riana, ibu mertua tidak akan melakukan kegiatan lain selain bersantai, mengandalkan menantunya saja untuk tugas rumah tangganya.


Bug


“AAARGHH”


Mendengar suara teriakan itu, Riana segera mematikan kompor dan mengikuti ibu mertua yang sontak keluar. Melihat ayah mertuanya sudah terbaring di bawah pohon besar, tentu saja Riana dibuat kaget bukan main.


“Nathan, apa yang terjadi?” Riana bertanya kepada suaminya, bahkan ingin membatu ayah mertua yang terlihat pucat pasi, “Jangan di sentuh, telepon ambulance saja” Sahut Nathan.


“APA KAU SUDAH GILA MEMBIARKAN AYAHMU SEPERTI INI??” Riana naik pitam tapi, tetap mendial nomor ambulance.


“Ayah tersetrum di atas pohon sana lalu terjatuh, jika kau menyentuhnya akan besar kemungkinan kau juga tersetrum” Ucap Nathan.


Ibu mertua yang tadinya hanya diam kini berlari menuju rumah sanak saudaranya.

__ADS_1


“Matikan semua aliran listrik yang menuju kemari lalu singkirkan kabel-kabel itu. Jangan sampai tanganmu basah” Pinta Riana kepada suaminya.


Wanita itu cukup tau dengan penanganan-penanganan dasar seperti ini, mengingat dulu ketika sekolah dia adalah ketua PMR.


“Tidak mau, bagaimana kalau aku yang tersetrum”


Ck, tanpa banyak berkata lagi Riana segera mencari saklar listriknya lalu kembali dan menyingkirkan beberapa kabel yang berada di sekitar ayah mertuanya. Ia tau, itu sedikit beresiko apalagi seharusnya dia menjaga jarak setidaknya enam meter dari sang ayah. Tapi, itu tidak masalah, pasrah saja dengan Tuhan.


Nathan yang semula takut, melihat Riana yang begitu berani pun ikut tergerak hatinya.


“Jangan mendekat, biar aku selesaikan sendiri” Sahut Riana kepalang kesal dengan suaminya dan membereskan semuanya sendiri sembari menunggu ibu mertua dan juga ambulance datang.


Saat di lihat lagi, ayah mertua perlahan menutup matanya.


Riana melihat keadaan sang ayah mertua dari atas sampai bawah, tidak ada luka. Menurutnya, mungkin sudah aman atau boleh menyentuh lelaki paruh baya itu.


Riana akhirnya mendekati sang ayah mertua. Mengecek denyut nadinya, syukurlah masih berdenyut.


“Riana, kau berani sekali?” Gumam Nathan.

__ADS_1


“Jangan banyak bicara, susul saja ibumu dan kembali membawa bantuan” Sahut Riana yang segera diikuti dengan larinya Nathan menyusul ibunya.


“Apakah ibu menggosip dulu? Kenapa tidak kembali-kembali?” Gumam Nathan sambil mengayunkan kaki menelusuri jalan.


Bodohnya saja, kenapa tidak membawa mobil Riana atau motor butunya?


Di sisi lain, Riana segera berpindah tempat menuju kaki ayah mertuanya yang ternyata masih setengah sadar karena pria paruh baya itu sempat mengeluh tadi.


“Ayah, apa aku bisa mengangkat kakimu? Kau terlihat pucat dan lemas bahkan hampir pingsan. Tindakan yang bisa dilakukan sekarang hanya mengangkat kakimu sedikit lebih tinggi” Ucap Riana, menjelaskan sesuatu yang sedikit ia mengerti.


“T-Tidak. Aku rasa kakiku begitu sakit” Jawab sang ayah mertua. Riana pun mengangguk mengerti, dia tidak akan menyentuhnya, itu tidak boleh menurut medis.


Yang bisa dilakukan Riana sekarang hanya berdoa dan menunggu bantuan.


Tidak lama, orang-orang mulai berbondong-bondong menuju lokasi kejadian, ingin tau bagaimana keadaan pria paruh baya yang keadaannya sudah cukup memprihatinkan itu.


“Kenapa tidak ada yang menolong?” Tanya Riana pada semua orang, wanita itu terkesan tidak suka dengan kehadiran semua orang yang bahkan hanya sibuk melihat dan bergosip.


Suara ambulance mulai terdengar dari jauh sana.

__ADS_1


“Lebih baik jika kalian tidak mengerumuni ayah mertuaku, biarkan pihak medis menanganinya dengan baik” Sahut Riana, memberi penjelasan kepada salah satu pihak medis perihal kronologi kejadian yang ia tau sebelum akhirnya ayah menrtuanya di angkut untuk diberikan pertolongan pertama.


Riana ikut di ambulance sedangkan Nathan, ibu mertua dan beberapa anak saudara membawa mobil Riana.


__ADS_2