
Hari demi hari terus berlalu, Riana terus memikirkan perkataan mamanya tapi, disisi lain Nathan terus meyakinkan dirinya.
“Kau kenapa hm?” Tanya Nathan.
“Tidak ada apa-apa” Jawab gadis itu.
“Masih memikirkan mamamu?”
Riana mengangguk, hatinya sangat resah. Bingung dan kalut dirasakannya beberapa hari terakhir, apalagi setelah membuktikan ucapan mamanya bahwa kalung yang digunakan oleh Nathan memang benar-benar tidak boleh di lepas.
“Sudahlah, tidak perlu terlalu dipikirkan. Jika kau memang ingin menikah, ayo menikah dan hidup dengan damai sendiri, buktikan pada mamamu jika ucapannya salah, tidak mungkin kau tidak mendapatkan kebahagiaan dariku” Ucap Nathan.
Seolah terhipnotis, Riana hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.
...***...
Beberapa minggu kemudian, Nathan dan Riana akhirnya menikah tanpa kehadiran Rifa, ibu dari Riana.
Pemberkatan dilakukan di gereja dan resepsi berada di gedung mewah.
“Saya, Jeremy Nathan menerima engkau Riana Roseline , sebagai istri satu-satunya dan sah di mata Tuhan. Saya berjanji akan selalu mengasihimu, baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita. Saya berjanji segala milikku adalah milikmu juga”
Pendeta lalu mempersilahkan Riana untuk mengucapkan janji pernikahannya kepada Nathan.
“Saya, Riana Roseline menerima engkau Jeremy Nathan, sebagai istri satu-satunya dan sah di mata Tuhan. Saya berjanji akan selalu mengasihimu, baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita. Saya berjanji segala milikku adalah milikmu juga”
“Baik, sekarang kalian bisa berci*man” Ucap sang pendeta.
Tidak butuh waktu lama, Nathan segera menyosor Riana.
__ADS_1
Tidak jauh dari altar, terlihat Ardian tersenyum kecut lalu naik ke atas pelaminan dan memberi ucapan untuk teman masa kecil dan mantan kekasihnya.
“Selamat, semoga kalian memiliki kehidupan yang bahagia” Ucap Ardian menyalami mereka lalu pergi.
Setelah tamu agak renggang, Riana terdiam, seperti melamun?
“Kenapa sayang?” Tanya Nathan, mengelus tangan istrinya pelan.
“Sedih ya, ketika di hari bahagiaku mama tidak datang” Ucap Riana.
Nathan yang mengerti akan hal itu hanya terus mengelus tangan Riana, menyalurkan kenyamanan disana.
“Mamamu tidak peduli denganmu, disini kamu sudah memiliki keluarga baru” Jawab Nathan singkat lalu mereka kembali sibuk dengan tamu.
Acara digelar dengan meriah hingga malam hari, setelah itu mereka pulang. Tentu saja Riana pulang ke kediaman Nathan, mengingat mamanya sudah mengatakan bahwa dirinya tidak lagi diterima jika menikahi Jeremy Nathan.
“Katakan padaku, apa yang sudah kau lakukan selama ini dengan Ardian?” Tanya Nathan.
Riana menjawab apa adanya, “Hanya jalan-jalan, membangun bisnis, itu saja”
“Sekian tahun? Skin touch?” Tanya Nathan mencoba menggali informasi private dari wanitanya.
“Skin touch? Pegang tangan, pelukan, and nothing more then kissing”
Tidak ada yang salah bukan? Memang itu yang terjadi.
“Kau yakin hanya itu?”
“Iya, sudahlah aku mau membersihkan diri dulu” Ucap Riana lalu masuk ke kamar mandi,
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
“Apa kau tidak ingin mandi denganku?” Ucap Nathan dari luar pintu.
Riana pura-pura tidak mendengar ucapan nakal itu, melanjutkan ritual mandinya.
Ceklek
Riana celingak celinguk, mengeluarkan kepalanya dari daun pintu. Gadis itu lupa membawa baju ganti ke kamar mandi tadi.
Gadis itu merasa sangat lega melihat Nathan sudah memejamkan mata di kasurnya. Riana berjalan mengendap-endap, membuka lemari perlahan, niatnya tidak ingin membangunkan Nathan tapi, sepertinya takdir berkata lain.
Grep
Sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya, “Jangan harap bisa lolos malam ini sayang” Bisik Nathan.
Riana harus menelan salivanya susah payah, “Kau tidak mau bersih-bersih dulu?” Tanya Riana.
“Mau aku bersih-bersih dulu?” Tanya Nathan balik.
“Tentu saja, setelah sibuk seharian setidaknya mandi Nathan” Jawab Riana.
Nathan hanya mengangguk, mengambil handuknya lalu segera masuk ke kamar mandi, sedangkan Riana buru-buru mengganti bajunya dan langsung bersembunyi di balik selimut.
“Aku akan berpura-pura tidur” Ucap Riana lalu memejamkan matanya, hingga tidak sadar mungkin terlalu lelah, dirinya benar-benar tertidur.
__ADS_1