
Mendapat perintah dari Garra, sekretaris Ang segera menemui Dokter dan menyampaikan ucapan Garra.
Dengan perasaan yang tentu saja sedikit khawatir Dokter yang menangani Mia pun menemui Garra di ruangan di mana Mia dirawat.
Sang Dokter kini sudah duduk berhadap hadapan dengan Garra dan juga Bi Sumi.
Sementara sekretaris Ang berdiri di sisi meja.
Beberapa saat semua terdiam. Raut gusar begitu tergambar di wajah Garra. Pria itu terlihat menarik nafas dalam dan kemudian akhirnya bertanya pada Sang Dokter setelah menoleh pada Bi Sumi yang mengangguk, memberi isyarat agar Garra memulai pembicaraan.
"Dokter!"
"Iya Tuan Muda."
"Bisakah kau menjelaskan secara detail tentang efek samping setelah pengangkatan rahim pada istriku nanti, selain dia tidak bisa hamil lagi? Aku ingin tau yang jelas jelasnya."
Dokter itu terdiam untuk beberapa saat.
"Tuan Muda, apakah ini yang membuat Anda memanggil saya?"
"Yaa. Karena ini permintaan dari keluarga Istriku. Aku harus tau untuk mempertimbangkannya kembali."
Dokter itu mengangguk.
"Baiklah Tuan Muda. Jadi begini, selain tidak bisa hamil dan menstruasi lagi, efek samping permanen yang dirasakan tentu saja adalah Menopause. Adapun gejala Menopause yang akan dirasakan adalah rasa panas yang mendadak, vvagina kering, sering berkeringat saat malam, penurunan gairah sekksual, nyeri saat berhubungan sekksual, dan insomnia. Dan sebenarnya ini memang bisa menganggu kenyamanan untuk Nyonya Mahendra, bukan kenyamanan tapi lebih pada mengganggu keharmonisan hubungan suami istri kalian." jelas sang Dokter.
Mendengar itu, Garra menoleh pada Mia yang terus menatapnya dengan menyandarkan punggungnya di ranjang sana.
'Benar kata Bi Sumi. Meskipun aku bisa menerimanya tapi untuk Mia, dia masih terlalu muda untuk menerima kenyataan ini. Seharusnya Mia masih senang senangnya menikmati pernikahannya.'
Lalu Garra menoleh pada Bi Sumi.
"Bi Sumi, jika memakai obat tradisional obat semacam apa yang bisa digunakan untuk menyembuhkan kanker Mia?"
"Tuan Muda, sebenarnya ini adalah pengalaman pribadi saya sendiri. Saya pernah terkena kanker rahim ketika beberapa tahun setelah melahirkan anak pertama saya. Lalu Mertua saya sendiri yang membuat ramuan untuk saya. Akhirnya saya bisa sembuh dari penyakit itu tanpa harus dioperasi dan saya bisa hamil kembali, bahkan saya mempunyai tiga anak lagi."
"Benarkah? Katakan padaku ramuan apa itu?"
"Benalu. Ya, benalu Tuan Muda. Setiap benalu yang berada di masing masing pohon masing masing mempunyai manfaat yang berbeda beda." tutur Bi Sumi.
"Benalu?" Garra kini menoleh pada sang Dokter.
__ADS_1
"Apa Dokter pernah mendengar itu?"
Dokter itu sejenak berpikir sebelum akhirnya menjawab.
"Meskipun saya belum pernah tau khasiat dari benalu itu sendiri, tapi saya pernah mendengarnya jika Di Eropa, benalu jenis Viscum album sudah sejak lama digunakan sebagai obat karena banyak mengandung senyawa aktif, seperti lectin viscotoxin, flavonoid-flavonoid, terpenoid dan alkaloid-alkaloid tertentu. Kandungan senyawa itu dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kanker. Tapi selebihnya saya sebagai Dokter malah tidak mengetahuinya." jawab Sang Dokter, membuat kelegaan sendiri di hati Garra.
Tiba tiba Garra meraih kedua tangan Bu Sumi dan menggenggamnya erat.
"Bi Sumi, ku mohon bantu aku. Bantu Mia, Bantu istriku. Obati Mia dengan kemampuan obat obatan herbal yang Bi Sumi ketahui. Aku yakin Bi Sumi bisa. Bukankah Mia pernah melakukan itu padaku saat aku juga pernah hampir putus asa dengan penyakit ku dulu?"
"Tuan Muda! Anda tidak perlu meminta, jika anda sudah setuju maka saya akan melakukan apapun untuk kesembuhan Non Mia. Anda harus yakin Tuan muda."
"Terimakasih Bi Sumi. Terimakasih..!" Garra melepaskan tangan Bi Sumi dan kembali berbicara pada Sang Dokter.
"Kalau begitu, batalkan Operasi pada Nyonya Mahendra dan urus semua keperluan untuk perawatan Nyonya di rumah saja." perintah Garra.
"Baiklah Tuan, jika ini sudah menjadi keputusan Tuan Muda. Saya akan segera mempersiapkan semuanya. Menurut saya pribadi, pengobatan tradisional jika berhasil memang lebih baik dari pada tindakan operasi. Dan saya akan terus mengontrol Nyonya setiap saat guna mengetahui kondisi Nyonya apakah nantinya akan ada perubahan." jawab Sang Dokter kemudian permisi untuk mempersiapkan perawatan buat Mia di Rumah Utama Milik Keluarga Mahendra.
Epilog.
Siang itu juga, Mia beserta bayinya keluar dari rumah sakit setelah Dokter memastikan jika Mia sudah diperbolehkan untuk pulang pasca melahirkan.
Lalu Bi Sumi di temani langsung oleh Gani Kuncoro dan Sekretaris Ang, pulang ke kampung halaman siang itu juga untuk mencari benalu di kampung Bi Sumi. Dengan mengendarai satu mobil milik Garra.
Pak Abu, sopir pribadi keluarga Mahendra yang mengendarai. Gani duduk di samping pak Abu, sementara Sekretaris Ang di jok belakang bersama Bi Sumi.
Mereka mendapatkan banyak sekali benalu yang mereka dapatkan dari pohon Mangga yang banyak mereka jumpai di kampung.
Dengan menginap satu malam di kampung Bi Sumi karena memang jarak kampung Bi Sumi lumayan jauh. Dan pagi harinya mereka baru kembali ke Rumah Keluarga Mahendra.
"Apakah benalu ini benar benar bisa menyembuhkan penyakit Kanker Bi?" tanya Sekretaris Ang, dalam perjalanan pulang mereka.
"Begitulah Tuan Sekretaris.
Salah satu khasiat benalu mangga ini adalah untuk mengobati atau melawan sel kanker. Banyak jenis benalu yang dipercaya dapat mengobati penyakit kanker. Salah satu jenis benalu yang dipercaya sebagai herbal untuk melawan kanker ini adalah benalu mangga." jawab Bu Sumi.
"Apa setiap benalu di setiap pohon yang beda juga berkhasiat berbeda?"
"Begitulah Tuan, ada benalu yang bermanfaat ada juga yang tidak. Ada yang bisa untuk obat ada yang tidak. Ada yang lebih manjur lagi, yaitu di pohon teh. Tapi sayang dikampung saya tidak ada perkebunan teh. Jika pun ada sudah pasti akan sulit mendapatkannya karena setiap benalu nya akan dibuang oleh pemilik kebunnya sendiri."
" Benalu Teh, bermanfaat untuk mengobati penyakit kanker, tumor ganas, darah tinggi, jantung, liver, dan baik untuk menjaga stamina tubuh. Semuanya tak lain karena kandungan yang dimiliki benalu teh seperti senyawa catechin, phytol flavanoid likosida, kafein, flavanoid kuersetin, dan antioksidan." jelas Bi Sumi.
__ADS_1
" Cara meramu benalu menjadi obat kanker yakni memetik benalu lengkap dengan buah dan batangnya seperti tadi. Kemudian dicuci, dijemur tanpa langsung di bawah matarahari agar tidak merusak zat hijau daun. Kemudian, daun-daun diremas, direbus dan diminum. Satu ons benalu kering direbus dengan delapan gelas air.
Ada beberapa efek samping yang mungkin akan terjadi selama mengkonsumsi ekstrak benalu, seperti merasakan sakit perut, diare, serta mengalami tekanan darah rendah. Bahkan, pada pemakaian yang salah, benalu bisa menyebabkan kematian. Itu sebabnya harus meminum dengan cara yang benar, dengan meminum
ramuan benalu tersebut 2 kali sehari yaitu pagi sebelum makan serta malam hari sebelum tidur. Dosis minum ramuan ini adalah 2 sampai 3 kali sehari untuk pengobatan serta 1 sampai 2 kali sehari untuk pencegahan sebanyak 1 gelas tiap kali minum." jelas Bi Sumi.
Sekretaris Ang hanya bisa tercengang dengan semua penjelasan Bi Sumi. Mana bisa sekretaris Ang akan meragukan hal ini? Mengingat bagaimana Mia dulu berhasil menyembuhkan Garra dengan Ramuan herbal yang didapatkan Mia dari Bu Asri yang juga mendapatkannya dari kampung Bu Asri. Dengan memadukan totok saraf juga. Dan tentunya Mia mendapatkan pengetahuan itu dari Bi Sumi yang mengajarinya.
Sekretaris Ang pribadi mampu mempercayainya dan yakin seratus persen jika Nyonya Mahendra akan bisa sembuh ditangan Bi Sumi.
____________________
Catatan:
Perlu diketahui, informasi ini saya tulis bukan sekedar dari pengetahuan yang saya dapat ya teman teman? Tapi menurut pengalaman pribadi author sendiri.
Saya pernah mengidap kanker rahim setelah dua tahun dari kelahiran anak pertama saya. Kanker rahim Stadium tiga pada saat pertama kali ditemukan oleh dokter.
Bukan hanya putus asa, namun terasa hancur, apalagi saat saya harus menoleh pada anak saya yang baru berusia dua tahun dan Ibu saya yang setiap saat menangisi saya.
Saat Dokter juga pernah mengatakan jika saya harus melakukan operasi pengangkatan rahim, bukan kami tidak mau, tapi kendala biaya yang bukan sedikit.
Namun akhirnya Tuhan memberi jalan terang, menemukan saya dengan seorang tabib di daerah Serang Banten. Kemudian menyarankan saya untuk mengkonsumsi benalu. Saat itu kami kesusahan mendapatkan benalu di pohon teh ataupun mangga. Kami lebih banyak menemukan di pohon kopi.
Dan Alhamdulillah, setelah beberapa bulan meminum rebusan daun benalu, saya berangsur sembuh. Kemudian total sembuh. Dan saat ini saya sudah memiliki satu anak lagi, berusia hampir Tiga Tahun.
Jika ada teman atau kerabat kalian yang menderita penyakit kanker atau sejenisnya bisa kalian mencoba untuk menyebarkan informasi ini agar banyak diantara mereka pengidap kanker atau tumor bisa selamat tanpa Operasi dan Rumah sakit yang tentu nya akan menyita banyak sekali waktu dan biaya. Anda boleh membaca tulisan ini berulang ulang untuk lebih memahami lagi cara membuat dan meminum ramuan belanu nya yang benar dan tepat.
Tapi perlu diingat, untuk Kanker Darah atau leukimia, saya belum bisa memastikan. Karena Kanker jenis ini termasuk kanker paling ganas diantara kanker kanker lainnya. Tapi apa salahnya jika kita mencoba untuk berusaha?
Bagi yang belum paham dan ingin informasi lebih lengkap boleh hubungi No Wa saya. Saya bersedia berbagi penjelasan lebih lengkap dengan pengalaman saya sendiri.
Terimakasih sudah mau menyimak...
Selamat berjuang untuk para pengidap Kanker!
Bebaskan diri kita dari penyakit mengerikan itu!
Semangat dan jangan pernah menyerah! Ingatlah, Tuhan menciptakan penyakit beserta dengan obatnya!
Salam hangat!
__ADS_1