
Hari ini Mia sedang sendirian. Rupanya Yuri tidak menemani nya karena Mia yang menyuruh. Mia melihat Yuri yang seperti nya sedang Bad mood dan menyarankan Yuri untuk ke kembali ke kamarnya saja.
Mia terlihat sedang serius membaca buku pemberian dari Yuri.
Beberapa buku. Ada biologi dan sebagainya. Mia mulai memeriksa satu persatu dan memilih buku biologi yang membahas tentang proses kehamilan. Tahap awal kehamilan hingga menjadi Janin.
Rasa ingin tau Mia begitu besar, ia bahkan membaca nya berulang kali dan mencoba untuk memahami nya.
"Sebelum Anda mengandung si buah hati, terdapat proses yang rumit dan panjang antara satu sel spermaa dan sel telur. Beginilah proses terjadinya kehamilan menurut Plannedparenthood/ ilmu biologi.
Spermaa merupakan sel yang diproduksi di testis yang kemudian bercampur dengan cairan lain seperti semen. Ia keluar dari alat kelamin laki-laki saat ejakulasi dalam jumlah hingga jutaan. Akan tetapi, hanya satu spermaa yang dibutuhkan untuk membuat kehamilan terjadi.
Sementara, telur tinggal di dalam indung telur dan mereka akan matang setiap bulan. Saat kematangan terjadi, artinya telur sudah siap untuk dibuahi oleh spermaa. Ketika satu telur matang dan meinggalkan ovarium maka tahapan ini disebut juga dengan ovulasi.
Telur kemudian akan hangus dalam waktu 12 hingga 24 jam bergerak melewati tuba falopi, untuk mencari tahu apakah ada spermaa di sekitarnya.
Tahap selanjutnya:
Bila air manii masuk ke dalam vaginaa. Sel-sel spermaa akan berenang lewat leher rahim dan masuk ke saluran tuba mencari sang sel telur. Mereka punya waktu sekitar enam hari dalam pencariannya.
Masuklah ke tahap pembuahan di mana sel spermaa dan sel telur bergabung. Sel telur yang dibuahi bergerak ke bawah saluran tuba menuju rahim.
Pada tahap ini mulai membelah menjadi lebih banyak dan lebih banyak sel layaknya pembentukan bola yang disebut blastokista sampai ke rahim sekitar tiga sampai empat hari setelah pembuahan.
Bola sel tersebut kemudian mengapung di rahim selama dua hingga tiga hari. Bila bola sel menempel pada lapisan rahim maka itu disebut implantasi.
Secara sah, kehamilan sudah dimulai. Kemudian embrio berkembang dari sel di bagian dalam bola. Begitu juga dengan plasenta yang berkembang dari sel-sel di luar bola.
Ketika sel telur yang telah dibuahi ditanamkan di dalam rahim, ia melepaskan hormon kehamilan yang mencegah selaput rahim Anda terlepas. Hal ini menyebabkan perempuan tidak menstruasi. Itu lah sebabnya tidak akan terjadi menstruasi pada wanita yang sedang hamil terkecuali ada kelainan pada selaput rahim nya. Kasus ini jarang terjadi namun ada juga sekitar satu wanita dalam seribu wanita.
Selanjutnya janin akan berkembang dan berkembang. Misalnya, sekitar pada minggu ke-5."
Mia akhirnya mengerti, apa itu spermaa dan apa itu hamil. Lalu beralih ke judul perkembangan janin hingga proses melahirkan sampai buku panduan kehamilan dan seterusnya.
Mia kini paham, kini mengerti.
Dengan jantung dag dig dug memikirkan kehamilan dan proses persalinan.
Jujur , semua pengetahuan itu sungguh membuat Mia ketakutan. Takut hamil , takut ngidam. Takut pada saat melahirkan.
Mia kelimpungan, antara ingin hamil demi Kakek dan Nenek dan takut hamil.
Hingga titik di mana Mia memperkuat mental nya. Dan mengiyakan kata hatinya untuk tetap hamil.
__ADS_1
Sambil meraba perutnya sendiri.
Membayangkan.
"Demi Kakek dan Nenek. Demi penerus keluarga Mahendra. Demi mu bang Garra. Mia akan hamil." berseru di dalam hati.
Sore tak terasa sudah tiba. Mia mandi dan merapihkan diri. Lalu melirik jam. 'Waktu nya bang Garra pulang.'
Lalu melangkah keluar kamar.
Kali ini Mia ingin menyambut kedatangan suaminya di depan.
Mia menuruni tangga. Para pelayan yang kebetulan ada di sekitar ruangan langsung menoleh pada Mia . Wanita manis lembut dan ramah itu selalu mencuri perhatian para pelayan. Mia melemparkan senyuman hangat pada mereka, semakin membuat mereka menyukai Nyonya muda mereka.
Tapi mereka heran, baru kali ini Nyonya muda nya keluar kamar tanpa siapa siapa. Kemana Yuri? Kemana Mbk Endang?
Satu di antara mereka yang begitu penasaran pada Mia memberanikan diri untuk mendekat.
"Nyonya muda. Anda ingin kemana?"
"Oh,aku hanya ingin menyambut Tuan muda di depan."
"Sebaiknya jangan Nyonya. Tuan muda akan marah jika melihat Nyonya sendirian."
"Mia..!!" panggil Yuri.
Mereka menoleh.
Otomatis para pelayan terkejut saat Yuri memanggil Nama pada Nyonya muda mereka.
"Mia..!" mengulang.
"Eh Yuri. Kau tau aku di sini?"
"Aku mencari mu di kamar. Kau tidak ada. Kenapa kau turun sendirian? Suami mu akan marah pada ku jika melihat nya." ucap Yuri meraih tangan Mia.
Semakin membuat para pelayan heran melihat kedekatan mereka.
"Yuri , kenapa kau tidak sopan pada Nyonya muda Mahendra?" tanya pelayan wanita yang saat ini sedang berada di dekat Mia.
"Oh iya. Maafkan saya Nyonya muda. Maafkan saya. Saya panik. Sampai melupakan nya." Yuri melepaskan tangan Mia dan berpura pura menunduk hormat pada Mia.
Mia hanya tersenyum melihat itu. Tidak untuk pelayan itu, sungguh penasaran tingkat dewa memikirkan keberanian Yuri.
__ADS_1
'Siapa Yuri sebenarnya. Kemarin dengan Tuan sekretaris terlihat sangat dekat, sekarang dengan Nyonya muda.'
Saat Si pelayan ingin bertanya pada Yuri, Sekretaris Ang sudah tiba dengan Garra yang berjalan mendahului nya.
"Bang Garra?" Mia berhambur memeluk Garra.
"Mia kenapa di sini?" tanya Garra sambil membalas pelukan Mia.
"Ingin menyambut mu pulang?"
"Ada apa? Tumben?" sudah bisa menebak jika ada sesuatu yang menyebabkan Mia tidak sabar menunggunya pulang.
Mia hanya menggeleng , meraih lengan Garra dan segera mengajak nya ke kamar meninggalkan mereka. Pelayan yang masih mati penasaran dan juga Ang dan Yuri yang masih berdiri menatap keromantisan pasangan suami istri itu.
Yuri menoleh pada Ang, yang langsung berdenyut jantung nya. Bukan karena sedang jatuh cinta , tapi karena telunjuk Yuri sudah menempel di dada nya.
"Ingat janji mu malam ini Tuan Angling darma. Saya akan menagihnya. Tanpa penawaran." ucap Yuri penuh penekanan lalu pergi begitu saja sebelum Sekretaris Ang sempat menjawab.
Ang hanya bisa menarik nafas berat lalu melangkah menuju kamarnya.
Sementara Mia dengan hati Sar Sar memberitahu Garra tentang ilmu yang baru saja ia dapatkan hari ini dari membaca buku biologi nya .
Dan Sekretaris Ang saat ini yang sudah ada di kamarnya pun, dengan hati jedag jedug memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk menghadapi Yuri yang sedang menunggu penebusan dosa darinya.
"Ajak shoping aja mungkin ya? Atau makan malam. Ah, jalan jalan. Menonton mungkin." menyusun rencana.
"Tapi kalau Yuri menuntut yang lain. Meminta ku untuk menikahinya?" wajahnya seketika penuh frustrasi.
Bukan tidak suka, bukan tidak mau.
Jujur sekretaris Ang mulai menyukai Yuri, mulai ser seran jika dekat dekat dengan Yuri. Tapi lagi lagi alasan bocah yang membuat Sekretaris Ang harus berpikir sekali lagi.
Jika harus menerima perasaan Yuri, Sekretaris Ang tidak mungkin akan mengajak Yuri berpacaran. Karena saat ini ia sedang mencari seorang istri, bukan pacar.
Takut salah, takut menghancurkan masa muda seorang bocah. Seharusnya masih senang senang nya menikmati masa muda nya, malah harus mengurus rumah tangga. Mengurus seorang suami.
Sekretaris Ang merebahkan dirinya di sofa. Pikirnya kalut.
Antara mau dan ragu.
Kemudian menghela nafas. "Baiklah, aku akan melamar nya. Aku akan melamar Yuri."
Dengan keputusan yang bulat dan penuh keyakinan, serta tersenyum senyum sendiri Sekretaris Ang bergegas mandi. Berdandan keren, lalu melangkah menuju kamar Yuri.
__ADS_1
________________