Suamiku Bukan Pria Cacat

Suamiku Bukan Pria Cacat
Kesucian Yuri terenggut?


__ADS_3

Yuri membanting diri di kasur. Sesenggukan menangis meratapi Nasib diri. Bagaimana tidak!


Berhari hari Yuri mengumpulkan keberanian diri. Terus membulatkan hati untuk berterus terang pada Sekretaris Ang. Tapi malam ini, sakit hatinya. Hancur harapan nya. Saat penolakan halus dari Sekretaris Ang , sungguh meluluh lantahkan jiwa Yuri.


Yuri bangkit, membawa langkahnya ke cermin besar milik kamarnya. Menatap diri di sana. Berlama lama.


Ada penyesalan kenapa lahir Menjadi anak terakhir. Kenapa masih berumur belasan. Kenapa lama sekali menunggu genap Dua puluh tahun saja.


Lalu protes.


'Apa salahnya dengan umur...! Aku sudah dewasa. Aku sudah bisa merasakan apa nama nya cinta. Aku sudah merasakan Jatuh cinta!!'


"Hiks...hiks...! Aku salah. Aku bodoh. Kenapa jatuh cinta pada pria dewasa Seperti Ang. Ang.. Ang siapa sih. Nama panjang nya siapa ya..??" di sela isakan nya masih sempat memikirkan nama panjang sekretaris Ang.


"Angkara murka. Atau Angkatan bersenjata.. Hihi.. lucu. Lucu sekali. Menggemaskan."


"Kenapa aku jadi penasaran dengan nama panjang nya ya..?? Padahal hatinya saja susah di sentuh. Mana mau memberitahu nama panjangnya."


"Ah... kartu nama atau KTP nya. Aku harus tau nama panjang nya. Cinta di tolak dukun bertindak!"


'Astagfirullah... Dosa Yuri. Syirik Akbar itu. Dosanya tidak akan terhapus walau sudah bertobat jungkir balik.' mengelus dada. Mengusap wajah nya.


Lalu teringat ajaran agama di sekolah nya.


Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan masih mengampuni dosa yang lain bagi siapa yang dikehendaki.


Allah berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya (QS an-Nisa':48)... dan orang orang pelaku syirik di sebut musyrik.


Kata syirik sendiri berasal dari kata syarikah atau persekutuan. Pengertian syirik yaitu mempersekutukan atau membuat tandingan hukum atau ajaran lain selain dari ajaran/hukum Allah SWT.


Seperti meminta pertolongan selain pada Allah . Semisal mendatangi dukun untuk meminta bantuan. Contoh niat Yuri tadi. Cinta di tolak dukun bertindak.


QS. Al-Ma'idah Ayat 72


Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.


"Tidak....!!!" Yuri gemetaran. Jatuh kembali ke ranjang. Lemah.


"Kuatkan iman mu Yuri. Percaya lah. Jodoh tak akan kemana. Bila mau berusaha. Usaha keras, tak akan mengkhianati hasil."


Akhirnya menekan perasaan nya, sambil bertekad kembali untuk berusaha lagi. Lagi dan lagi. Tanpa menyerah tanpa harus pasrah. Meminta bantuan dan dukungan hanya kepada Allah saja. Tidak akan menemui dukun. Tidak akan. Tidak mau penasaran dengan nama panjang sekretaris Ang. Tidak ingin tau lagi . Biar lah. Biar waktu yang akan menjawab nya.


Tertidur.


Di kamar lain ,


Ang, masih duduk. Menghisap rokok memainkan asapnya. Merogoh Hp nya. Memutar benda itu. Mengusap benda berbentuk bintang yang masih melekat sempurna di sana.


"Kau manis! Haruskah aku membuka hati untuk mu? Kau masih bocah. Apa tidak akan berdosa. Menikahi nya sama saja menghancurkan masa mudanya."


"Ah... kenapa berat sekali. Kenapa harus seorang bocah yang kau kirim untuk meluluhkan hatiku Tuhan..!! Nanti aku salah dalam mengambil keputusan. Nanti aku salah dalam melangkah. Bimbing aku Tuhan..


Sekali ini! Sekali lagi! Sesekali? Terus sering kali!"


"Keseringan, Tuhan bosan Ang!!"


"Biar lah, biar kan saja. Ikuti saja alur nya, bagai aliran sungai. Pasti akan bertemu juga dengan tujuannya." lalu mematikan rokok. Beranjak ke ranjang. Merebahkan diri.


Berguling guling. Meraih Hp kembali.


Melirik jam.


"Pasti belum tidur?"


Mengetik pesan.


"Bocah.!"


Tak ada jawaban. Contreng dua masih belum berubah biru.

__ADS_1


"Sudah tidur ya??"


Tak kunjung biru juga.


"Baiklah. Semoga mimpi indah."


"Jangan marah. Jangan cemberut lagi. Jangan Omes. Jangan lupa tersenyum lagi kalau besok ketemu dengan ku. Jangan... jangan lupa makan yang banyak. Biar Cepat besar ya..??"


"Huh!"


"Aku sudah gila."


Cepat cepat ingin menghapus pesan nya.


Clink...!!!


'Hah! Contreng biru. Mampus aku!!'


Menyesal sudah sekretaris Ang. Melempar hp nya. Mengutuk diri karena sudah asal mengetik.


Clink...!!


Pesan masuk.


Cepat meraih hp nya kembali.


"Kau sudah gila ya.. Lagi lagi menyuruhku makan banyak banyak. Bukan besar , malah gendut. Payah payah diet biar langsing juga. Dasar!!"


Ang membalas.


"Berani kau berkata kasar pada ku sekarang ya?"


"Berani. Kenapa tidak! Aku tidak takut. Tidak takut lagi."


"Buktikan!"


"Ayo..! Siapa takut !! Ketemuan di mana??? Gelut kita Peh!!!" jiwa anarkis masa SMA nya meronta ronta.


"Apa yang akan dilakukan bocah itu! Berani sekali mengajak ku gelut. Akan ku lihat berapa besar nyalinya hah!"


Yuri di sana sungguh sangat kesal. Beranjak ke kamar mandi, buru buru menyiram wajahnya dengan air dingin. Menghilangkan sisa kantuk karena terjaga akibat suara pesan masuk dari Tuan Sekretaris.


Lalu bersungut-sungut.


"Apa coba maksud nya. Mengganggu istirahat orang hanya untuk ngomong seenak jidat."


"Bocah. Bocah. Sudah tidur? Sudah tau larut malam, jelas sudah tidur lah pake tanya?"


"Jangan marah, jangan cemberut lagi. Harus tersenyum besok jika ketemu dengan ku? Enak sekali ngomong. Sudah menghancurkan hati ku , menyuruh ku tersenyum padanya. Tidak mungkin terjadi."


"Jangan Omes! Omes Omes. Dia yang Omes. Otak mesum! Makan yang banyak! Makan yang banyak jidatnya itu. Tubuh langsing begini. Di suruh besar. Bukannya besar ,Gendut iya! Menyebalkan..!"


Lalu melirik hp kembali.


"Mana dia? Kenapa tidak membalas. Mengajak ketemuan di mana. Akan ku tunjukan jika aku tidak takut padanya. Angkara murka.. Balas pesan ku..!!"


"Hei, mau bertemu dimana.? Takut padaku kau ya. Pasti kau yang akan takut padaku." mengetik cepat lalu mengirimnya.


Tak di balas, lalu melempar hp nya juga. Berjalan menuju pintu. Belum juga sampai..


Brok... brok... brok...!


Yuri terjingklat kaget. Pintunya ada yang menggebrok kasar.


Brak...!!!


Yuri membuka nya.


"Mau apa kesini?"

__ADS_1


"Kau menantang ku bukan!" Sosok panglima es sudah berdiri dengan sorot mata tajam. Lalu melangkah masuk.


Yuri mundur, nyali nya menciut saat menatap wajah marah sekretaris Ang.


"Kenapa mundur? Kau takut!" Brak..!!


Ang menutup pintu, menguncinya. Lalu melangkah mendekati Yuri.


"Tuan.. Tuan.. Sabar dulu!"


"Apa?? Sudah berani menantang ku.??"


"Bukan begitu!! Saya saya..!!"


"Kamu kenapa ? Takut!" makin mendekat.


"Saya. Saya tidak mau makan banyak. Saya .. saya tidak mau tumbuh besar. Saya.. takut gendut!"


Ang terus mendekat. Yuri mundur , terus mundur. Punggung nya membentur tembok.


'Dia marah.. dia marah. Mia..Mia.. Tuan muda.. Tolong..?' Yuri menjerit tanpa suara.


"Tuan, saya janji tidak akan marah. Saya janji akan tersenyum! Mohon ampuni saya!"


"Tidak semudah itu! Kau sudah menguras sabar ku!" Mendekat, sudah sangat dekat. Tak berjarak lagi.


"Buktikan nyali mu. Jika kau bukan bocah lagi!"


Bruk!!


Tangan kiri Ang menabrak tembok. Tangan kanan nya menarik tengkuk Yuri.


"Taun.. Tuan...!"


Plup...!!


"Em..em..!" suara Yuri tercekik.


Sekretaris Ang membungkam mulut Yuri dengan bibirnya.


Tangan Yuri berusaha mendorong, tubuh nya meronta. Namun tidak bisa. Sekretaris Ang kuat menahan nya.


"Em..em..! Huh..Huh..!" nafas Yuri tersengal sengal saat sekretaris Ang melepaskan ciuman nya.


"Lain kali jangan menantang ku lagi. Atau kau akan merasakan lebih dari ini."


Terdiam, menunduk mengusap bibirnya dengan tangan yang baru saja di lepaskan oleh Ang. Tidak berani menatap wajah yang masih jarak sejari dari wajahnya itu.


Tangan Ang, membelai rambut Yuri.


"Menyuruh mu makan yang banyak bukan untuk gendut. Tapi biar cepat besar. Jika sudah besar, lalu berpikir untuk menikahi ku." suara itu lembut. Kemudian memutar tubuhnya. Keluar begitu saja tanpa dosa.


Tak lupa menutup pintu.


Yuri mendadak lemas! Merongsot duduk di lantai.


"Gila.. dasar orang gila.. Hiks...hiks.." mengusap ngusap bibirnya.


"Bukan nya meminta maaf. Bukan nya datang untuk menjawab perasaanku. Malah main srobot saja."


Menangis.


"Tidak tau apa, selama ini aku menjaga kesucian bibir ku. Hanya akan ku berikan pada kekasih ku saja. Tapi malam ini Kau sudah merenggutnya Tuan Ang... Kau sudah merenggut nya..!! Hua...!!" menendang nendangkan kaki nya.



Ang'


[ Nama panjangnya masih menjadi misteri.]

__ADS_1


_________________


__ADS_2