Suamiku Bukan Pria Cacat

Suamiku Bukan Pria Cacat
Garra menderita Sindrom Couvade!


__ADS_3

Laju mobil yang di injak pedal gas nya oleh sekretaris Ang begitu cepat , melesat di atas jalanan aspal hitam. Tak peduli padat dengan pengguna jalan lainnya, sekretaris Ang terus melaju dengan sesering mungkin menekan klanson nya untuk memperingati mobil lain yang ada di depan nya.


Sambil sesekali melirik ke belakang dengan kaca kecil di depannya.


Mia terus menangis sambil mengusap-usap kepala Garra yang berada di pangkuan nya.


"Mia.. Berhentilah menangis. Tuan Muda Garra pasti akan baik baik saja." ucap Yuri yang berada di depan , di samping Sekretaris Ang Pria yang kini sudah resmi menjadi tunangan nya itu.


Mia masih menangis dengan terus membelai rambut berantakan milik Garra.


"Aku takut Yuri, aku takut. Bagaimana kalau bang Garra sakit parah? Tiba tiba dia muntah muntah dan pingsan seperti ini. Apa makanan itu beracun ya? Tapi kalau beracun kenapa cuma Suamiku saja yang terkena. Apa dia alergi makanan? Tapi selama ini setahuku, Bang Garra tidak ada alergi makanan apapun."


"Mia.. Sudah ya? Tenang kan dirimu, kita akan segera tau nanti. Sebentar lagi kita akan menemukan rumah sakit. Kau harus tenang, kau harus tenang Mia." ucap Yuri ,kembali berusaha menenangkan hati kakaknya itu.


"Aku tidak bisa tenang Yuri. Sungguh!" Isak Mia.


"Bang Garra , kau Kenapa? Jangan membuatku takut? Mia takut bang Garra? Bangunlah!" ratap Mia.


Mendengar suara sedih Nyonya Muda nya Sekretaris Ang semakin mempercepat laju mobilnya agar segera mencapai rumah sakit terdekat.


Sementara di belakang mobil mereka menyusul mobil Gani Kuncoro dengan Tiara dan Jihan pun yang ada di dalam nya juga.


Saat melihat sebuah Rumah sakit Sekretaris Ang segera membelokkan mobilnya. Cepat berhenti dan meloncat dari mobil. Langsung membuka pintu belakang dan segera membopong tubuh Garra.


Dengan kekuatan super yang datang entah dari mana, mungkin dari kekhawatiran nya sekretaris Ang tanpa terlihat keberatan berlari kedalam Rumah Sakit sambil membopong tubuh Garra , di susul Mia dan Yuri di belakang nya. Begitu juga dengan Gani Kuncoro, Tiara dan Jihan. Seger ikut menyusul mereka setelah mobil mereka tiba di sana juga.


Sekretaris Ang berteriak kuat memanggil dokter dan suster.


Dua suster menghampiri mereka dengan ranjang dorong dan langsung mendorong tubuh Garra tanpa perintah setelah sekretaris Ang membaringkan tubuh Garra.


Seorang dokter pria yang sudah sangat mengenal siapa mereka, membuka pintu ruangan.


"Dokter, tolong Tuan muda Garra!" seru Sekretaris Ang.


"Apa yang terjadi Tuan?"


"Entah lah, semua terjadi begitu cepat. Kami tidak mengerti. Tuan Muda awalnya muntah muntah dan tiba tiba pingsan." jelas sekretaris Ang.


"Dokter, tolong selamatkan suami saya.." ratap Mia.


"Semua tenang dulu. Nyonya Mahendra, Tenangkan diri anda. Kami akan segera memeriksa Tuan Muda Garra. Tunggu sebentar." Dokter segera masuk, menutup pintu ruangan dan menghampiri Garra yang masih belum sadarkan diri itu.


Semua menunggu di luar dengan perasaan penuh khawatir memikirkan keadaan Garra.


Sekretaris Ang berjalan mondar mandir. 'Apa yang terjadi pada Tuan Muda? Apa ada yang meracuninya? Tidak mungkin! Arg.. Kenapa aku bisa tidak berguna seperti ini? Aku tidak bisa melindungi Tuan Muda!!' pikiran sekretaris Ang sudah tak karuan, memaki dirinya sendiri.


Baik Tiara maupun Gani Kuncoro dan juga Jihan sama khawatir nya. Lalu Mia, istri Garra itu terus saja menangis di pelukan Yuri.


Saat semua sedang dilanda khawatir, seorang suster membuka pintu ruangan.


Mereka cepat menoleh.


"Nyonya Mahendra, Dokter memanggil Nyonya. Silahkan masuk!"


Mia langsung menghampiri dan masuk tanpa bertanya sedikit pun diikuti Sekretaris Ang dan Yuri.


"Bang Garra!" seru Mia menghampiri Garra yang sudah sadar.


"Mia." Garra bangun dan duduk. Mia langsung menubruknya dan tersedu.


"Bang Garra, kau menakutiku, bagaimana keadaan mu sekarang? Apa yang masih bang Garra rasakan?"

__ADS_1


"Mia, jangan menangis lagi. Aku tidak apa-apa, hanya masih sedikit pusing dan sedikit mual. Sebentar lagi akan hilang. Dokter sudah memberiku obat anti muntah tadi." ucap Garra mengelus lembut kepala Mia.


"Dokter , sebenarnya apa yang terjadi pada Tuan muda Garra?" tanya Sekretaris Ang.


Dokter itu menarik nafas.


"Menurut hasil pemeriksaan , Tuan muda baik baik saja. Lambung usus dan semua organ ditubuh Tuan muda tidak ada gangguan. Tidak juga keracunan." jawab sang dokter.


"Baik baik saja bagaimana ? Tuan muda terlihat sakit parah sampai pingsan, kau bilang baik baik saja. Kau ini bisa memeriksa tidak! Kau mau bermain main dengan ku hah!" bentak Sekretaris Ang.


"Tuan Sekretaris, tolong tenanglah. Dokter kandungan sebentar lagi akan datang dan kita akan segera tau penyebab sakit Tuan Muda."


"Apa kau bilang? Tuan Muda Garra sedang sakit, kau malah mengundang seorang dokter kandungan? Kau cari mati ya!!" Ang sudah mengepalkan tangan nya.


"Selamat siang Dokter."


Semua menoleh, Dokter cantik sudah berdiri di sana menghampiri mereka.


"Dokter Sinta, anda datang tepat waktu..Mari silahkan." ucap sang dokter Pria segera menyambut kedatangan Dokter Sinta, berusaha menghindari amukan sekretaris Ang.


"Baiklah." Dokter Sinta berjalan menghampiri Mia.


"Mohon maaf Tuan Muda Garra dan Tuan sekretaris. Saya harus memeriksa Nyonya Mahendra, agar kita bisa memastikan apa benar jika Tuan muda sedang mengalami Sindrom couvade."


"Sindrom couvade? Apa itu Dokter?" tanya Mia.


"Nanti akan saya jelaskan. Mohon semua tenang dulu. Mari Nyonya Mahendra."


Mereka tidak ada yang bisa berprotes lagi ketika Mia mengangguk dan setuju untuk mengikuti Dokter Sinta masuk ke ruangan sebelah.


Garra hanya bisa menelan kebingungan dengan masih menahan sedikit pusing dan mual nya.


Beberapa saat kemudian Dokter Sinta sudah kembali bersama Mia.


"Ya."


"Cepat jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Tuan Muda. Kenapa Tuan muda yang sakit tapi Nyonya Muda Mahendra juga ikut diperiksa. Apa penyakit Tuan Muda menular pada Nyonya muda atau bagaimana? Kalau kau tidak bisa menjelaskannya , maka aku akan membuatmu menjadi bidan rumahan dan kamu tidak akan pernah menjadi Dokter spesial kandungan lagi!" sekretaris Ang menunjuk Dokter Sinta.


"Ang,. Tenangkan dirimu. Beri kesempatan Dokter Sinta untuk menjelaskannya." lerai Garra.


"Tidak mengapa Tuan Muda. Saya memaklumi Tuan sekretaris. Semua juga bisa di buat panik dengan keadaan ini. Tapi semua tidak perlu khawatir dan seharusnya kita semua patut berbahagia dengan sakit yang di alami Tuan Muda Garra saat ini." ucap dokter Sinta dengan tenang.


"Heh, apa maksudmu??" Ang maju.


"Ang!"


"Maaf Tuan muda." Ang memundurkan lagi langkahnya.


Dokter Sinta kemudian terlihat tersenyum menanggapi kemarahan sekretaris Ang, lalu menoleh pada Garra.


"Sebelum saya menjelaskan penyakit Tuan Muda, saya ingin mengucapkan selamat dulu pada Tuan muda dan Nyonya muda. Selamat Tuan muda Garra, sebentar lagi Anda akan menjadi seorang Ayah."


"Apa?? Apa maksudmu dokter?" pekik Garra.


"Nyonya Mahendra, telah hamil."


"Apa????" Semua memekik bersahutan.


"Saya..saya hamil dokter!" seru Mia.


Dokter Sinta tersenyum." Benar Nyonya. Selamat ya??"

__ADS_1


"Ini, Dokter sedang tidak bercanda kan? Saya tidak merasakan apapun. Dari buku yang saya baca tanda tanda hamil itu, kita akan merasakan.."


"Nyonya Mahendra, Dengar kan penjelasan saya dulu. Tuan muda Garra mengalami Sindrom Couvade atau Kehamilan simpatik yang artinya, Nyonya yang hamil Tuan Muda Garra yang merasakan ngidamnya."


"Hah! Yang benar saja?" Mia sungguh tercengang.


Mendadak ketegangan dan kepanikan yang ada berubah kebahagiaan yang mengejutkan mereka. Garra langsung meloncat dari ranjang dan memeluk Mia.


"Sayang, kau hamil. Kau hamil Mia..!!! Yeeee... Cicit Kakek jadi Mia!! Kita berhasil membuatkan Kakek seorang Cicit! Kakek...!! Cicit mu jadi Uy...!!!" teriak Garra kegirangan.


"Iya bang Garra, kita akan punya bayi ya???" Mia pun sangat senang.


Mereka tertawa bahagia, bahkan Tiara , Gani Kuncoro dan Jihan pun ikut meloncat senang menemani kebahagiaan Garra dan Mia.


Sekretaris Ang pun tersenyum sambil mengusap wajah nya. Emosi nya tadi langsung meredup dan sirna, kemudian memeluk Yuri.


" Akhirnya , Keponakanmu jadi juga Yuri!"


Yuri pun ikut tersenyum di dada sekretaris Ang.


Tapi rupanya senyum sekretaris Ang hanya berlaku sebentar saja , kembali menatap tajam Dokter Sinta.


"Jelaskan pada kami, kenapa begini?"


"Baiklah Tuan, saya akan menjelaskannya secara detail. Jadi begini ,


Bagi wanita hamil, ngidam atau Morning sickness merupakan kondisi yang kerap terjadi. Dan untuk kasus Tuan muda Garra ini memang jarang terjadi. Inilah yang dinamakan Sindrom suami ngidam atau yang saya sebut tadi.


Ya, sindrom suami ngidam bukanlah mitos belaka.


Suami ngidam diartikan sebagai sebuah kondisi di mana pria yang istrinya sedang hamil, dan sang suami yang mengalami gejala-gejala awal kehamilan. Hal ini yang disebut sebagai kehamilan simpatik atau sindrom couvade (mengeram)


Gejala sindrom suami ngidam meliputi gejala fisik dan psikologi. Gejala fisik yang muncul biasanya berupa mual, muntah, pusing , merasa lemah , tidak enak badan , kaki kram, dan lain sebagainya. Sedangkan gejala psikologi, misalnya mudah marah, ngidam, cemburu, cemas, stres, dan perubahan mood.


Faktanya, studi dari Universitas St. George menemukan bahwa 20–80% pria di dunia mengalami sindrom couvade pada trimester pertama dan ketiga kehamilan istrinya. Pada studi lain, sekitar 10–65% pria mengalami sindrom tersebut.


Jumlah angka pasti dari sindrom suami ngidam memang belum diketahui. Karena kebanyakan hanya mengalami gejala yang ringan dan tidak menonjol. Hanya sedikit yang mengalami gejala kehamilan berat, yang butuh pertolongan medis.


Penyebab Sindrom Suami Ngidam,


Tidak ada penjelasan nyata di balik munculnya sindrom suami ngidam. Bahkan, sindrom ini tidak secara formal dikenal sebagai kondisi medis, meski angka kejadiannya cukup tinggi.


Terdapat beberapa pendapat terkait sindrom suami ngidam. Salah satunya pendapat yang mengatakan bahwa kejadian tersebut berhubungan dengan meningkatnya hormon prolaktin dan kortisol, serta menurunnya hormon testosteron dan estradiol.


Solusi Sindrom Suami Ngidam,


Sindrom suami ngidam dapat diatasi dengan komunikasi antar suami istri. Suami harus berpartisipasi aktif dalam kehamilan istrinya, seperti mengikuti kelas hamil dan juga mendampingi saat melahirkan.


Nah, sekarang Anda sudah tahu bahwa suami juga bisa ngidam. Anda tidak perlu khawatir, karena sindrom suami ngidam diyakini dapat membuat hubungan emosional antara suami dan istri yang sedang hamil menjadi lebih baik." Jelas Dokter Sinta.


Mereka akhirnya mengerti.


"Tuan muda Garra! Berarti ke depan nya anda akan mengalami Morning sickness selama tiga bulan atau lebih. Apa anda siap menderita selama itu Tuan muda?" seru Sekretaris Ang di tengah kebahagiaan mereka.


Garra tergelak. "Ang, kau dengar aku. Jangan kan hanya tiga bulan. Setahun pun aku akan siap. Bahkan aku akan bersedia untuk menggantikan kontraksi Mia nanti saat ia melahirkan!" jawab Garra.


"Kau dengar Mia, kau dengar bang Garra. Tidak apa, biar bang Garra yang menggantikan semua penderitaanmu!!" Garra kembali mendekap Mia.


Mia lagi lagi hanya bisa bersyukur atas segala Anugerah ini. Suami yang sangat mencintainya bahkan sampai rela mengalami Morning sickness untuknya dan satu bonus terindah dari Tuhan,


Cicit untuk Kakek , jadi!!!

__ADS_1


____________________


Bersambung......!!!


__ADS_2