
Dua garis merah muda yang di dapat Yuri, bukan hanya membuat Sekretaris Ang bahagia, tapi semua orang.
Rayyan Miga bahkan meloncat loncat kegirangan saat mereka pulang dengan membawa kabar kehamilan Yuri.
Keluarga Mahendra dan Keluarga Kuncoro sama bahagianya. Akhirnya penantian yang bukan sebentar itu membuahkan hasil yang indah.
"Paman Ang! Apakah dia akan Perempuan atau Seorang Laki laki?" Tanya Rayyan sambil tidak bergeser dari perut Yuri.
"Apapun jenis kelaminnya, Tuan Muda akan menjaganya?"
Rayyan mengangguk. "Tentu Paman. Meskipun dia laki laki, tak harus menjagaku. Aku yang akan menjaga adikku dengan hidupku!"
"Kalau dia Perempuan bagaimana?"
"Kalau dia Perempuan maka aku akan menjadikannya istriku. Seperti Papa yang beristrikan Mama dan Paman Ang yang beristrikan Bibi Yuri!"
Ucapan Rayyan sangat mencengangkan mereka. Mia buru buru membungkam mulut Putranya itu.
"Hus.. Tuan Muda bicara apa?" Mia mendekatkan wajahnya dan berbicara lagi.
"Dia itu kan calon adikmu! Istri itu harus orang lain. Seperti Mama bukan adik Papa dan Bibi Yuri itu bukan adik Paman Ang. Jadi tidak boleh beristrikan adik sendiri."
"Tidak Mama. Rayyan tidak mau beristri orang lain. Jika dia Perempuan maka dialah yang akan menjadi istri Rayyan." menunjuk perut Yuri kemudian menjauh pergi ke kamarnya.
"Rayyan!"
"Mia.. biarkan saja. Rayyan masih kecil. Belum mengerti apa itu istri." cegah Garra.
"Justru karena Taun Muda masih kecil seharusnya belum berpikir sejauh itu!"
"Rayyan hanya melihat kita, melihat Paman Ang dan Bibinya Yuri. Lalu dia menganggap jika Istri itu adalah orang yang paling dekat dengan kita nantinya. Wajar jika dia berpikiran tidak mau beristrikan orang lain." ucap Garra pada Mia.
"Bang Garra. Jika ucapan Rayyan kelak benar benar dilakukannya bagaimana?"
"Mia.. Rayyan masih kecil. Kelak setelah dia besar belum tentu masih berpikir seperti itu. Lagian, Bayi Ang pasti laki laki. Benar kan Ang?" Garra menoleh pada Ang yang hanya tersenyum simpul saja.
Sekretaris Ang kemudian mengajak Yuri untuk beristirahat ke kamar.
Di dalam kamar itupun, Yuri sama resah nya seperti Mia memikirkan ucapan Rayyan tadi.
"Kita meminta Dokter untuk memilih jenis kelamin perempuan pada bayi kita. Sedangkan Tuan Garra sangat ingin bayi ini laki laki." ucap Yuri.
"Kau tidak perlu cemas. Tuan Garra pasti akan mendukung kita apapun keputusan kita." sahut Ang.
"Tapi , jika ucapan Tuan Muda tadi menjadi kenyataan bagaimana?"
"Yuri. Tuan Muda belum tau apa apa.. Percayalah. Ucapannya hanyalah sekedar keisengan anak anak."
Mereka tidak tau apa yang terjadi ke depannya nanti, tidak pernah menyangka jika apa yang pernah diucapkan Rayyan kecil hari ini, akan menjadi kenyataan kelak.
Rayyan Miga akan tumbuh menjadi laki laki yang bertanggung jawab termasuk dengan apa yang pernah diucapkannya.
____
Hari hari yang dilalui Yuri tidaklah terlalu berat. Ngidamnya berjalan lancar dan tidak menyiksanya. Yuri tidak mengalami mual atau keluhan lain pada umumnya wanita ngidam. Yuri terlihat segar dan bugar bahkan selera makannya sama seperti saat dia tidak hamil.
Hal itu membuat Sekretaris Ang bernafas lega, tidak terlalu mengkhawatirkan keadaaan istrinya dan bisa beraktifitas seperti biasanya. Pergi ke Perusahaan dan fokus mengurus semua pekerjaan yang sudah lama ia abaikan karena kesibukannya dengan Prosedur Bayi Tabung.
Berbeda dengan Garra,
__ADS_1
Di kira kehamilan Yuri akan membuatnya lega karena setidaknya Tuan Muda Rayyan tidak lagi merengek soal adik. Tapi Ternyata salah besar.
Kehamilan Yuri malah memusingkan Garra.
Mia merengek dan terus merengek pada Garra. Meminta agar segera mengikuti Program Bayi Tabung juga.
Garra hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan Mia.
Hari itu giliran Garra yang membawa Mia menemui Dokter Sinta dan juga dokter dari Singapure itu.
Setelah mengatakan apa tujuan mereka datang, Dokter Sinta terlihat menarik nafas kemudian mengajak berunding Dokter Special kandungan dari Luar Negeri itu.
"Kita akan mencoba menyuntikkan Hormon pada Nyonya Mahendra dan memberinya obat obatan guna merangsang Sel induk telur milik Nyonya. Apakah masih bisa matang atau tidak. Jika itu berhasil maka kita bisa memulai Proses bayi tabung milik kalian."
"Jika itu berhasil, jika tidak bagaimana?" tanya Garra.
"Tidak ada yang bisa kita perbuat. Jika sel telur milik Nyonya tidak berfungsi lagi itu akan percuma. Walau pun kita berkali kali mencobanya , maka hanya akan sia sia. Kecuali.."
"Kecuali apa?" tanya Mia.
"Kecuali, kita memakai Sel telur milik orang lain." jawab Sang Dokter.
"Maksud Dokter, mengambil telur milik wanita lain dan kemudian menaruh dalam perut istriku, begitu?" tanya Garra.
"Benar Tuan Garra Mahendra. Itu bisa saja. Walaupun begitu, jika Spermaa nya milik Tuan, anak yang akan dihasilkan nanti akan tetap dari Tuan Garra. Dan tetap Anak kandung Tuan Garra."
"Tetap saja itu bukan anak istriku sendiri. Mana mungkin aku melakukannya. Dan Mia, kau memangnya bersedia mengandung bayi hasil milik ku dan milik wanita lain?" Garra menoleh pada Mia.
Tentu saja Mia langsung menggeleng.
"Aku tidak mau!"
"Baiklah, kalau begitu kita menunggu hasilnya saja."
Epilog!
Sebulan setelah masa percobaan suntikan hormon pada Mia. Garra dan Mia kembali ke Rumah sakit.
Dokter memeriksa Mia dengan melakukan USG dan tes darah pada Mia untuk memastikan apakah Sel Telur pada rahim Mia sudah matang dan siap untuk diambil.
Dan penjelasan Dokter kali ini membuat Mia kecewa. Sel telur milik Mia benar benar sudah tidak bisa berfungsi lagi.
Garra melirik wajah Mia yang terlihat sangat kecewa.
"Kau masih bersikeras untuk hamil?"
Mia diam saja.
"Baiklah Dokter. Sepertinya Nyonya Mahendra masih tetap ingin hamil. Jadi, Carikan kami wanita lain yang bersedia untuk di ambil Sel telurnya." ucap Garra pada sang Dokter.
"Tidak!" Mia buru buru memotong pembicaraan Garra.
"Aku tidak mau bang Garra!" Mia tiba tiba berdiri.
"Aku tidak mau jika harus mengandung anak wanita lain!"
"Tidak apa apa. Itukan nanti juga anak dariku meskipun.._"
"Aku tidak mau! Apapun alasannya aku tidak mau!"
__ADS_1
Garra tergelak. " Kau tidak rewel lagi?"
Mia menggeleng.
"Janji? Kau tidak akan menuntut untuk hamil lagi?" Garra kembali bertanya.
Mia menggeleng lagi.
"Baiklah. Dokter!" menoleh pada sang Dokter.
"Berhubung usaha ini tidak berhasil, Sepertinya kami akan berhenti sampai disini saja." ucap Garra.
"Baik Tuan. Tidak masalah. Semoga Nyonya Mahendra bisa menerima kenyataan ini dengan baik."
Garra mengangguk, kemudian memeluk Mia.
"Dengar Mia.. Rayyan, sudah cukup untuk kita. Dan sebentar lagi, Rayyan akan memiliki adik dari Yuri. Kau tidak harus selalu cemas."
Mia hanya bisa mengangguk.
"Kau tau, aku ingin kita tetap bahagia. Apapun masalahnya, jangan sampai mengganggu kebahagiaan kita ini. Kau tidak ingat bagaimana sulitnya kita harus sampai pada keadaan ini? Jangan merusaknya Mia!" sambung Garra.
Akhirnya mereka pun pulang ke rumah kembali tanpa membawa keberhasilan.
Semenjak itu Mia pun tidak lagi merengek, tidak lagi berkeinginan untuk hamil lagi. Mia sudah mengerti, jika mungkin Tuhan memang hanya mempercayakan Satu Putra untuk mereka.
_____________
Hallo.
Di karenakan Karya ini sedang berpindah ke Lapak lain, karya ini masih dalam tahap revisi dan akan sangat lambat dalam update nya.
Jadi bagaimana jika kalian intip dulu karya baru author yang berjudul.
Selingkuh Yuk! [ Istrimu Semangatku ]
Masih Fresh kakak!
Sinopsis:
Perhatian!
Cerita ini tidak sesuai dengan judulnya.
Tidak mengajarkan kita pada perselingkuhan atau pengkhianatan. Melainkan kisah sebuah perjuangan cinta.
Apa jadinya jika seorang Nathan Edoardo,
Seorang pria paling berpengaruh di kota ini, dingin dan tidak mau tersentuh oleh wanita manapun harus jatuh cinta pada seorang wanita yang sudah memberinya ciuman pertama ketika menolongnya.
Parahnya, wanita itu sudah bersuami dan ternyata adalah istri dari teman sekaligus saingan berat bisnisnya.
Suatu hati karena sebuah jebakan, tidak sengaja Nathan malah memperkosa wanita itu.
Begitu tercengangnya Nathan ketika mendapati jika Wanita itu masih dalam keadaan Perawan!
Apapun akan dilakukan Nathan untuk merebut wanita itu dari suaminya.
Kepoin yuk kak, dengan klik Profil author dan temukan seperti yang di bawah ini!
__ADS_1