Suamiku Bukan Pria Cacat

Suamiku Bukan Pria Cacat
Epilog.


__ADS_3

BRAK...!!


Rayyan langsung membuka pintu kamar Yura tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Yura yang baru saja keluar dari kamar mandi sangat terkejut melihat kedatangan Rayyan yang tiba tiba. Apalagi dengan tatapan tajam kearahnya.


"Kak Mig!"


Tanpa menyahut atau pun menyapa, Rayyan mendekat.


"Kenapa mengejutkanku?" tanya Yura masih sedikit heran dengan sikap Rayyan yang tidak biasa.


"Kau sudah berbohong padaku." Rayyan mendekat dengan wajah merah karena marah.


Yura yang bingung dengan maksud Rayyan langsung mendorong tubuh Rayyan.


Namun Rayyan malah mendorong tubuh Yura ke tembok. Menghalangi tubuh Yura dengan kedua tangannya yang dirapatkan ke tembok.


"Kak Mig! Kau kenapa?" tanya Yura sudah ketakutan dengan sikap Rayyan yang tak biasa ini. Selama ini Rayyan tidak pernah marah padanya, meskipun marah pun tak pernah sampai seperti ini.


"Siapa Andin?"


"A, Andin? Kak Mig mengenalnya?" Yura terbata.


"Ya! Aku bertemu dengannya sedang bersama Edo, pacar bohongan kamu itu."


Seketika raut wajah Yura berubah pasi.


"Dia sudah bercerita kepadaku Ara!"


"Kak Mig, aku.. aku.."


"Kenapa Ara? Kenapa harus berbohong?"


"Aku, aku. Kak, sungguh aku hanya tidak ingin membuat orang tua kita bersedih." jawab Yura.


"Tapi kau membuat kak Mig bersedih Ara. Bahkan menderita!" ucap Rayyan setengah berteriak.


"Maafkan aku, aku tidak bisa. Aku,"


"Kau mencintaiku kan Ara. Ara mencintai kak Mig bukan?" Rayyan kini mengangkat wajah Ara.


Yura hanya terdiam, sampai Rayyan berkali kali mengulang pertanyaan yang sama, Yura masih tak menyahut sedikitpun.


"Ara, katakan yang sebenarnya. Ku mohon Ara!" Rayyan mengguncang tubuh Yura.


Yura menangis, ia tidak tau harus menjawab apa kecuali hanya mengangguk.


"Kau mencintaiku?"


Yura lagi lagi hanya bisa mengangguk saja.


"Kalau begitu, ikut aku pergi. Aku akan membawamu pergi karena mereka tidak mengijinkan kita untuk bersama." Rayyan langsung menggenggam Yura.


"Jangan kak Mig. Kau tidak boleh melakukan itu?" Yura bertahan dari tarikan tangan Rayyan.

__ADS_1


"Ara, kita akan bersama. Jangan takut. Kak Mig akan menjagamu. Tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita. Kita akan bersama Ara!" Rayyan terus menarik tangan Yura.


"Tidak kak Mig, kita tidak boleh mengecewakan orang tua kita." Yura tetap bertahan dengan masih menangis.


"Ara! Jika kita terus disini, kita akan terus tersiksa. Mereka tidak pernah mengijinkan kita untuk bersama Ara. Kita harus pergi untuk kebahagiaan kita!"


"Rayyan!" suara teriakan itu membuat Rayyan dan Yura seketika menoleh.


Empat orang itu sudah berdiri di belakang mereka.


"Papa!" Rayyan seketika memutar tubuhnya.


"Apa yang kau perbuat Rayyan! Kau tidak boleh membawa Ara pergi!"


"Tidak Pa, Maafkan Rayyan kali ini. Rayyan akan tetap membawa Ara pergi." ucap Rayyan.


"Rayyan!"


"Cukup Pa! Kalian tidak mengerti bagaimana perasaan kami. Aku tau, selama ini kalian kan yang sudah menyuruh Ara untuk melupakan aku? Aku tau itu Pa."


"Kalian tidak pernah sedikitpun memikirkan kebahagiaan kami. Kami saling mencintai. Kami hanya ingin bersama, Tapi Papa lebih mementingkan Nama keluarga Mahendra dari pada kebahagiaan anak Papa sendiri."


"Aku akan keluar dari rumah ini, aku tidak akan meminta apapun dari Papa, dari keluarga ini. Aku hanya ingin bersama Ara!"


Rayyan menoleh kembali pada Yura. "Ayo Ara, kita pergi. Kita bisa mencari kebahagian kita diluar sana tanpa keluarga Mahendra." Rayyan kembali menggenggam tangan Yura.


"Rayyan!" Tangan Garra melayang ke udara. Namun tiba tiba Yura menghalangi dengan berdiri tepat di depan Rayyan. Seketika Garra menghentikan tangannya.


"Cukup Uncle! Jangan memukul kak Mig. Ini salah Ara!" Teriak Yura.


"Tidak sayang.. Minggir lah, ini kesalahannya. Uncle akan memberi pelajaran pada kakakmu yang gila ini! Dia tidak bisa memaksamu seenak hatinya." ucap Garra pada Yura.


"Ara! Jadi selama ini Ara..."


"Ara mencintai kak Mig Uncle. Maafkan Ara, Ara tidak bisa melupakan perasaan Ara yang dulu. Selama ini Ara masih menyimpannya dan tidak bisa membuangnya!" jawab Yura dengan menangis.


Garra langsung menggelengkan kepalanya, menoleh pada Mia, kemudian pada sekretaris Ang dan Yuri yang masih terdiam masing masing tanpa suara itu.


"Ang.. mana mungkin. Putraku, dan Putrimu." Garra langsung mundur, kemudian tanpa berucap lagi meninggalkan mereka. Sekretaris Ang langsung menyusul.


Garra terduduk lesu di sofa. Sementara Sekretaris Ang ikut menyusul duduk di sebelah Garra.


"Ang.. Putraku, Putraku.." Garra terus menggelengkan kepalanya.


"Apa yang harus kita berbuat Ang?"


Sekretaris Ang terlihat menarik nafas panjang.


Pandangannya lurus ke depan.


"Tuan. Apa anda masih ingat, bagaimana dulu anda sangat ingin mendapatkan Nyonya Mahendra? Bahkan pada saat itu, anda dalam keadaan tidak bisa berbuat apapun. Anda terus menyuruh saya untuk bisa membawa Nyonya Mia ke sisimu. Sampai kalian menikah dan anda sembuh. Anda tidak peduli jika Nyonya Mia hanyalah anak haram dari keluarga Kuncoro. Anda juga tidak pernah peduli dengan kepolosan dan kebodohan Nyonya Mia, karena anda mencintainya. Begitu juga denganku saat aku harus jatuh cinta pada gadis ingusan. Bahkan aku sempat dicekam ketakutan siang malam , tapi karena aku mencintainya aku tetap menikahinya."


Sekretaris Ang kini menoleh. "Apa yang pernah kita rasakan dulu, saat inilah yang dirasakan Tuan Muda Rayyan. Apapun pasti akan ia lakukan untuk wanita yang dicintainya. Apalagi Tuan Muda bukan orang yang bodoh. Dia tau, kita melarangnya hanya karena demi nama baik. Dia tau, Yura bukan lah Mahram nya."


"Bukankah kita hidup demi kebahagiaan anak anak kita? Ku harap Tuan mau memikirkan itu." sambung sekretariat Ang.

__ADS_1


Garra pun terlihat menarik nafas, kemudian terlihat ia tersenyum.


"Sebenarnya, selama ini aku berharap jika Suatu saat, Putraku menikah, lalu Putrimu menikah. Kemudian mereka akan memberikan cucu masing masing kepada kita. Dan keluarga kita akan menjadi keluarga yang besar. Aku punya dua menantu. Menantu perempuan dari Rayyan dan Menantu Pria dari Yura. Tapi jika begini ceritanya...." Garra menghela nafas berat, menoleh pada Sekretaris Ang.


"Mungkin aku dan kau memang ditakdirkan hanya untuk memiliki satu anak saja Ang. Satu anak, satu menantu dan bisa jadi kita nanti hanya akan punya satu cucu saja." Garra tertawa kecil, masih menatap Ang yang tetap meluruskan pandangannya.


"Baiklah Ang, kalau begitu. Saat ini juga, aku melamar Putrimu untuk Rayyan Putraku. Apa kau menerima lamaran ku?"


Sekretaris Ang langsung menoleh.


"Anda serius Tuan?" seperti tidak percaya.


"Mau bagaimana lagi. Apa kau ingin mereka pergi? Yura satu satunya Putrimu yang kau dapatkan dengan susah payah. Bukan kah kau tadi mengatakan jika kebahagiaan anak anak kita itu yang utama? Kita hidup untuk kebahagiaan mereka?"


"Kau benar Tuan. Anda benar." Ang tersenyum.


"Kau menerima lamaran ku?" Garra mengulang.


Sekretaris Ang tertawa kecil, sambil mengangguk.


"Mau bagaimana lagi."


"Baiklah. Setelah Yura lulus, kita akan resmi menjadi besan." ucap Garra.


Keduanya kemudian terbahak bersama.


"Ya Tuhan! Aku tidak menyangka jika kau akan menjadi besan ku Ang!" ucap Garra.


"Aku juga Tuan. Tidak pernah menyangka jika Tuan Garra Mahendra akan menjadi besan ku."


\_**The End**'\_


_______


Halo pembaca setia Suamiku Bukan Pria Cacat!


Terimakasih sudah mau setia membaca kisah ini sampai akhir. Terimakasih atas semua dukungan kalian untuk karya ini. Segala like, komen, bunga dan Vote kalian yang sangat mendukung.


Kok ngegantung Thor? Kok kisah Rayyan dan Yura cuma begitu aja. ih gak seru!


Tenang!


Kisah Rayyan dan Yura disini hanya sekedar cupikan saja. Karena author akan menyiapkan Sequel dari kisah ini yang akan menceritakan secara gamblang kisah mereka berdua. Alur yang mungkin akan berbeda, tidak ada komedi di dalamnya, yang ada hanya akan menguras air mata namun berakhir bahagia juga.


Jadi jangan dulu di unFav ya kak? Kita akan bertemu lagi dengan Rayyan dan Yura di novel yang berjudul "Baik Baik Sayang."


Kapan Thor?


Mungkin masih lama, karena .. Saya harus fokus dulu pada karya baru yang berjudul "Selingkuh Yuk! [ Istrimu yang ] Setelah itu insya Allah langsung kita rilis segera.


Thor, bagaimana penjelasan tentang hubungan Mahram antara Rayyan dan Yura? Itu membingungkan pembaca. Mereka kan saudara? Ibu mereka kakak beradik. Mereka sama sama cucu Gani Kuncoro.


Oke, tenang saja. Bab tambahan berikutnya kita akan kupas semua nya secara detail dan akurat dari sumber Al'quran Hadist. Biar tidak ada kesalahpahaman.


Bukan kah dari awal Novel ini memang selalu memberi informasi tanpa asal bicara? Setiap permasalahan pasti ada penjelasannya. Jadi siap bertemu di bab tambahan di bawah yang akan membahas apakah Yura masih Mahram Rayyan? Apakah Rayyan boleh menikahi Yura, anak dari bibinya sendiri?

__ADS_1


Sekali lagi saya ucapkan terimakasih dan,


Sampai Jumpa ..!


__ADS_2