Suamiku Bukan Pria Cacat

Suamiku Bukan Pria Cacat
Benalu Tumbuhan Terkutuk Yang Ampuh!


__ADS_3

Mohon maaf kakak hari ini saya tidak bisa up bab untuk karya ini karena ada kesibukan.


Sebagai gantinya saya akan up bab tentang benalu, karena banyaknya pertanyaan dari chat dan imbok dari para pembaca. Disini saya akan bahas dan kupas secara gamblang ya kak.


***



Benalu, Tumbuhan ‘Terkutuk’ yang Tak Tahu Malu tapi Andal Obati Alergi dan Kanker.



Benalu yang bermanfaat untuk pengobatan kanker!


Benalu yang bermanfaat untuk pengobatan tumor!


Benalu memang tak tahu malu! Sudah "ngontrak" gratis, masih tega menyedot makanan si "pemilik rumah", sampai-sampai inangnya gering.


Untungnya, benalu cukup andal dalam mengobati berbagai penyakit manusia, termasuk kanker.


Kalau tidak, ...!


Ya, kalau tidak, benalu tentu akan terus-menerus jadi tumbuhan terkutuk, di dunia maupun akhirat.


Sebab, seumur-umur ia akan dikenang sebagai tanaman yang kerjanya melulu bikin repot jagad manusia dan jagad flora, tak tahu diri, pagar makan tanaman, dan sejuta sumpah serapah lainnya.


Sebelum lebih jauh membahas "sesuatu" yang dimiliki benalu, mari kita berkenalan dulu dengan keluarga besarnya.


Benalu, atau ada yang mengenalnya dengan nama kemaduan , kemadean, kemadian dan masih banyak lagi sebutannya.


Meski nama benalu sudah tak asing lagi, apalagi sering dipropagandakan di buku-buku pelajaran sekolah sebagai tumbuhan berstereotipe negatif, kenyataannya tak semua orang (terlebih mereka yang tinggal di kota-kota besar) akrab dengan tanaman "pengganggu" ini.


Aslinya, benalu dikenal sebagai penggemar tumbuhan perdu. Di situ ia biasa membentuk miliu (lingkungan sekitar) yang memberikan kesan rimbun, tidak teratur, dan kurang terawat.


Untuk memergoki benalu tak sulit. Anda bisa menemukannya di sekitar hutan, tepi jalan, kebun, bahkan tegalan.


Tanaman ini berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif (cara pertama, lewat penyebaran biji, dianggap lebih baik dibandingkan dengan cara kedua).


Dalam Flora Malesiana vol. 13 (1997) ditegaskan, ada dua kelompok besar benalu, yakni dari keluarga Loranthaceae dan Viscaceae.


Famili Loranthaceae punya 23 marga (dengan 200 jenis tanaman), di antaranya marga Dendrophthoe (21 jenis) dan marga Scurrula (8 jenis). Sedangkan Viscaceae punya empat marga (26 jenis).


Begitu banyaknya jenis benalu, dalam tulisan ini akan diilustrasikan beberapa jenis saja.


Dendrophthoe pentandra (L) Miq., misalnya, pertumbuhan akarnya intensif menjalar pada inang, acap kali tumpang tindih.


Warna akarnya kecoklatan, dan bila menyerap air, akan berubah menjadi kehijauan dengan perekat kuat. Batangnya tegak, agak panjang, bulat, rapuh, berwarna kusam.


Benalu satu ini banyak cabangnya yang panjang-panjang dan membentuk banyak ranting dengan ruas tua membesar.


Daunnya berbentuk lanset, clips atau bulat panjang, kaku, rapuh, warnanya hijau muda sampai hijau tua.


Bunga kecilnya berbentuk bokor, ramping, dengan mahkota berkelir kuning, merah atau oranye dalam tandan di ketiak yang masih menempel atau sudah gugur.


Sementara buahnya mirip buni, sewaktu muda berwarna hijau, tapi setelah tua berubah jadi kuning.


Bijinya sebesar biji pepaya, bentuknya seperti peluru senapan angin, terdiri atas dua bagian, yaitu lembaga berwarna hijau dan bagian lain berwarna putih, diliputi oleh gelatin.


Jenis ini biasanya diberi nama sesuai nama inang yang diparasitinya, seperti benalu teh, benalu mangga, benalu soka, dan Iain-lain.


Pertumbuhan benalu jenis ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan hara yang diambil dari tanaman inangnya, karena ia memiliki haustoria (akar isap).


Akar isap inilah yang menusuk masuk ke dalam jaringan induk semangnya untuk mengisap hara, garam mineral, serta airnya.


la juga memiliki hijau daun, sehingga dapat berasimilasi, membentuk karbohidrat untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

__ADS_1


Sebaliknya, benalu marga Viscum tidak membentuk haustoria di luar tanaman inang, tetapi pertumbuhannya ke dalam, menghisap sari makanan dari benalu yang ditumpanginya, seperti Viscum articulatum yang menumpang pada Dendrophthoe pentandra.


Jenis lainnya, Viscum articulatum Burm. F, akarnya tidak tampak dari luar. Batangnya bulat, tegak, rapuh, berwarna hijau tua.


Daunnya pipih, pendek, berwarna hijau. Pada pertumbuhan selanjutnya, daun akan menjadi ranting.


Bijinya bergerombol pada tiap ruas cabang, ranting atau daun, bentuknya kecil dan warnanya putih seperti kapas.


Buahnya bulat kecil, bila telah tua sebesar merica, berwarna hijau keputih-putihan. Bijinya pun


kecil, pipih, warna hijau, berflagel pendek dilapisi sedikit gelatin.


Jenis ini sering digunakan sebagai obat untuk meredakan kejang, peluruh kencing (diuretik), anti wasir, penguat jaringan tubuh, dan antihipertensi.


Sejak abad ke-18


Sebagai obat tradisional masyarakat di berbagai negara sebenarnya sudah lama memanfaatkan benalu untuk menyembuhkan berbagai penyakit.


Seperti bisa dibaca dari naskah lawas, Journal of the Asiatic Society of Bengal (1887), keberadaan dan khasiat benalu ternyata sudah dikenal luas oleh orang Indonesia sejak lama, khususnya di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.


Faktanya, catatan-catatan etnobotani menunjukkan, di Jawa pada tahun 1968 benalu sudah digunakan sebagai obat penyakit cacar air, cacar sapi, diare, cacing tambang, tumor, dan kanker.


Pada 1978 penelitian etnobotani juga memberitakan, benalu teh kering yang direbus airnya dapat diminum untuk menyembuhkan penyakit kanker rahim dan jenis kanker lainnya.


Sedangkan pada tahun 1980, giliran benalu sawo yang dipercaya dapat menyembuhkan tumor payudara.


Lalu pada 1983 ditemukan fakta bahwa benalu jeruk nipis, benalu beringin, dan benalu teh dengan ramuan tertentu dapat menghalau tumor.


Setahun kemudian, penelitian etnobotani sekali lagi menemukan fakta di lapangan, air hasil rebusan benalu dari daun tapak dara (Catharanthus roseus), jika diminum, ternyata dapat mengobati kanker.


Tahun 1995, penulis sempat mengunjungi Desa Gentasari, Kroya, Cilacap, untuk mengamati maraknya penggunaan benalu sebagai ramuan jamu di daerah itu.


Dari hasil pengamatan itu, penulis sempat menemukan seorang penderita kanker usus yang berhasil sembuh dari penyakitnya, setelah meminum rebusan benalu mangga.


Di negara-negara itu, benalu juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Di Indocina, daun benalu Dendrophthoe pentandra (L.) Miq. sering diramu dengan teh, lalu diminum sebagai obat flu.


Sedangkan larutan daun benalu Scurrula garcinifolia digunakan untuk mengobati rematik, bisul-bisul, serta memperkuat pertumbuhan gigi dan rambut.


Jenis benalu lainnya, Viscum articulatum Burm. -F direbus dan diminum dua kali sehari untuk mengobati bronkitis.


Di Cina semua bagian dari benalu Scurrula parasitica, yang sudah dikeringkan, digunakan untuk memperkuat ginjal, menenangkan uterus sewaktu hamil, menguatkan tulang, mengurangi pembengkakan, menghilangkan rasa sakit punggung maupun lutut, serta menurunkan tekanan darah tinggi.


Orang Cina juga memanfaatkan benalu untuk pengobatan kelainan hati dan merangsang pertumbuhan rambut.


Sedangkan Viscum articulatum dipercaya membantu mengatasi kelainan hati dan penyakit TBC (tuberkulosis).


Apa sebenarnya rahasia benalu, sehingga banyak dimanfaatkan orang sebagai obat beragam penyakit?


Menurut Richter dalam Phytochemistry No. 31 (1992), benalu Loranthaceae dan Viscaceae mengandung banyak flavonoid, seperti chalcones, flavanones, c-glycoflavonols, dan flavan-3-ols.


Flavonoid sendiri berfungsi sebagai pelindung si benalu dari kerusakan yang disebabkan oleh pengaruh sinar ultraviolet dan bertanggung jawab pada warna bunga, buah, dan daun.


Dalam ilmu farmasi, flavonoid dikenal sebagai senyawa anti radang, antioksidan, pereda sakit (analgesik), antivirus, anti-HIV, mencegah keracunan hati, antikelebihan lemak, merangsang kekebalan tubuh, sebagai vasodilator (memperlancar aliran darah), mencegah penggumpalan darah, antialergi, dan antikanker.


Keberadaan flavonoid itu didukung oleh zat-zat lain yang juga terdapat pada benalu, seperti proline, hydropro line, myo inositol, dan chiroinosotils.


Sementara benalu famili Loranthaceae diyakini banyak mengandung tanin. Senyawa ini terdapat pada tanaman benalu, berkat hasil kerja sama asam gallic dengan catechin, yang menyebabkan padatnya kadar tanin pada daun dan tangkai batang.


Dalam ilmu farmasi, tanin kerap digunakan sebagai obat diare, penawar racun, antivirus, antikanker, dan anti-HIV.


Di balik dosa besarnya pada tumbuhan lain, benalu ternyata berpotensi menjadi bahan penyembuh luar biasa.


Seperti manusia, benalu juga punya sisi baik dan buruk! •


Jangan lebih dari 10 gram

__ADS_1


Pil atau kapsul bikinan pabrik yang dibuat khusus untuk manusia saja ada aturan pakainya. Apalagi yang namanya obat tradisional semacam benalu.


Zaman dulu – sekarang pun masih sering dipraktekkan di desa-desa - ramuan benalu biasanya ditempatkan, direbus, atau diolah di dalam wadah yang terbuat dari tanah liat, semisal kendi.


Penggunaan tanah liat itu dimaksudkan untuk menetralkan racun dalam benalu. Dengan kata lain, pemanfaatan tumbuhan benalu memang tidak sembarangan, dan tidak semudah seperti memanfaatkan herbal-herbal penyembuh lainnya.


Ramuan benalu juga bisa diseduh beberapa kali (minimal dua kali), karena khasiat benalu tak mudah hilang hanya dengan sekali seduh.


Namun disarankan, dosis seduhan itu antara 5 - 10 g saja. Jangan sampai melebihi 10 g.


Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih meyakinkan, silahkan bertanya pada ahli etnobotani atau ahli fitokimia terdekat di kota Anda.


Anda yang bertempat tinggal di Jakarta, misalnya, bisa menghubungi Puslit Biologi Bidang Botani LIPI, di Bogor, Jawa Barat. (Samiran, Peneliti tanaman obat di Puslit Biologi Bidang Botani, LIPI, Bogor)


(Diambil dari Majalah Intisari edisi Februari 2006).


Jika masa bingung dengan artikel ini, begini. Lebih jelasnya. Anda bisa memetik benalu tadi, lalu dijemur tanpa sinar matahari ya kakak.. alias di tempat teduh jemurnya agar zat hijau daun ya tidak terganggu atau bahasa kampungnya di angin angin. Lalu anda bisa mengambil daunnya beserta batangnya kak, semua pokoknya jangan ada yang dibuang. Remas remas, lalu ambil tidak boleh lebih dari setengah ons ya.


Satu ons itu 28,35 gram (bukan 100 g.). Jadi setengah ons minimal 14, gram.


Kemudian rebus di dalam kendi. Harus pake kendi ya kak. Bila belum ada sementara pakai panci asal jangan yang terbuat dari besi atau seng. Aluminium lah maksudnya.


Rebus dengan air empat gelas untuk setengah ons, boleh satu ons tapi delapan gelas air, rebus sampai air tinggal separo. Minum sebelum makan pagi hari dan malam sebelum tidur satu gelas saja. Rutin kak. Sampai lama ya. Bisa berbulan. Sisa rebusan tadi masih bisa di ulang. Tuang air lagi dan rebus lagi, bisa dua atau tiga kali baru diganti yang baru ya kak.


Catatan:


Kista masih bisa sembuh dengan ramuan benalu ya kakak, karena kista masih dalam kategori tumor juga.


Karena saking banyaknya jenis benalu, artinya begini saja, apapun, dimanapun benalu yang ada disekitar kita bisa bermanfaat. Tumbuh dipohon apapun dan bentuk benalu seperti apapun itu tetap benalu yang bisa untuk obat.


Catatan yang perlu diingat, saat mengkonsumsi ramuan benalu akan ada efek sampingnya. Jangan kaget. Anda akan merasakan sakit perut, kembung mual dan diare alias mencret. Tidak masalah! Itu pertanda perut anda tidak kebal hingga kembung dan mual. Selebihnya, diare yang muncul adalah cara untuk mengeluarkan racun yang berhasil diserap oleh si benalu tadi. Tidak akan berlangsung lama.


Jangan kaget juga kalau selama minum ramuan ini akan merasa pusing, itu akibat tekanan darah akan merendah. Anda yang punya tekanan darah rendah harus siap menyediakan obat penambah darah atau konsumsi makanan dengan zat besi yang cukup.


Artikel ini sengaja saya tulis agar banyak dibaca oleh banyak orang lagi agar lebih banyak lagi yang bisa selamat dan sembuh dari kanker dan tumor. Dan banyak nya permintaan foto benalu juga resep dan untuk obat apa saja benalu itu.


Nambah:


Hehe nambah lagi.


Untuk yang bertanya apakah ada obat herbal untuk radang empedu atau batu empedu. Tentu ada. Daun sirsak.


Sirsak termasuk ke dalam tanaman obat batu empedu yang cukup manjur, terutama pada bagian daunnya.


Hal ini karena senyawa yang terkandung dalam daun sirsak memiliki peran yang signifikan untuk mengatasi batu empedu.


Cara mengolah daun sirsak untuk obat batu empedu adalah menyiapkan daun sirsak 4 lembar dan teh.


Kemudian, rebus keduanya secara bersamaan dengan 3 gelas air.


Tunggu hingga mendidih dan air tersisa 1 gelas, lalu konsumsi selagi masih hangat.


Teh boleh pake merk apa saja asal teh tubruk ya kak. Jangan teh celup kalau bisa.


Informasi ini selain dari pengalaman pribadi, saya dapatkan juga dari sumber terpercaya.


Boleh di Share untuk berbagi,


Ayo kita lawan penyakit tanpa obat kimia!


Lawan kanker tumor dan kista selagi bisa tanpa operasi. Biaya operasi juga selangit kakak! Bpjs tau sendiri. Suka lelet.. hihi.


Semoga bermanfaat dan,


Salam Hangat dari Bangka!

__ADS_1


__ADS_2