
Sang sopir yang tak lain adalah Ang, jelas saja kaget melihat Yuri sudah mengatur posisi puenak di samping nya. Segera menoleh ke luar , melihat Tuan muda dan Nyonya muda nya yang masih berbicara dengan Jihan dan Tiara.
"Eh, eh.. Anak sapa lu, main slonong aja." tegur Ang, pada Yuri.
Yuri menoleh pada Ang, "Diam pak sopir. Aku ini saudara nya nyonya muda Mahendra. Mau ikut dia pulang." jawab Yuri enteng, Yuri tidak tau jika yang di panggil pak sopir olehnya adalah manusia kepercayaan Tuan muda Garra.
"Hah.. mau ikut??? Enak saja. Turun ,turun..!!" bentak Ang, mengusir Yuri. Yang di usir tidak menggubris. Ang, membuka pintu dan memilih meloncat turun menghampiri Garra.
"Tuan muda, itu..?" menunjuk pada Yuri. Garra hanya menyerngitkan dahi sambil melirik pada istrinya.
"Bu, bagaimana ini? Yuri tidak boleh ikut dengan ku sekarang. Nanti Suamiku bisa marah kalau aku membawa orang asing pulang sebelum minta ijin dulu." protes Mia pada Tiara.
"Tidak tau tu Yuri." jawab Tiara menghampiri Yuri di mobil dan menyuruh Yuri keluar dari mobil.
Tapi Yuri tidak mau lagi keluar dari mobil. Berpegang erat di sisi mobil ketika Tiara menarik paksa tangan nya.
"Yuri, kau ini apa apaan sih.!!! Kebelet sekali ingin menjadi pelayan Mia ya?" bentak Tiara yang tidak berhasil membuat Yuri keluar dari mobil.
"Ibu, katanya tadi mau menjual Yuri pada Mia untuk jadi pelayanannya. Yuri ikut sekarang saja. Sama saja, nanti bakalan di kirim kesana juga." bantah Yuri.
"Kesepakatan saja belum terjadi Yuri.. Kau ini bikin malu saja. Cepat turun..." bentak Tiara.
"Tidak mau!!" Yuri ngotot.
"Mia.. tolong aku. Aku mau ikut kamu. Tidak apa jadi pelayan mu. Dari pada disini, cuma jadi pelampiasan emosi mereka. Nanti kalau aku di jual ibu juga bagaimana..??" rengek Yuri mengiba pada Mia yang sudah mendekat.
"Sialan!! Kamu sedang mencari dukungan ya..! Turun kau..!!" Tiara menjewer telinga Yuri.
"Mia, tolong aku. Setidaknya aku pernah melempar mu coklat. Kamu masih ingat kan.? Jika aku tidak melempar mu, dulu kau tidak akan pernah bisa memakan coklat di rumah ini." Yuri terus mengiba pada Mia dan masih terus bertahan dari serangan ibu nya.
"Aduh.. bagaimana ini bang Garra???" Mia kebingungan, menoleh dan berbisik pada Garra.
"Sudah bawa saja... Itung itung buat oleh oleh. Oleh oleh hidup. Lumayan kan.. bisa buat keset." jawab Garra berbisik juga.
"Hah! Keset?? Jangan begitu bang Garra, gitu gitu Yuri anak Ayah juga loh. Artinya adik ku, adik ipar mu!" sahut Mia.
"Tumben kau pintar. Ya sudah, bukan buat keset kalau begitu. Buat lap kaki saja." ucap Garra.
"Sama saja!!" Mia melotot.
"Sudah Bawa saja ... Daripada mereka cakar cakaran." usul Garra akhirnya di terima Mia.
"Bu, biarkan saja Yuri ikut kami. Siapa tau dengan ada nya Yuri, Tuan muda Garra mau membantu kalian. Mau memberi uang banyak pada ibu. Dua koper.!" ucap Mia pada Tiara.
Tiara nampak berpikir.
"Dua koper Bu, lebih banyak dari yang dulu." kembali Mia membujuk Tiara.
__ADS_1
"Iya juga ya..!! Kau benar Mia. Kalau begitu, bawa saja. Bawa saja lah. Sana sana..!" Tiara tersenyum senang, membuka kan pintu mobil untuk Mia.
Setelah Mia masuk di ikuti Garra dan juga sekretaris Ang, Tiara menutup pintu mobil sambil melambaikan tangan nya.
"Baik baik di sana Yuri.. Dan Mia, di tunggu janji mu! Da...!!"
Sekretaris Ang melajukan mobil nya sambil melirik gadis disebelah nya yang masih bersungut-sungut bibirnya itu.
Sementara Garra, menghela nafas.
"Huh!! Ternyata keluarga mu sama tidak pintarnya dengan dengan mu. Bikin aku hampir semaput saja." gumam Garra.
Mia yang sedikit mendengar segera menoleh.
"Apa??"
"Oh, itu. Keluarga mu Lucu lucu ya? Jadi senang mengenal mereka."
"Apa nya yang lucu. Yang ada pada matre semua." bantah Mia.
"Tidak apa Mia, yang penting kan mereka juga keluarga mu. Dan keluarga ku juga. Setelah ini, mungkin mereka akan segera sadar dan bisa menyayangi mu." ucap Garra meraih tangan Mia dan mencium nya.
Mia tersipu, menunduk kan wajah nya.
Di depan, Yuri melirik mereka berdua. Tidak mendengar jelas apa yang di bicarakan mereka tapi bisa melihat jelas apa yang di lakukan Garra pada Mia. Otak Yuri pun semakin penuh tanda tanya.
"Mia..!!" Garra merangkul pundak Mia, membawa kepala Mia di dadanya.
Mia mengangguk.
"Apa kita langsung mau pulang? Ini sudah sore lho..?" kembali Garra bertanya.
Mia mengangguk lagi.
"Benar?? Tidak mau kemana mana lagi?"
Mia kembali mengangguk.
"Baiklah. Ang, Kita pulang..." Garra berbicara pada Ang yang langsung menjawab dengan Anggukan.
Garra masih mendekap kepala Mia, kini menghujani kepala itu dengan kecupan kecupan panjang.
Yuri di depan,semakin merasa aneh, lalu menoleh. Yuri rupanya tak tahan melihat kelakuan Garra lalu bangun dari bangku nya merangkak ke kursi belakang di mana Garra dan Mia duduk di sana. Langsung menarik tubuh Garra dengan paksa membuat pelukan mereka terlepas, Garra terperangah. Rupanya Garra sempat lupa jika ada Yuri di depan memperhatikan mereka. Garra juga lupa jika sedang berpura pura menjadi orang lain di depan keluarga Mia.
Yuri kemudian duduk di tengah tengah mereka. Lalu menampol kepala Garra dengan kasar.
"Kau ini ya! Dasar pengawal kurang ajar. Berani nya merayu Mia. Kau tidak ingat kalau Mia itu istri Tuan muda Garra, Atasan mu. Mau kau di pecat..!??" Yuri menunjuk batang hidung Garra. Mia yang melihat itu pun kaget dan menarik tangan Yuri.
__ADS_1
"Yuri , tidak boleh begitu. Kau tidak sopan!"
"Kau juga ya Mia. Kau sudah selingkuh dari suami mu. Tidak boleh Mia. Meskipun Suami mu pria Cacat, tidak boleh mengkhianatinya. Dosa Mia.. Ingat dosa." Yuri berbalik menuding Mia.
"Aduh Yuri, kau ini belum tau yang sebenarnya. Cepat kembali ke tempat duduk mu. Dan diam, nanti kau akan tau sendiri." sahut Mia mendorong tubuh Yuri agar kembali ke jok depan.
"Aku sudah tau Mia. Aku sudah tau..!" teriak Yuri menahan tubuh nya agar tidak kembali ke depan.
Sekretaris Ang, sempat kaget melihat adegan itu, beruntung cepat menyadari yang terjadi. Sadar jika Tuan muda nya sedang berpura pura sebagai orang lain di depan keluarga Mia, lalu menarik lengan Yuri agar kembali duduk di sebelahnya dengan tangan kiri nya, sementara tangan kanan nya masih digunakan untuk mengendalikan setir.
"Sudah , duduk lah bocah!" seru sekretaris Ang.
"Kau ini orang asing, tidak perlu ikut campur urusan orang lain." sambung Ang setelah Yuri duduk.
Yuri menganga, tidak menyangka jika si sopir itu yang pasti sudah mengetahui tentang perselingkuhan mereka malah membela mereka. 'Benar benar dunia sudah gila. Tanda tanda hari akhir pun sudah dekat.' Pikir Mia.
"Kau pasti sudah tau perselingkuhan mereka ya Pir, tapi malah mendukung mereka. Bagaimana sih. Kalian benar benar sudah gila." maki Yuri.
"Diam bringsik...!!!" bentak Ang.
Yuri terdiam, otak nya berpikir. Mereka semua ternyata terlibat kejahatan untuk mendzolimi Tuan muda Garra. Ini tidak bisa diikuti. Masa iya keluar dari neraka di rumahnya malah akan masuk ke neraka penuh dosa lagi.
"Tidak tidak, aku tidak mau terlibat dengan kedzoliman lagi." gumam Yuri.
"Turun kan aku.. Turunkan aku! Tepikan mobilnya! Aku tidak jadi ikut kalian." teriak Yuri tiba tiba.
Ang menoleh,
"Enak saja. Kau sendiri yang sudah memutuskan untuk ikut kami. Jadi diam lah, sebentar lagi kita akan sampai. Dan kau akan segera tau, neraka baru untuk mu." ucap Ang, membuat bulu kudu Yuri mendadak berdiri.
"Benarkah...benarkah di sana nanti penuh kedzoliman. Ahhh... aku tidak mau. Aku itu mau ikut Mia karena ingin lepas dari dosa dosa yang di perbuat ibu dan Jihan. Mia..!!"
Yuri menoleh kebelakang bermaksud ingin protes pada Mia. Tapi malah kembali melihat Garra memeluk Mia lagi.
"Astaghfirullah.. Astaghfirullah...!!" Yuri beristighfar sambil mengelus dadanya sendiri.
Sementara Garra dan Mia terkekeh. Mia menutup mulutnya dengan telapak tangan nya untuk. menyembunyikan tawanya.
Mia merasa lucu bisa mengerjai Yuri,bagi nya tidak masalah iseng sedikit pada Yuri. Toh nanti sebentar lagi Yuri akan tau yang sebenarnya.
'Kira kira, bagaimana reaksi Yuri nanti ya, jika sudah tau kalau yang baru saja di tampolnya adalah Tuan Muda Garra.' batin Mia bertanya.
'Lalu bagaimana reaksi Seorang Tuan muda Garra yang kena tampol seorang Yuri?' Mia kembali terkekeh memikirkan nya.
bersambung......!!!!!
*Ik**uti terus kisah kekonyolan mereka yang bisa bikin kita ikut gila juga. Kadang terpingkal kadang juga kesal..!!! Dan detik detik romantis nya sepasang sejoli yang pernah gagal belah duren itu.
__ADS_1
Semoga terhibur*...!!!!
[ Terimakasih juga saya ucapkan untuk kesetiaan kalian yang masih mau mengikuti karya ini sampai detik ini, hingga karya ini menjadi karya yang sedang di rekomendasikan oleh Pihak Platform NovelToon sebagai Rising star dan Bulan Baru. Serta bisa menduduki karya baru meskipun masih dengan Nomer urut 50. Pokoknya... Terimakasih semua nya... Buat Dukungan kalian semua...! Komentar, like ,bunga ,vote dan fav nya. Lalu koin tips nya....!!!" Terimakasih....]