
Halo Semua! Apa kabar?
Semoga hari kalian selalu menyenangkan ya?
Aku ingin Promosi karya baru nih?
Dengan judul "Dokter Jenius Istri Dewa Perang?"
Bagi yang suka tantangan dan Teka teki, yuk meluncur! Ada kebucinan, itu sudah pasti ada.
Sinopsis:
Ameera Adalah seorang Dokter Jenius Ahli Journal Of Pharmacy. Tapi dia bernasib malang. Mengalami perjalanan waktu dan harus menjalani hidup barunya, menjadi seorang Permaisuri yang tidak diinginkan. Istri dari Raja Perang yang kejam.
Dunianya terbalik seketika. Di abad 21 atau tahun saat ini kita berada, dia adalah bintang yang dipuji dan dihargai seluruh dunia, tapi disini dia di benci, di kucilkan dan tidak dipandang.
Bisakah Ameera bertahan di tengah tengah kebencian? Menyikap tabir rahasia di balik kehidupan dulu dan sekarang?
Dokter Jenius, Permaisuri Raja Perang!
Ayo dukung, mumpung lagi anget!
Bab 1. Melintasi Dimensi.
Dinasti Chou (1122 – 255 SM)
Dinasti Chou memperkenalkan kepercayaan tentang adanya Dewa Langit. Sesuatu yang unik yang dilakukan oleh dinasti chou untuk merebut kekuasaan dari dinasti Shang. Mereka menyebut dirinya sebagai pilihan dari langit untuk memerangi dinasti Shang. Dinasti ini didirikan oleh Pangeran Wu Wang dengan pusat pemerintahan berada di Provinsi Shensi.
Zaman ini dikenal juga sebagai Zaman Seratus Filsafat.
Paviliun Red!
Kediaman Raja Han Carl, sang Raja Perang.
Hanya dengan penerangan lilin lilin yang cahayanya bergoyang akibat tertiup semilir angin nakal yang menerobos celah celah jendela menembus gorden.
Menarik bayangan panjang di dinding menunjukan bayangan sepasang manusia yang sedang bergumul.
Ameera, tubuhnya ditindih dan di himpit kasar di bawah tubuh kekar Raja Han. Ameera tidak melihat sedikitpun cinta Dimata Laki laki yang sedang menyetubuhinya itu. Hanya tatapan kebencian teramat dalam yang terbaca oleh Ameera.
Hatinya terasa begitu remuk, pada saat itu. Satu tahun lamanya menikah, Raja Han sama sekali tidak pernah menyentuh tubuhnya.
__ADS_1
Kemarin, Ibu suri memasuki istana. Ameera menyambut. Namun tatapan Ibu Suri begitu kecewa saat melihat perutnya yang masih rata.
"Tidak ada alasan lagi untukmu. Aku akan menyuruh Raja Han untuk mengambil selir."
Ameera tidak ingin menangis ataupun mengeluh, tapi mendengar ucapan Ibu Suri ia merasa tidak rela.
Saat usianya masih menginjak lima belas tahun, dia sudah jatuh cinta pada Raja Han dalam pandangan pertama saat Pesta Akbar yang diadakan Lima tahun sekali dalam istana.
Hatinya benar benar sudah terikat dan dia melakukan apapun cara untuk mendapatkan posisi ini. Ternyata Ameera salah. Dia terlalu percaya diri dan beranggapan bahwa dia akan benar benar menjadi wanita paling bahagia memiliki Raja Han.
Matanya terbelalak ketika merasakan sesuatu yang menusuk kasar di bawah sana. Begitu sakit ia rasakan. Pandangan dingin mata Raja Han menusuk hati Ameera. Sakit sekali rasa hatinya. Sama sakitnya dengan tubuhnya saat ini. Hentakan kasar bertubi tubi di dapat oleh Ameera.
Bagaimana caranya ia melewati rasa sakit ini? Ini sangat menyakitkan jiwa dan raganya.
Ameera memeluk erat punggung Raja Han dan menggigit kuat bibir Raja Han hingga mengeluarkan darah yang menetes langsung ke mulutnya.
Mata Raha Han menyalang merah. Lalu menghentak sangat kuat dan mempercepat untuk segera menyudahi. Raja Han bangkit, melepaskan diri dari tubuh Ameera.
Plak…!
Satu tamparan kuat mendarat di pipi Ameera. Darah segar mengalir dari ujung bibirnya.
"Hari ini, Aku sudah menyetubuhi mu sesuai dengan keinginanmu selama ini. Bukankah ini yang kau inginkan dari ku? Dan mulai detik ini, kita adalah orang asing. Kau mengerti!"
"Begitu bencinya kau padaku?"
Padahal, sebelum menikah Ameera sudah belajar urusan ranjang. Ibunya memberitahu cara melayani suami dengan benar. Tapi Raja Han meminum obat perangsang. Dia datang saat efek obat itu sudah menembus tubuhnya.
Memperlakukan Ameera untuk pelampiasan nafsu efek dari obat perangsang. Bahkan sedikit pun tanpa rasa cinta ataupun belas kasihan.
Raja Han menyambar pakaiannya, secepat mungkin mengenakan jubah kebesaran berwarna merah menyala. Kakinya menendang kursi ukiran yang ada di sisi Ranjang. Lalu menatap murka pada Ameera.
"Membencimu? Bahkan rasanya tidak pantas. Apa kau tau, Aku sangat jijik padamu. Kau itu seperti seekor belatung busuk yang sangat menjijikan. Jika tidak, mana mungkin aku harus meminum obat perangsang hanya untuk menyetubuhi mu?"
Selesai berbicara seperti itu, Raja Han keluar meninggalkan Ameera yang meratapi dirinya. Memungut pakaiannya dan mengenakan dengan perasaan hancur berkeping.
Ameera bisa mendengar jelas suara lantang Raja Han di luar pintu.
"Mulai hari ini, jangan menganggap dia siapa siapa lagi. Anggap saja dia hanyalah anjing peliharaan Istana ini. Kalian mengerti?"
Sakit, itu sangat menyakitkan bagi Ameera. Dia mendapatkan keinginannya untuk bisa bersetubuh dengan Raja Han demi keinginan Ibu Suri yang menuntutnya untuk hamil. Dan dia tidak menyangka jika Raja Han menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkan hatinya.
Ameera tersenyum, kembali senyuman tanda putus asa. Lalu dia mencabut tusuk konde yang masih terselip di rambutnya.
__ADS_1
Selang beberapa waktu.
"Permaisuri bunuh diri!!! Tolong. …!" Teriakan pelayan wanita menggelegar membuat semua orang berhambur panik.
Seorang Tabib Istana berlari memasuki Ruangan kamar dan segera memeriksa.
"Permaisuri tidak bisa di tolong. Dia kehabisan darah dan meninggal."
Orang orang hanya bisa menghela nafas. Bukan sedih namun terlihat senang.
Bibi Zhu mengantar Tabib keluar, lalu berbalik dan kembali masuk. Wajahnya begitu dingin menatap wajah Ameera yang sudah memucat.
"Jika ingin mati, seharusnya tunggu Yang mulia Raja menceraikanmu dahulu wanita iblis. Kau bisa pulang ke rumah mu dan mati di sana. Jangan mengotori Istana kami. Jangan meninggalkan nasib buruk untuk Yang Mulia Raja. Dasar wanita ******!" Maki bibi Zhu pada mayat dihadapannya itu. Tiba tiba Bibi Zhu terkejut, Ameera membuka matanya.
"Air…!" Tenggorokannya terasa sangat kering dan panas.
"Jika kamu mempunyai kemampuan untuk mati dan bersandiwara, seharusnya kamu juga bisa mempunyai kemampuan untuk menuang air itu sendiri." Ucap Bibi Zhu dengan tatapan penuh benci. Dia mendengus kesal lalu pergi keluar.
Ameera berusaha untuk bergerak, berjuang untuk bangun perlahan. Lalu dia duduk dengan hati hati,Menyandarkan punggungnya di tepi meja. Tulang belulangnya terasa sakit dan remuk. Tenaganya seperti hilang terkuras habis.
Dengan susah payah Ameera meraih teko dan meneguk sangat banyak air, Sekarang dia baru merasakan seperti hidup lagi setelah rasanya tadi hampir mau mati.
Dia melirik pergelangan tangannya. Sebuah luka yang cukup dalam. Urat nadinya seperti hampir putus.
"Apa yang terjadi?" Dia berusaha mengingat.
Tadi dia berada di ruangan laboratorium jurnal farmasi. Dia sedang menciptakan Suatu obat perangsang perkembangan otak bersama para timnya. Lalu mencoba Virus ciptaan baru mereka yang berhasil mereka ciptakan dan sudah berhasil di uji pada seekor binatang peliharaan. Sudah waktunya untuk menguji pada Manusia.
Ameera mendapat julukan anak jenius dari umur dua belas tahun. Saat umur delapan belas tahun dia sudah mengambil jurusan kedokteran profesional di universitas Rusia dan lulus sebagai nilai terbaik dan tertinggi. Dia adalah Dokter termuda di dunia abad ke 21.
Dia merasa pusing teramat sangat saat selesai penyuntikan cairan hasil ciptaannya. Temannya sudah mencegah. Namun Ameera memaksa.
"Kita harus bisa membuktikan, jika Virus yang Kita ciptakan ini akan membawa Dunia menuju kecerdasan yang lebih baik. Aku bersedia mencobanya untuk pembuktian!"
"Ameera…! Ameera!"
"Dokter! Dokter Ameera…!"
Pandangannya tiba tiba menggelap dan ia terjatuh ke lantai. Samar samar ia masih bisa mendengar saat beberapa rekannya berteriak.
"Panggil Ambulans…! Cepat!" Dan akhirnya Ameera benar benar tidak bisa bernafas.
____
__ADS_1