Suamiku Bukan Pria Cacat

Suamiku Bukan Pria Cacat
Garra Mahendra! Menantu Durhaka.


__ADS_3

Yuri dan Mia sama sama berlari menghampiri. Sesaat menghentikan langkah mereka.


Lalu Yuri menubruk Tiara, dan Mia menubruk Gani Ayahnya.


Tiara terisak di pelukan Yuri, sedangkan Mia terisak di pelukan Gani Kuncoro.


Jihan hanya melongo melihat adegan itu. Lalu mata Jihan tertuju pada dua laki laki tampan yang berdiri tidak jauh di depan mereka.


Jihan rupanya masih mengenali Garra dengan baik. 'Bukankah pria itu pengawal Mia yang menjadi selingkuhan nya?'


Lama terisak, Tiara melepas pelukannya begitu juga dengan Gani Kuncoro.


Kemudian Tiara memandangi Yuri, dari bawah hingga atas lalu beralih memandangi Mia.


Plak....!!!


Tamparan tidak terlalu kuat tangan Tiara mendarat di pipi Yuri.


"Ibu, kenapa menampar Yuri?" Yuri meringis mengusap pipinya yang panas.


"Dasar anak durhaka. Kemana saja kau ini. Orang tua kepayahan malah bersenang senang sendiri." lalu menoleh pada Mia.


"Kau juga ya... Sudah berbohong. Katanya jika Yuri di bawa, Suami mu bakalan memberi kami uang dua koper. Ini boro boro. Menanyakan kabar saja kalian tidak." maki Tiara.


"Maafkan kami Bu." jawab Mia.


"Sudah sudah. Ayo masuk dulu kalian." Gani melerai mereka , mengajak mereka masuk. Dan menoleh pada Garra dan Ang.


Garra reflek menyenggol lengan Ang dengan siku nya.


"Mertua Ang, mertua. Hormat dulu."


Ang melirik Tuan nya, lalu mengangguk. Kedua nya kemudian menghampiri mereka ,tak lupa menundukkan kepalanya ke arah Gani tanda memberi hormat.


"Kalian masuk juga." ucap Gani pada Garra dan Ang. Gani sempat memperhatikan Ang, dia masih seperti mengingat wajah Itu.


"Anda.?" Hampir Gani membuka suara, tapi tangan Mia sudah menarik nya masuk.


Tiara dan Gani duduk di kursi usang di ruangan tamu di dalam kontrakan mereka itu. Ruangan tamu sekaligus dapur mereka juga di gunakan untuk kamar tidur Jihan.

__ADS_1


Banyak gantungan berserakan di lantai, belum lagi sisa sisa kol ada di sana. Rupanya Tiara sedang memasak tadi. Dan baru saja selesai. Belum sempat bebenah, karena Jihan tidak ada kerjaan selain rebahan.


Yuri dan Mia, Garra serta Ang masih berdiri di ujung ruangan. Lalu Mia bergerak menghampiri ibu dan ayahnya. Meraih kedua tangan Ayah nya dan mencium nya berulang ulang.


"Maafkan Mia Ayah. Mia tidak tau jika keadaan kalian seperti ini. Sebenarnya waktu itu kami ingin melihat kalian. Tapi belum ada waktu." ucap Mia.


Tangan Gani Kuncoro mengelus kepala Mia. "Tidak apa apa Mia. Kami baik baik saja. Tidak perlu meminta maaf."


"Baik baik apa nya. Blangsak begini di bilang baik!" samber Tiara.


"Kau ini sungguh tega pada orang tua mu sendiri Mia. Mentang mentang sudah jadi nyonya muda Mahendra. Tidak tau apa, mau makan saja kami ini harus mengutang dulu. Itu kalau diberi , kadang juga tidak beri dan kami tidak akan makan seharian. Sampai ada yang mau berbagi pada kami baru kami bisa makan." ucap Tiara kembali.


"Ibu maafkan Mia." Mia meraih tangan Tiara.


"Mana suami mu hah! Katanya orang kaya, tapi tidak mau peduli dengan mertuanya. Gini gini juga kami mertuanya. Ini ayah kamu, dan aku orang yang sudah memberimu makan. Sampai kau bisa besar seperti ini."


"Ibu. Suami Mia .."


"Ah, kami tau jika suamimu itu sudah sembuh dari sakitnya. Kami mendengar kabar Mia. Kau jangan bohong lagi jika suami mu itu pria Cacat. Dia tidak cacat lagi kan??" ucap Tiara.


"Ibu, suami Mia memang sudah bukan lagi pria Cacat. Dia..!"


"Sudah Bu.. Sudah.!"


"Tuh kan yah, kau dengar. Percuma ternyata kita punya menantu dari keluarga Mahendra, tidak ada gunanya. Garra Mahendra itu jangan jangan bukan orang baik. Tidak sesuai dengan rumor yang beredar. Yang mengatakan jika Garra Mahendra adalah pria muda yang dermawan. Mana buktinya..!!"


Yang di sana, Yuri nampak kebakaran jenggot. Melirik wajah Garra yang sangat kesal karena di maki Ibu nya secara terang terangan. Yuri hendak maju menghentikan makian ibu nya , tapi tangan sekretaris Ang segera menahan langkah Yuri.


"Biarkan saja. Aku ingin tau, sampai di mana ibu mu berani memaki Tuan muda." bisik Ang.


"Tapi Tuan." Yuri sudah panik. Melambai lambaikan tangan nya pada Tiara untuk memberi kode. Tapi Tiara tak mengerti.


"Kau kenapa Yuri? Kesambet?" tanya Tiara , melihat Yuri menunjuk nunjuk Ke arah Garra sambil menyilangkan tangan nya. Tanda Stop!


"Kenapa dia hah! Pengawal Mia kurang ajar ini? Mau melapor pada Tuan muda Garra begitu? Kau pikir aku takut hah! Lapor sana. Aku juga akan melaporkan padanya jika kau sudah kurang ajar berani bermain api dengan istrinya. Pegang pegang istri orang sembarangan. Kau pikir aku tidak tau kalau kau itu ada main dengan istri tuan muda mu hah! Dan Tuan mu itu sama kurang ajar nya. Menantu durhaka. Sudah sehat, tapi tidak mau sedikit pun melirik kami sebagai mertuanya." Tiara menunjuk Garra.


Mia segera meraih tangan Tiara.


"Bu, jangan begitu dia itu."

__ADS_1


"Apa! Hanya pengawal kurang ajar!"


"Ibu! Berhenti!" teriak Mia, sudah pias saat Garra melangkah mendekat.


"Mia.. Biarkan saja. Tuan muda Garra memang kurang ajar. Tidak mau peduli dengan mertuanya yang sedang kesusahan. Tuan muda Garra memang menantu durhaka." ucap Garra mendekati Gani Kuncoro.


"Tuh dengar, pengawal mu saja membenarkan ucapan ibu." sahut Tiara membenarkan ucapan Garra.


Lalu Garra meraih tangan Gani Kuncoro. Di luar dugaan, Garra tiba tiba berlutut mencium tangan Gani Kuncoro.


Semua orang di buat terperangah oleh sikap Garra, terutama Gani Kuncoro yang tidak mengerti dengan maksud pria yang dikenal nya sebagai Pengawal putrinya itu.


Melihat itu Mia langsung berdiri menyentuh pundak Garra.


"Bang Garra, tidak perlu melakukan ini. Bangun lah bang Garra."


"Hah! Bang Garra? Maksudnya.. ini..! Mia.. Yuri!" Tiara tergagap. Menatap Mia dan juga Yuri. Sama hal nya dengan Jihan, apalagi Gani Kuncoro. Pria paruh baya itu menunduk , ingin mengintip wajah pria yang saat ini masih menggenggam dan merunduk kan kepalanya di pangkuan nya.


"Ayah mertua. Maaf kan saya. Menantu tidak berguna mu ini.!" ucap Garra lalu mendongak menatap Gani Kuncoro.


"Jadi kamu??"


"Benar Tuan Gani Kuncoro. Aku lah Garra Mahendra yang telah menikahi putri anda Mia. Aku lah kakak ipar Yuri."


Gani Kuncoro pias, sontak berdiri melepaskan tangan Garra. Garra mulai berdiri , menatap Gani Kuncoro dan Tiara secara bergantian.


Gani Kuncoro Menoleh pada Ang, yang langsung mengangguk padanya.


"Apa anda tidak mengingat saya Tuan Gani? Saya pernah menemui mu bersama Tuan Abraham saat menjemput Nyonya muda Mahendra menjelang hari pernikahannya." ucap Ang.


Tiara dan Gani sama sama terkejut. Melempar pandangan. Dan berucap bersamaan. " Anda.. Sekretaris Ang!"


"Benar! Dan ini benar adalah Tuan muda Garra Mahendra."


Tiba tiba Gani dan Tiara sama sama berlutut di kaki Garra.


"Tuan muda Garra, mohon maafkan Kami. Ampuni kami. Ampuni kesalahan istri saya yang sudah berbicara kurang ajar menistakan anda. Ampun kami Tuan muda!" Gani mengiba. Tiara sendiri sudah tidak mampu bicara.


Jihan, gadis ikut bengong! Wajahnya mendadak pias, badan nya seketika panas dingin. Bagaimana tidak, mengingat dia juga pernah memaki Garra.

__ADS_1


________________


__ADS_2