Suamiku Bukan Pria Cacat

Suamiku Bukan Pria Cacat
Kebaikan Garra.


__ADS_3

Garra Mahendra mengangkat pundak Gani Kuncoro. Mia pun mengangkat pundak Tiara.


"Bangun lah Ayah mertua. Anda tidak boleh melakukan ini." ucap Garra pada Gani.


Kedua lidah orang tua itu sama sama kelu.


"Ayah, ibu. Maafkan kami, baru bisa memberitahu yang sebenarnya. Saat itu, kami tidak sengaja berbohong. Sungguh!" ucap Mia.


Mereka masih kelu.


"Maafkan menantu kalian ini. Tapi hari ini, saya sengaja mengajak Mia kemari untuk menjemput kalian." ucap Garra.


Kedua nya kembali melempar pandangan. Entah bagaimana perasaan Tiara dan Gani saat ini. Mungkin Tiara menjadi orang paling menyesal di dunia karena sudah memaki Garra Mahendra tepat di depan nya langsung. Belum lagi saat ia mengingat segala perlakuan nya selama ini pada Mia. Selama Mia bersama mereka, sebelum Mia menjadi istri Garra Mahendra.


Gani pun wajah nya masih pias, dengan ragu menatap Garra. Dengan suara bergetar berbicara pada Garra.


"Tuan muda, maafkan atas kelancangan kami."


"Tidak perlu meminta maaf Ayah Mertua. Kami yang salah. Yang tidak memberi tahu kalian dari awal." jawab Garra.


"Ayah mertua dan Ibu Tiara, mau kah ikut kami keluar dari Kontrakan ini?" tanya Garra pada mereka.


"Tuan Muda Garra, sungguh berhati mulia. Kami sungguh tidak pantas mendapat kan perhatian Tuan muda. Apalagi selama ini kami tidak menjadi orang tua yang baik untuk Mia. Biar lah kami tetap di sini. Mungkin ini adalah hukuman yang pantas untuk kami akan kesalahan kami di masa lalu pada Istri anda." jawab Gani.


"Tidak Ayah mertua. Kalian harus tetap ikut dengan kami. Yang lalu biarlah berlalu. Mia pun sudah melupakan nya. Aku hanya meminta satu hal pada kalian. Terima lah Istri ku dengan baik untuk menjadi bagian keluarga kalian yang utuh. Perlu kalian tau, jika Mia sangat menyayangi kalian dan juga Mia sangat peduli dengan kalian." ucapan Garra rupanya begitu menusuk hati Tiara. Wanita itu merasa tersindir berat.


Tiara melangkah mendekati Mia dan seketika memeluk Mia. Tangis nya pecah membahana.


"Maafkan aku Mia. Maafkan ibu tiri mu yang jahat ini. Maafkan Mia. Aku salah. Selama ini tidak pernah bisa menerimamu dengan baik." ucap Tiara tersendat sendat.


Mia pun ikut menangis tersedu.


"Tidak apa apa ibu, tidak apa apa. Mia sudah memaafkan kalian. Mia sudah melupakan nya."


Lain hal dengan Jihan, gadis satu ini masih saja angkuh. Meskipun hatinya tidak bisa dipungkiri jika ia juga sungguh menyesali perbuatannya pada Mia, tapi gengsi masih saja di utamakan.


Sampai Yuri mendorong tubuh Jihan untuk maju ke depan.

__ADS_1


"Cepat lah minta maaf pada Mia dan Tuan muda Garra. Lakukan dengan baik, maka hidupmu akan selamat Jihan!" bisik Yuri.


"Tidak mau!"


"Kalau begitu, aku akan meminta agar Tuan muda Garra tidak membawa mu serta. Biar saja kau membusuk disini sendirian!" tegas Yuri.


Jihan cemberut. Mau tidak mau melangkah mendekati ibunya. Tiara menoleh.


"Minta maaf pada Mia Jihan. Minta maaflah atas semua kesalahanmu." ucap Tiara.


Masih dengan wajah ketekuk nya, Jihan mengulurkan tangan nya. "Maafkan aku juga Mia."


Mia tersenyum, menyambut tangan Jihan.


"Iya Jihan. Apa kau juga mau ikut dengan kami?"


"Jika tidak, memang aku harus di sini sendiri. Tidak mungkin kan?"


"Ah,baik lah. Kau ikut. Tapi kau harus berjanji padaku. Jangan melawan Ayah dan Ibu. Jadi lah anak yang baik untuk mereka. Karena kemungkinan kau yang harus tinggal bersama mereka dan Yuri akan tetap tinggal bersama ku di rumah suamiku." ucap Mia.


"Maksudnya.. Kami tidak ikut tinggal bersama kalian di rumah tuan muda Garra begitu.?" tanya Jihan. Mendengar ucapan Mia semua mata kini tertuju pada Mia. Termasuk Garra.


Mia menghela nafas. "Tentu tidak. Aku tidak ingin kalian tinggal di rumah Tuan muda Garra, aku punya alasan sendiri untuk itu." jawab Mia , langsung menatap Garra yang sedikit heran pada Mia.


"Bang Garra , boleh tidak Mia meminta di belikan rumah pada bang Garra untuk mereka? Bukan kah bang Garra pernah bilang, mau apapun Mia boleh meminta pada bang Garra? Sekarang Mia meminta bang Garra membelikan rumah untuk mereka." ucap Mia pada suaminya.


"Tentu saja Mia ku. Aku akan memberikan apapun keinginan mu. Tidak masalah. Mereka boleh memilih sendiri, rumah mana yang ingin mereka tempati." jawab Garra.


"Terimakasih bang Garra." Mia memeluk Garra, Garra pun langsung membalasnya.


"Apa yang tidak untuk mu Mia."


Pemandangan yang makin membuat Jihan iri hatinya.


Baik Tiara maupun Gani Kuncoro sungguh terharu akan hal itu. Tak pernah menyangka jika Mia akan datang menjadi malaikat penyelamat keluarga nya di saat keadaan mereka terpuruk dan berada di saat terburuk mereka. Di saat seluruh dunia terasa meninggalkan mereka ,justru Mia yang dulu mereka abaikan datang menghampiri dengan membawa ketulusan besar.


"Ibu, apa ibu tau di mana bi Sumi sekarang?" tiba tiba Mia bertanya pada Tiara.

__ADS_1


"Bi Sumi. Dia masih ada di rumah yang dulu. Masih bekerja di sana sebagai pelayan pemilik rumah baru itu." jawab Tiara.


"Bang Garra, bisakah kita menemui bi Sumi?" mia bertanya pada Garra.


"Kita akan menemuinya." jawab Garra. Garra ingat siapa bi Sumi. Garra tau betul tentang bi Sumi dari cerita Mia.


"Ang, kalau begitu kita bagi tugas. Agar urusan kita kelar hari ini juga." ucap Garra pada Sekretaris Ang yang langsung mendekat.


"Bagaimana Tuan muda?"


"Kau bawa mereka ke Perumahan Indah permai milik Perusahaan Mahendra. Kau pasti tau apa yang harus kau lakukan pada keluarga Nyonya muda mu. Dan aku akan membawa Mia sendiri untuk menemui bi Sumi." ucap Garra.


"Tapi Tuan? Anda akan membawa mobil sendiri maksudnya?"


"Tidak Ang, kau bisa menelpon Sopir untuk menjemput kami kemari."


"Oh, baiklah kalau begitu."


***


Semua berjalan sesuai rencana. Setelah tak lama menunggu di depan rumah yang menjadi parkiran mobil Ang, sebuah mobil mewah pun datang. Seorang sopir terburu keluar dan membukakan pintu untuk Garra dan Mia.


Sementara Ang membawa keluarga Gani Kuncoro ke Perumahan yang di sebut Garra tadi.


Garra sendiri bersama Mia pergi ke rumah bekas milik Keluarga Kuncoro dengan Di antar sang sopirnya.


Yuri masih sama seperti tadi saat berangkat kemari. Masih duduk di samping sang jomblo abadi si Ang.


Gani Kuncoro, Tiara dan Jihan ada di jok belakang. Bertiga, dengan jantung terus berdebar dan hati penuh Penyesalan.


Sepanjang perjalanan kali ini , baik Yuri maupun Sekretaris Ang sama sama menjaga sikap. Tidak ada perdebatan atau injak injakan kaki lagi. Kali ini tatapan mereka serius memandang lurus ke depan saja. Hingga beberapa lama kemudian mereka sudah tiba ke tempat yang dituju sekertaris Ang.


Sekretaris Ang menghentikan mobil nya disebuah halaman yang cukup luas.


Mereka segera turun. Langsung membulat kan mata menatap sebuah Rumah didepan Mereka. Besar dan mewah. Tak kalah dengan Rumah mereka dahulu.


"Silahkan Tuan Kuncoro. Taun muda Garra sudah memilih kan rumah ini untuk kalian. Lengkap dengan fasilitas nya. Dan anda tidak perlu khawatir. Kedepannya nanti, Tuan muda Garra juga akan memulihkan Perusahaan Anda Tuan." ucap Sekretaris Ang, membuat Tiara dan Gani sama sama terharu, terisak kembali atas kebaikan Tuan Muda Garra selaku Menantu mereka.

__ADS_1


Tak ada kata yang mampu terucap oleh keduanya, kecuali " Amin Ya Allah! Amin."


_______________________


__ADS_2