
Sekretaris Ang sibuk mengurus persiapan Pesta yang di inginkan Garra. Dia tidak sendiri, melainkan melibatkan banyak pihak.
Pesta yang akan di selenggarakan di Sebuah Hotel berbintang yaitu Hotel Royal Kuningan.
Dengan persiapan persiapan khusus dengan memperketat penjagaan yang juga melibatkan satuan militer guna keamanan pesta berlangsung.
Karena Pesta ini bukan hanya untuk Pesta pengumuman nama dan jenis kelamin Calon Penerus Mahendra Group, namun juga Pesta Resepsi Pernikahan Garra dan Mia yang belum pernah mereka adakan sekaligus Pesta Perayaan atau Syukuran atas kesembuhan Nyonya besar Mahendra yang sembuh dari sakit Kanker yang di deritanya!
Gambaran untuk Hotel Royal Kuningan dari luar.
Hari dan Tanggal segera ditentukan. Undangan pun sudah tersebar luas. Kerabat dekat hingga jauh dari keluarga Mahendra maupun Kuncoro sudah di undang secara langsung. Kerabat Mahendra oleh Kakek Abian dan Nenek Sulis meskipun hanya bisa lewat via Telepon. Sementara kerabat Kuncoro langsung didatangi oleh Gani Kuncoro dan Tiara sendiri.
Gambaran untuk suasana hotel dari dalam.
Sehari sebelum pesta diadakan, keluarga Mahendra sudah berada disana demi menata tubuh jiwa dan pikiran mereka agar tenang saat menyambut hari H.
Di sebuah kamar hotel, menjelang pagi.
"Bang Garra. Kenapa harus berlebihan?" protes Mia pada Garra.
"Apanya?"
"Pesta ini!"
"Mia!" mendekat, merangkul dari belakang.
"Kau tidak pernah bisa merasakan bagaimana senangnya hatiku. Bahagianya hidup ku saat ini. Puji syukur ku!" ucap Garra.
"Bayangkan Mia, begitu banyak nikmat yang di berikan Tuhan padaku. Keajaiban keajaiban yang aku terima. Semua ini belum impas rasanya." sambung Garra.
"Saat bagaimana aku menikahi mu dulu dengan cara yang begitu sederhana tanpa kesan. Aku sudah bercita cita untuk Pesta ini setelah aku sembuh dari sakit ku dulu. Lalu bagaimana rasa bahagia ku ketika kau melahirkan Putra untuk ku? Dan kesembuhan mu dari penyakit yang selama ini membuat ku tercekam ketakutan setiap waktu ku?"
"Mia.. Pesta ini untukmu, untuk Rayyan dan untuk kita. Tidak ada yang berlebihan. Karena bukan sekedar Pesta untuk satu acara saja ,melainkan banyak hal. Akan ada jumpa pers untuk yang kedua dan kali ini aku sendiri yang akan menjawab semua pertanyaan publik."
Mia melepaskan pelukannya, memutar tubuhnya. Menatap dalam Garra nya.
"Terimakasih bang Garra. Mia tidak menyangka jika pernikahan yang dulu ku takutkan dan ku khawatir kan berakhir indah sekali seperti ini. Terimakasih sudah mencintai Mia yang kelewat bodoh ini. Mau menerima Mia dengan banyaknya kekurangan ini."
"Hus..!" Garra menutup mulut Mia dengan bibirnya. Menggigit lembut kemudian menatap istrinya dengan hangat. Memegang kedua pipi Mia.
"Dengar Mia. Kau jangan pernah mengatakan jika kau bodoh dan penuh kekurangan. Aku pernah berada diposisi itu juga kan? Akhirnya kita saling melengkapi, saling menguatkan. Lihatlah Mia, bagaimana hebatnya kita sekarang ini. Kita menjadi pasangan yang hebat. Suami istri yang saling menerima dan mencintai. Bukan kah aku pernah berjanji padamu untuk pesta ini? Aku juga pernah berjanji untuk memberimu kasih sayang? Memberi cinta dan hidup ku hanya untuk mu?" Garra meraih tubuh Mia ke pelukannya.
"Bahagia lah bersamaku Mia. Bahagia kan hidup mu. Berbahagialah. Mari bahagia bersama. Bersama sampai kita menua."
Mia tersenyum, namun air mata nya terurai di dada Garra. Bahagia? Ya, bahagia yang sudah tidak bisa terukir lagi. Bahagia yang tidak sanggup diucapkan lagi dengan kata kata.
Mia semakin sesenggukan, bahkan Garra pun ikut meneteskan air matanya.
Epilog.
Kembali pada suasana menjelang pesta.
Para pelayan Keluarga Mahendra pun diharuskan hadir dengan berkala. Sebagian pergi pagi, dan sebagian pergi malam bergantian agar Rumah Utama tetap ada penghuninya. Bu Asri sebagai kepala pelayan yang mengatur siapa dulu yang akan menghadiri Pesta setelah itu baru Bu Asri menyusul Nyonya besarnya ke Hotel Royal. Sementara Bu Sumi tentu saja Dua puluh empat jam standby mendampingi Mia tanpa boleh jauh jauh.
Gemerlap penuh mewah di malam hari itu. Pesta di adakan dari pagi pukul 9 pagi hingga malam hari.
__ADS_1
Tamu undangan dari mana mana memenuhi kursi. Deretan kursi depan khusus ditempati oleh para Reporter dan Wartawan serta Jurnalis.
Siaran live pun diadakan, namun tetap tidak boleh adanya tanya jawab, karena hanya ada satu pihak stasiun televisi yang ditunjuk khusus untuk melontarkan pertanyaan dan kali ini , disini Garra sendiri yang langsung akan menjawab semua pertanyaan Reporter khusus yang sudah di tunjuk itu.
Tepat satu jam sebelum Pesta di mulai.
Para Reporter sudah jedag jedug menanti kehadiran Sang Presiden Direktur Garra Mahendra beserta sang istri Nyonya Mia Mahendra. Sekretaris Utama Ang dan Sang Istri Yuri Sebantian pun tak luput dari sorotan publik yang terjadi secara Live itu. Dua pasangan hebat yang membuat penasaran Dunia karena sang istri belum pernah sekalipun nampak di publik itu menjadi hal paling membuat penasaran Dunia.
Belum lagi mengenai Jenis kelamin Sang Calon Penerus, dan tentang sakit Nyonya Mahendra yang kabarnya menjadi salah satu alasan Tuan Garra Mahendra mengundur Pesta Perayaan Kelahiran bayinya hingga beberapa bulan.
Kemudian Resepsi Pernikahan sang Pemilik Mahendra Group yang belum pernah di adakan, mungkin alasan untuk yang satu ini sudah banyak di dengar dan diketahui oleh Publik dengan alasan jika pernikahan mereka terjadi dulu ketika Tuan Garra Mahendra masih dalam keadaan sakit dan tentang perjodohan mereka pun pernah gencar mengisi isu berita.
Disini tentu saja nama Keluarga Kuncoro yang menjadi tersanjung dan berbau harum semerbak. Menjadi buah bibir sejak setahun yang lalu ketika banyak terdengar kabar yang belum jelas. Bagaimana tidak!
Dua Pria paling berpengaruh di kota ini ternyata menjadi menantu keluarga Kuncoro sekaligus.
Detik detik penantian mereka berakhir. Ketika seorang Presenter pemandu acara yang terdiri dari empat orang, dua Presenter pria dan dua lagi Presenter Wanita itu mulai membuka acara. Mempersilahkan para tamu undangan untuk mengambil posisi masing masing, menikmati hidangan serba ada yang tersedia dan mempersilahkan para Reporter untuk tenang merekam semuanya dengan baik dan tertib.
Sesaat, ketenangan tercipta lalu Presenter Wanita mulai memberitahukan jika Presdir Garra Mahendra berserta Nyonya Mahendra akan memasuki ruangan.
Semua mata menoleh. Terlihat Garra melangkah dengan mengandeng Mia dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya digunakan untuk menggendong sang Tuan Muda Rayyan.
Dibelakang di susul Sang Sekretaris utama Anggara bersama Yuri dengan tangan saling terpaut erat.
Kedua pasangan hebat itu memakai baju pesta elegan yang mampu memukau semua mata yang melihatnya. Kesan tampan cantik dan hebat. Sungguh keren Dimata mereka.
Lalu nampak Kakek Abian dan Nenek Sulis, serta Gani Kuncoro dan Juga Tiara. Jihan ada di sebelah orang tuanya.
Lalu Bi Sumi? Bi Sumi tentu ada di deretan depan di sebelah Mia.
Rombongan itu melangkah dan berdiri di depan para tamu undangan sebentar untuk memberi penghormatan. Setelah itu mereka duduk di kursi masing masing yang sudah disediakan khusus untuk mereka.
Setelah beberapa saat, Sekretaris Ang terlihat berbisik pada salah seorang Presenter yang mendekat padanya.
Acara acara sambutan dan acara inti yang paling ditunggu mereka.
Presenter mulai menyebutkan nama salah satu Reporter Stasiun Televisi ternama. Dan mempersilahkan untuk mengajukan pertanyaan pertanyaan yang akan dijawab oleh Tuan Garra Mahendra sendiri secara langsung.
Sang Reporter yang disebut namanya langsung mengambil posisi ternyaman nya didepan Garra agak kesamping sedikit.
Dengan jantung nya yang diakuinya sangat berdegup ketika harus secara langsung bertatap mata dengan Sang Presdir Mahendra Group.
Seluruh kamera Live yang dari tadi sudah merekam suanasa pesta tanpa jeda, saat ini terlihat fokus pada satu arah.
Jepretan dari para wartawan, reporter lainnya dan para jurnalis pun sudah terjadi sejak tadi.
Sekretaris Ang dan Yuri menjadi sasaran kedua. Dan Keluarga Kuncoro tak luput dari kamera mereka juga.
Terdengar Sang Reporter menghela nafas gugup, lalu menguatkan diri dan mulai bertanya.
"Taun Muda Garra yang terhormat. Pertama tama kami atas nama publik ingin bertanya tentang jenis kelamin Bayi anda. Apakah Tuan Muda atau kah Tuan Putri?"
Garra terdengar tergelak sebentar. Menoleh pada Mia, mengusap kepala istrinya, lalu mengangkat putranya yang masih tertidur di pelukannya. Mencium beberapa kali pipi bayinya ,kemudian menoleh pada Sang Reporter.
"Jangan lagi memanggilku Tuan muda. Karena sudah ada Tuan Muda Rayyan Miga Mahendra disini Sang Calon Penerus Mahendra Group."
Ucapan Garra itu sudah cukup untuk menjawab pertanyaan Sang Reporter, ada juga sebagian orang yang ngelag otaknya dan belum paham, namun segera sadar ketika gemuruh tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan.
"Hidup Tuan Muda Rayyan!"
"Hidup Calon Penerus Mahendra Group!"
"Selamat datang di dunia dan semoga panjang umur dan sukses selalu seperti Ayahnya!"
__ADS_1
"Tuan Muda! Ah, Tuan Garra Mahendra! Benarkah bayi anda Tuan Muda? Benarkah bernama Tuan Muda Rayyan Miga Mahendra?" sang Reporter seperti belum yakin, bertanya kembali. Hanya di jawab senyuman bangga dari Garra.
"Sungguh keren! Selamat atas kelahiran Putranya!" seru sang Reporter.
Mia hanya bisa tersenyum menanggapi gegap gempita itu.
Setelah beberapa saat keriuhan itu, kemudian kembali tercipta ketenangan.
Sang Reporter melanjutkan pertanyaannya.
"Tuan Garra Mahendra! Bolehkan publik mengenal lebih jauh Nyonya Mahendra?"
Garra tersenyum, terlihat bergerak menyerahkan Bayinya pada Bi Sumi yang duduk disamping Mia. Setelah itu Garra mulai menjawab pertanyaan Reporter.
"Tentu saja! Dihari ini , sebelum pesta besar kami ini dimulai aku akan memperkenalkan istri tercintaku pada Dunia." menjeda kalimat, menoleh pada Mia dan berdiri. Tangan Garra meraih tangan Mia dan mengajaknya untuk berdiri.
"Dia istriku. Bernama Mia. Mia Mahendra. Putri pertama dari Tuan Gani Kuncoro." kemudian Garra meraih pinggang Mia , mencium kening dan pipi Mia berkali kali disambut jepretan dari seluruh kamera yang ada.
"Untuk membersihkan isu yang mungkin pernah beredar sebelum ini, tentang kabar pernikahan kami yang terjadi lantaran perjodohan atau ada juga terdengar kabar tentang berita yang mengatakan jika pernikahan kami ini hanya sebatas jual beli. Itu tidak benar." tidak ada yang menyangka jika Garra hari ini akan mengungkap semuanya secara gamblang.
"Saya pernah mengenal Mia ku ini jauh sebelum aku jatuh sakit. Aku bahkan sudah jatuh cinta padanya. Kakek Abian pun sama. Hanya menginginkan wanita ini yang menjadi Cucu menantu nya. Saat itu aku sudah berniat melamarnya pada Tuan Gani Kuncoro. Namun sayang, aku harus sakit dan tidak bisa berbuat apa apa. Lalu ketika Tuan Abraham memilihkan jodoh untukku, sekretaris Ang lah yang mengarahkan Tuan Abraham kepada wanita ini dan Sekretaris Ang berhasil membawanya padaku. Hingga sekarang ini kami bisa bersatu dan hidup saling mencintai."
Kembali tepuk tangan memenuhi ruangan.
"Selamat! Selamat atas cinta kalian. Semoga kekal sampai akhirat!"
Terdengar Garra berbicara pada Mia.
"Mia.. Terimakasih sudah menjadi istriku. Terimakasih sudah merawat ku selama ini.Mendampingi masa masa sulit ku. Dan Terakhir, Terimakasih sudah melahirkan putra untuk ku. Mia. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu, selamanya!"
Suasana hening larut dengan ucapan cinta Garra pada Mia. Semua terbawa perasaan, bahkan sebagian ada yang menangis membayangkan masa masa sulit mereka sebelum ini. Begitu juga Gani Kuncoro dan Tiara tidak luput berurai air mata.
Setelah suanasa kembali tenang, Garra dan Mia sudah kembali duduk. Reporter mulai bertanya kembali.
"Tuan Garra , Tuan Garra Mahendra. Lalu, benarkah jika Nyonya Mahendra sempat sakit?"
"Benar. Hal itu yang membuat kami harus mengundur Pemberian nama untuk Tuan muda sampai istri saya benar benar sembuh dari sakitnya."
"Jika boleh tau, sakit apakah Nyonya Mahendra Tuan Garra?"
"Setelah melahirkan Putra kami secara normal. Tim Dokter menemukan adanya sel kanker di rahim istriku. Dan menyarankan agar istriku melakukan operasi pengangkatan rahim. Namun istriku menolak nya. Lalu.." Garra menoleh pada Bi Sumi. Menunjuk wanita itu dengan hormat.
"Dialah. Bekas pelayan keluarga Kuncoro yang pernah merawat istriku dari kecil. Dialah penyelamatan kami. Dia yang sudah mengobati istriku dengan ramuan herbal nya hingga istriku dinyatakan sembuh seratus persen oleh Dokter. Dia juga yang sudah mengajari Istriku pengobatan dan membuat istriku bisa menyembuhkan ku dari sakit ku dulu. Bi Sumi. Ya.. Bi Sumi. Mulai detik ini , aku Garra Mahendra beserta Istriku Mia Mahendra mengangkatnya sebagai Ibu angkat kami untuk selamanya."
Garra berdiri kembali, kali ini ia melangkah menghampiri Bi Sumi. Tidak ada satupun yang menyangka Garra tiba tiba berlutut dihadapan bi Sumi, meraih kedua tangan Bi Sumi dan menaruh kepalanya di pangkuan Bi Sumi.
"Terimalah kami sebagai anak mu Bu. Tidak ada yang bisa kami berikan padamu kecuali bakti kami sebagai seorang anak yang sudah kau selamatkan kehidupannya."
"Tuan Garra., Tuan Garra , Anda tidak boleh seperti ini." Bi Sumi sama terkejutnya dengan semua orang. Ia terus berusaha mengangkat bahu Garra yang belum juga mau pergi dari pangkuannya itu.
"Baiklah baiklah, saya bersedia menjadi ibu angkat kalian!"
Garra mendongak, mengangkat wajahnya. Lalu berdiri. Meraih bahu bi Sumi dengan tangan satu lalu memeluk nya, dengan satu tangan yang lain meraih pundak Mia. Garra memeluk kedua wanita itu.
Gegap gempita kembali terjadi, siaran live itu langsung memenuhi berita utama seluruh stasiun televisi bahkan sampai ke pelosok desa. Keluarga Bi Sumi yang menonton acara itu pun terharu dan berurai air mata. Seorang Bi Sumi, mantan seorang pelayan Keluarga Kuncoro, kini, hari ini resmi menjadi Ibu angkat Tuan Garra Mahendra!
Berita hangat yang mengupas seluruh rahasia dan kejutan kejutan besar keluarga Mahendra menjadi topik utama dan trending.
Hingga detik dimana ucapan cinta Garra Mahendra pada Mia terulang kembali mengisi acara selanjutnya hingga berjalannya pesta besar yang penuh semerbak itu.
Pesta terbesar yang pernah ada di kota itu berjalan lancar dan sempurna dengan penuh kebahagiaan dan meriah!
______________
__ADS_1