
Yuri terbelalak ketika Nenek Sulis mengatakan itu. Mengatakan jika butuh bantuan nya untuk menyelamatkan rumah tangga Mia dari Pelakor.
Yuri langsung antusias, dan bertanya.
Lalu Nenek Sulis pun menjelaskan secara gamblang tentang Citra dan kekhawatiran Nenek Sulis yang khawatir jika Citra akan mendekati Garra lalu berniat menyingkir kan Mia. Nenek Sulis juga mengatakan jika khawatir untuk mengenalkan Mia pada Citra. Secara kan Mia itu tidak pintar, takut nanti malah di hina oleh Citra. Dan Nenek Sulis meminta bantuan Yuri selaku orang terdekat Mia yang pasti nya akan tau apa yang harus ia lakukan untuk saudaranya.
Yuri manggut-manggut sambil terlihat sedang berpikir keras. Lalu tersenyum lebar.
"Nyonya tenang saja. Serahkan pada saya saja. Saya akan mengatasi ini."
"Benar, kau bisa ku andalkan?"
"Tentu Nyonya. Anda tidak harus khawatir dengan masalah ini. Saya juga tidak mau rumah tangga saudara saya ada gangguan. Saya juga tidak akan mau jika Saudara saya di hina siapapun." jawab Yuri.
"Apa kamu bersedia jika aku menyarankan kau untuk menjadi Mia sementara, lalu memberi pelajaran pada wanita itu? Ku rasa dengan begitu, kau akan leluasa memberi nya pelajaran. " tanya Nenek Sulis di luar dugaan Yuri.
Yuri termangu, lalu menggeleng kan kepalanya membuat Nenek Sulis sempat terkejut dengan penolakan saran dari nya.
"Nyonya, sebaiknya jangan seperti itu. Jika saya menyamar sebagai Nyonya muda, itu malah akan menimbulkan masalah nantinya. Tuan Muda Garra akan marah karena secara tidak langsung kita sudah menyinggung Nyonya muda. Belum lagi ulet bulu itu. Jika suatu saat dia tau yang sebenarnya pasti malah akan semakin punya alasan untuk menghina Nyonya muda."
"Kau benar. Lantas apa yang akan kau lakukan?"
"Nyonya tenang saja. Saya ada rencana yang jitu. Nyonya sebaiknya temui dulu nona Citra dan katakan jika Nyonya muda akan turun sebentar lagi."
Nenek Sulis akhirnya mengangguk. Meskipun masih sedikit ragu dengan rencana Yuri, tapi Nenek Sulis mencoba percaya untuk menyerahkannya pada Yuri.
Nenek Sulis pun kembali menemui Citra dan mengatakan seperti apa yang di sarankan oleh Yuri.
Sementara Yuri, segera menemui Mia di kamarnya.
**
__ADS_1
"Jadi yang namanya Citra itu Mantan calon pacar bang Garra dulu, begitu maksud mu?" tanya Mia pada Yuri setelah Yuri memberi penjelasan.
"Iya Mia."
"Terus, kenapa dia mau berkenalan dengan ku. Untuk apa?"
"Mungkin, dia ingin tau seperti apa istri Tuan Muda Garra. Dia juga tidak percaya jika Tuan muda bahagia dengan pernikahannya. Dan menurut Nenek Sulis, Perempuan itu seperti nya ingin mendekati Suamimu lagi." sahut Yuri.
"Oh,... biar kan saja. Mungkin mereka itu masih saling suka. Lagian kau tau sendiri kan ,aku ini bentuk nya seperti ini. Mungkin jika di bandingkan dia, sudah pasti jelas dia yang menang. Mana bisa aku menandinginya." ucap Mia dengan santainya.
"Mia...!!! Kau ini. Kami ini sedang mengkhawatirkan rumah tangga mu. Kau malah bersantai ria begini. Kau tidak boleh pasrah begitu. Memang kamu mau kalau suamimu di rebut wanita itu. Mia.. kau harus mencegah nya." teriak Yuri, frustrasi.
"Aku bisa apa memang nya Yuri? Jika bang Garra juga masih suka dengan nya bagaimana? Kan aku tidak bisa melarang.." jawab Mia masih santai.
"Kau ini isrtrinya Mia. Kau berhak melarang dan membuat larangan.!" Kini Yuri menatap tajam mata Mia. Memegang kedua bahu Mia.
"Dengar ya? Bang Garra mu itu sangat mencintai mu. Sangat menyayangi mu. Nenek dan Kakek juga. Sedang kan wanita itu selalu mendapatkan penolakan dari semua."
Mendengar itu, Yuri menepuk jidat. Dia baru paham jika Mia tidak khawatir seperti dia dan juga Nenek Sulis. Yuri tidak putus asa untuk memprovokasi Mia agar mau bertindak, setidak nya mencegah agar Citra tidak mendekati suaminya.
Yuri kembali mengguncang bahu Mia.
"Mia.. Kamu tau tidak, jika dunia ini sudah tua. Setan lebih banyak dari pada Manusia nya. Setan juga lebih kuat daripada iman seorang manusia. Aku kok takut ya, jika Bang Garra mu itu tergoda. Lalu meninggalkan mu demi perempuan itu. Kita memang mau tinggal di mana lagi kalau kamu di buang suamimu? Ayah dan ibu juga sudah di usir dari rumah."
Mendengar ucapan Yuri, Mia menoleh. Menatap Yuri, memikirkan ucapan Yuri yang menurut nya ada benarnya juga.
'Tidak bisa. Aku sudah betah di sini. Yuri juga seperti nya begitu. Kalau harus keluar dari rumah ini, kasian juga Yuri.'
"Mia.. kau harus melakukan sesuatu agar perempuan itu tidak berani menggoda suamimu. Kau juga harus membuktikan padanya jika kau ini wanita yang pantas untuk Tuan muda Garra. Kau juga harus membuktikan pada suamimu, jika kau mencintai nya dan tidak ingin di duakan dengan wanita lain. Dan kamu harus bisa menjaga rumah tangga mu dari gangguan pelakor. Itu baru sikap istri yang baik dan benar." Ucap Yuri , panjang lebar.
Yuri terus saja menyirami Mia dengan kata kata yang mampu membuat hati Mia memanas. Yuri tidak berhenti membakar ke cemburuan Mia dengan menggambar kan jika suaminya selingkuh dan menduakan nya.
__ADS_1
Lalu menggambarkan sebuah bayangan Garra sedang bermesraan dengan wanita lain. Wanita lain sedang bermanja manja dengan Garra. Pangku pangkuan , suapan suapan, lalu mandi dan tidur bersama.
Juga sedikit menyindir Mia jika selama ini mungkin saja Mia melupakan atau tidak mengetahui apa saja tugas seorang istri. Seperti misalnya urusan ranjang atau bagaiamana caranya menjaga suami dan memanjakan suami.
Yuri terus berbicara sambil merias wajah Mia. Mendandani Mia secantik mungkin.
Tak lupa mengatakan jika Citra bukan lah wanita yang baik. Kakek dan Nenek juga tidak menyukainya. Dan Citra tidak benar-benar mencintai Suaminya. Menceritakan semua yang pernah diceritakan Nenek Sulis padanya tentang Citra yang meninggalkan Suaminya dulu ketika sedang masa sulitnya.
Mia menunduk, terlihat berpikir. Lagi lagi Mia Membenarkan perkataan Yuri. Jika wanita itu berhasil mengambil Garra dari nya, bukan hanya dia dan Yuri yang akan menderita. Tapi Nenek dan Kakek, juga Garra akan kembali menderita seperti dulu. Citra bukan orang baik. Bisa jadi dia akan seperti Abraham dan Sintia. Bisa jadi Garra akan diracuni lagi. Kembali lumpuh. Lalu Mati. Pikir Mia.
Lalu terbayang semua yang di gambarkan Yuri. Membayangkan perempuan lain di manja Garra , di cium Garra dan....
"Aaaa..... Tidak bisa ! Ini Tidak bisa di biarkan. Aku harus berjuang untuk bang Garra ku. Bang Garra itu milik ku. Hanya milik ku. Tidak.. Tidak boleh ada yang merebutnya dariku! Aku yang susah payah merawatnya dulu, memandikan nya, menyuapinya sampai dia sehat seperti sekarang... Enak saja wanita itu datang sesuka hatinya setelah meninggal kan Bang Garra saat susah." Teriak Mia, membuat Yuri terkejut.
"Mia..! Kau mengejutkan ku saja."
"Maaf Yuri. Tapi entah kenapa aku jadi kesal dengan wanita yang bernama Citra itu."
"Jadi bagaimana? Kau akan menemuinya?"
"Iya. Kita harus menemuinya." jawab Mantap.
Lalu menoleh pada cermin. "Bagaimana penampilan ku Yuri, apa ini sudah sempurna?"
"Tentu saja Mia. Kau terlihat sangat cantik dan anggun. Wanita itu pasti akan langsung minder melihat mu."
"Bagus lah. Kalau begitu ayo kita turun."
"Let's Go Mia." jawab Yuri , menggandeng tangan Mia dengan semangat.
"Tunjuk kan karisma mu sebagai Nyonya Muda Mahendra Mia! Tunjukkan pada Suami mu , perjuangan seorang istri untuk rumah tangga nya. Tunjuk kan pada dunia, jika kau adalah istri yang anti pelakor. Tumbang kan pelakor Mia. Hempas kan Pelakor..!! " teriak Yuri, sepanjang melangkah keluar kamar.
__ADS_1
_________________