Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
101. Lidia berbohong.


__ADS_3

Setelah jumpa pers diadakan secara langsung, seluruh media sosial pun geger membicarakan tentang Lidia Antonius.


William sangat terpukul mendengar kenyataan ini, ternyata putri kesayangannya mempunyai musuh didalam agensinya.


Ini berita ketiga yang membuat reputasi keluarga Antonius sangat jelek dimata masyarakat, dan membuat saham perusahaan mereka menurun.


Hotel mereka sepi oleh pelanggan.


William sangat malu dengan apa yang telah dilakukan oleh putrinya tersebut.


Prang!!


William melempar gelasnya ke lantai.


"Memalukan! sungguh tidak tahu malu!!"


Plakk!!


Satu pukulan mendarat di kepala Lidia.


"Papa ampun! bukan seperti itu, dia berbohong, aku dan Erick saling menyukai, aku tidak ada merebutnya dari siapapun!!" sahut Lidia ketakutan.


"Iya suamiku, kita jangan percaya dengan omongan orang lain, belum tentu semuanya benar, bisa jadi dia berbohong untuk menjatuhkan Lidia, dunia modeling kan banyak saingannya!" kata Lisa melindungi Lidia dari amukan William.


"Tidak mungkin dia berbohong! kalau Lidia tidak menyinggungnya, buat apa merekam video tersebut!!" teriak William marah.

__ADS_1


"Bisa jadi dia cemburu pada Lidia, karena Lidia lebih berbakat dari dia, jadi dia berusaha untuk menjatuhkan putri kita!" kata Lisa.


"Iya Papa!" kata Lidia mengangguk.


William terdiam mendengar penjelasan istrinya tersebut, dia mencoba mencernanya.


Benar juga! bisa jadi ini karena cemburu, pikir William merenung, biasanya kalau seseorang merasa cemburu terkadang bisa melakukan sesuatu sampai diluar batas.


"Kalau memang seperti itu, nanti sore lakukan jumpa pers untuk membantah tuduhannya padamu, kamu harus klarifikasi bahwa apa yang dikatakannya itu bohong, dan kamu tunjukkan buktinya bahwa dia memfitnah mu!!" kata William dengan tajam.


"Eh...!!" tiba-tiba Lidia terdiam mendengar perkataan Ayahnya tersebut.


Dia tidak punya bukti, kalau dia mencoba mengklarifikasi masalah tentang perebut kekasih orang, dia pasti akan semakin terpojok.


Dia tahu Erick memang dulunya adalah kekasih Siska temannya tersebut, dan Siska mempunyai bukti yang kuat akan hubungannya dengan Erick.


"I..itu, sepertinya kita tidak perlu meladeni dia Pa, nanti permasalahannya akan semakin panjang!" kata Lidia gugup.


"Ini menyangkut masalah reputasi keluarga kita, keluarga Antonius akan di cap jelek dimata masyarakat, dan berpengaruh dengan perusahaan Papa, lakukan saja untuk klarifikasi!"


Keringat dingin mengucur di punggung Lidia, dia tidak bisa melakukan klarifikasi.


Ini akan semakin mempermalukan dirinya nanti.


"Andreas! kamu atur jumpa pers nanti sore untuk adikmu!" perintah William kepada Andreas.

__ADS_1


"Eh, tunggu Papa aku rasa...!"


"Ada apa lagi, jangan tunggu lama lagi, saham kita semakin menurun, apa kamu mau perusahaan Papa bangkrut?!" bentak William.


Lidia tersentak mendengar bentakan Ayahnya tersebut.


"Sabar suamiku, ingat kesehatanmu!" Lisa mencoba menenangkan suaminya tersebut sembari mengelus lengannya agar tenang.


"Sepertinya dia menyimpan sesuatu, aku curiga dia berbohong, dan jangan-jangan apa yang dikatakan temannya itu benar, Lidia adalah pelakor!" kata William dengan tatapan tajam memandang Lidia yang terlihat begitu gugup.


"Pa..coba lihat ini!" teriak Andreas memberikan ponselnya pada William.


Di media sosial Andreas beredar foto-foto teman Lidia dengan pria yang bernama Erick tersebut, dari tanggal foto yang beredar terlihat kalau itu diambil jauh sebelum Lidia berpacaran dengan Erick.


Dan komentar-komentar dibawah foto menunjukkan bahwa Siska dan Erick sebelumnya sebenarnya sudah bertunangan.


Wajah William menggelap membaca berita tersebut, ini sungguh memalukan.


Dengan cepat dia berjalan menghampiri Lidia.


Plakk!


William menampar putrinya tersebut dengan kuat, ternyata Lidia berbohong padanya.


Dia dipermainkan oleh putrinya sendiri, sungguh keterlaluan!

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2