Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
137. Ungkapan rasa cinta.


__ADS_3

Viona memutar tangannya disekitar perut Bernard, dan mengelus tulang rusuk suaminya dengan menelusurinya dengan jari jemarinya.


"Suamiku, apa ini? seperti bekas luka!" kata Viona meraba daerah pinggul Bernard.


"Aku pernah terluka, sewaktu di pulau, ada mata-mata yang masuk, aku kurang waspada, dia membawa senjata tajam dan berhasil mengoyak bagian pinggulku!" kata Bernard.


"Pasti sangat sakit" kata Viona sedih.


Viona menegakkan tubuhnya untuk melihat luka tersebut.


Viona menurunkan handuk Bernard untuk melihat luka tersebut, memang benar luka bekas benda tajam.


Terlihat agak memanjang hampir mengenai bokongnya. Pantas saja selama ini tidak terlihat karena tertutup dengan celana.


Viona mengelus luka tersebut dengan lembut, dia bisa membayangkan bagaimana kesakitannya suaminya saat mendapat luka tersebut.


Bernard mengelus tangan Viona, dia merasa bahagia istrinya tersebut mengkhawatirkan dirinya.


"Itu sudah lama sayang, saat aku berusia dua puluh depan tahun, sekarang tidak sakit lagi" kata Bernard lembut.


"Iya, tapi aku seperti merasakan rasa sakitnya suamiku" kata Viona sedih.


Viona memandang wajah suaminya dengan sendu, tangannya masih mengelus luka tersebut.


Bernard juga menatapnya sambil tersenyum, di tatapnya mata istrinya yang terlihat iba menatapnya.


Bernard menegakkan tubuhnya untuk duduk tegak, lalu dielusnya pipi istrinya dengan lembut.


"Istriku, jangan sedih, kejadiannya sudah lama, sakitnya sudah tidak ada lagi, itu hanya bekas saja!"


Viona naik keatas pangkuan Bernard.


Lalu mengalungkan tangannya ke leher Bernard, dan kemudian memeluk Bernard dengan erat.


Bernard membalas pelukan Viona, melingkarkan tangannya di pinggang istrinya itu.

__ADS_1


Dan membenamkan wajahnya ke balik leher istrinya, lalu semakin erat memeluk tubuh Viona.


Kemudian Viona merenggangkan pelukan mereka, dan menatap mata suaminya dalam-dalam.


Tangan Viona perlahan mengelus rahang suaminya dengan lembut, satu tangannya lagi menyisir rambut poni Bernard kebelakang.


Kening Bernard jadi terlihat jelas, tapi malah justru membuat dia semakin tampan.


Bernard masih tetap diam, dia menikmati setiap belaian istrinya.


Viona menelusuri wajah Bernard dengan jari jemarinya, lalu mengelus bibir suaminya dengan ujung jari telunjuknya.


Bernard nanar menatap mata istrinya, menikmati setiap sentuhan istrinya.


Perlahan Viona mengangkat bokongnya sedikit dari paha Bernard, menangkup rahang Bernard dengan kedua telapak tangannya.


Perlahan Viona mengecup bibir Bernard, lalu kemudian menarik wajahnya untuk menatap mata suaminya.


Bibir Bernard terlihat tersenyum menatap istrinya, dia sangat suka merasakan cara istrinya mengungkapkan rasa sayang dan cintanya kepadanya.


Bibir Viona menyunggingkan senyum manis.


Dia kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Bernard, lalu kembali mengecup bibir suaminya tersebut.


Viona memejamkan matanya, menikmati kecupannya dibibir suaminya.


Perlahan dia mengulum bibir Bernard, mengeluarkan lidahnya menjilat bibir suaminya.


Bernard menggeram senang dengan perlakuan Viona, dia pun membuka mulutnya.


Membalas ciuman istrinya dengan penuh damba, merasakan lidah istrinya masuk ke sela-sela bibirnya.


Mereka saling mengulum dengan perlahan, tidak dengan terburu-buru.


Perlahan Bernard melepaskan bath robe Viona dan membuangnya ke sembarang arah ke lantai kamar.

__ADS_1


"Istriku" bisik Bernard begitu senang merasakan kulit tubuh indah istrinya di telapak tangannya.


Bernard perlahan membaringkan Viona keatas tempat tidur, meraba tubuh istrinya perlahan, meremas bagian dadanya dengan lembut.


Suara mendesah lolos dari bibir Viona, dia menikmati belaian tangan suaminya.


Bernard merasakan ereksi, dia menyukai suara manja Viona yang mulai terdengar.


Bernard mengelus paha istrinya perlahan, dan itu membuat Viona semakin merengek manja memanggil nama Bernard.


"Suamiku, Bernard" gumam Viona serak dengan suara mendesah manja.


"Iya sayang" bisik Bernard parau.


Deburan ombak pantai terdengar sangat menenangkan diluar kamar mereka.


Menambah suasana semakin romantis.


Tangan Bernard meraba daerah sensitif istrinya, dan jari jemarinya bermain di sana.


Membuat tubuh Viona bergetar mendamba, suara rengekan manjanya semakin beruntun terdengar.


Dan itu membuat ereksi Bernard semakin mengeras dan ingin merasakan kehangatan tubuh istrinya.


Bernard mengecup leher Viona dan menjalar turun kebawah, mengecup dada istrinya yang indah dan memberi tanda di sana.


Viona merasakan tubuhnya semakin lemas dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, suara mendesah manjanya begitu merdu terdengar.


Bernard sudah tidak tahan lagi, dia membuka kaki istrinya dan bersiap memasukinya.


Suara manja yang begitu merdu didengar telinga Bernard, terdengar panjang keluar dari bibir istrinya saat dia memasuki tubuh istrinya.


Bernard rasanya mau gila, istrinya selalu sangat menggairahkan.


Rasanya selalu sama seperti pertama kali dia memasuki tubuh istrinya, ini sangat indah.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2