
Lidia agak ragu untuk naik ke punggung Jos, dia diam berdiri memandang punggung Jos yang bidang.
"Ayo Nona, mari saya bawa anda ke kamar, kaki anda perlu diobati, nanti akan semakin parah!" kata Jos menoleh menatap Lidia yang terlihat ragu memandangnya.
"Baiklah!" akhirnya Lidia pun mau juga di gendong oleh Jos.
Perlahan Lidia naik ke punggung Jos.
"Maaf Nona, saya harus memegang anda!" kata Jos sopan, dia masih canggung dan gugup.
Ini pertama kalinya dia akan melayani seorang wanita secara pribadi tanpa ikatan pekerjaan, dia masih terlihat kaku.
"Iya tidak apa-apa!" jawab Lidia.
Lidia memegang kedua bahu Jos dari belakang, dan perlahan Jos pun bangkit menggendong Lidia.
Jos memegang kedua siku lutut Lidia dengan tangannya yang besar, kaki Lidia terasa kecil dalam genggaman telapak tangan Jos.
"Ah..!" Lidia tersentak, tubuhnya oleng sedikit, saat Jos menggendongnya berdiri tegak.
Spontan Lidia mengalungkan kedua tangannya ke leher Jos, dan membuat dirinya jadi menempel dipunggung Jos.
Ini terasa nyaman, ternyata keraguan Lidia tadi hanya pikirannya yang tidak yakin bisa di gendong Jos.
Punggung lebar Jos membuat Lidia tidak takut akan terjatuh, dia merasa tenaga Jos sangat kuat.
Dari cara Jos melangkah, sepertinya tubuhnya tidak terasa berat bagi Jos.
__ADS_1
Sementara Jos semakin gugup, karena spontan dengan tiba-tiba tangan Lidia melingkar di lehernya.
Jos belum pernah sedekat ini dengan wanita, apa lagi memeluknya.
"Apakah aku begitu berat?" tanya Lidia dekat telinga Jos.
Wajah Jos memerah seketika merasakan suara Lidia begitu dekat sekali di telinganya, dan hembusan nafas Lidia juga terasa menerpa cuping telinganya.
"Ti...tidak Nona, anda sangat ringan" kata Jos gugup.
Karena Lidia yang begitu menempel dipunggung nya, Jos bisa mencium aroma tubuh Lidia yang wangi.
Dan ini membuat Jos semakin merona dan gugup, dia berjalan dengan hati-hati agar Lidia aman dipunggung nya.
Sementara Anna dan Leo berjalan didepan mereka, berjalan beriringan tanpa ada yang mengobrol, mereka hanya menelusuri jalan berpasir dalam diam menuju kamar Resort.
Lidia meletakkan wajahnya diatas bahu Jos, dia tersenyum merasa nyaman di gendong Jos.
Akhirnya mereka sampai dikamar Lidia dan Anna, kamar Bed double.
Leo yang terlebih dahulu sampai didepan kamar Lidia dan Anna.
Leo menghentikan langkahnya.
Tapi tiba-tiba...
Dukk!
__ADS_1
Anna menabrak punggung Leo.
"Aduh!" Anna terkejut karena menabrak tubuh kekar Leo.
Dan ujung hidung Anna terasa sangat sakit sekali, tubuh Leo terasa keras.
"Anda tidak apa-apa Nona?" tanya Leo berbalik melihat Anna yang memegang hidungnya.
"Tidak apa-apa, aku yang salah tidak memperhatikan jalan, tidak tahunya ternyata sudah sampai!" kata Anna terkekeh merasa lucu.
"Apa perlu diobati?" tanya Leo khawatir, dia merasakan bagaimana tadi Anna menabraknya begitu kencang.
"Tidak usah!" kata Anna melambaikan tangannya dengan cepat ke kiri dan ke kanan.
"Baiklah!" jawab Leo.
Tapi dia diam-diam melirik hidung Anna yang terlihat memerah.
Leo membuka kamar Lidia dan Anna menggunakan kartu akses, dan pintu kamar itu pun terbuka.
Jos perlahan masuk lebih dulu kedalam kamar yang tengah menggendong Lidia, dan berjalan menuju sofa yang ada dikamar tersebut.
Dengan hati-hati Jos meletakkan Lidia ke atas sofa, kemudian dia melirik kaki Lidia.
Terlihat mulai membengkak, karena kulit Lidia yang putih, jadi terlihat jelas memerah lebam di pergelangan kakinya.
"Saya akan panggil Dokter untuk memeriksa kaki anda!" kata Jos setelah melihat kaki Lidia ternyata cukup parah juga.
__ADS_1
Harus segera diobati agar tidak semakin parah.
Bersambung.....