Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
86. Penyakit Prosopagnosia.


__ADS_3

Viona menangis begitu bahagianya, dia tidak menyangka bahwa suaminya adalah temannya dimasa kecil.


Sebenarnya dia sudah lupa dengan kenangan masa kecilnya, dia tidak tahu kenapa dia bisa lupa.


Dan lukisan diruang galeri Bernard sedikitpun dia tidak ingat, dan dia juga tidak mengenali bahwa dirinya lah yang ada didalam lukisan tersebut.


Yang dia tahu suaminya adalah pria yang disukainya saat diusia tujuhbelas tahun, dan dia tidak dapat mengenali wajah Bernard apakah familiar atau tidak.


Apakah karena penyakitnya membuat dia tidak begitu fokus memperhatikan bahwa dirinya lah didalam lukisan tersebut?


Viona ingat sewaktu dia berumur sepuluh tahun pernah jatuh dari tangga, dan mengalami cedera dikepalanya.


Dan dia mengalami Acquired prosopagnosia, penyakit yang tidak bisa mengenali wajah seseorang.


Tapi setelah pengobatan yang rutin, akhirnya penyakitnya tersebut bisa diobati sedikit demi sedikit.


Mungkin karena itukah makanya dia tidak mengenali lukisan dirinya diruang galeri suaminya?


Itulah sekarang yang dipikirkan Viona, dan kalau tidak diingatkan pasti dia pun tidak akan tahu.


Dia ingat karena penyakitnya, Ibunya jadi stres dan jadi sering sakit-sakitan.


Dan Ibunya selalu menyalahkan dirinya karena penyakit Viona.


Kalau bukan karena dirinya, Viona tidak akan jatuh dari tangga.

__ADS_1


Lantai licin akibat dia mengepel tidak sampai kering, mengakibatkan Viona tergelincir.


Dan, mereka pun menghabiskan sebagian tabungan untuk pengobatan Viona.


Ayahnya pun sampai bangkrut untuk membayar pengobatan Viona.


Ibunya terkena penyakit jantung akibat tekanan darah tingginya yang selalu naik.


Dan, Viona ingat Ayahnya mengatakan bahwa karena pertolongan Kakek Bernard lah, hutang mereka bisa lunas dan Viona bisa disembuhkan.


Tapi, penyakit Ibunya tidak bisa disembuhkan, karena penyakitnya telah kronis.


Memikirkan kenangan masa lalu, Viona merasa hubungannya dengan suaminya saling terikat satu sama lain.


Ikatan yang mereka sendiri tidak menyadari nya.


Viona melepaskan pelukannya, dengan wajah yang basah oleh air matanya, Viona memandang Bernard.


"Kak..apakah benar ini kamu?" tanya Viona masih tidak percaya, dan tanpa sadar memanggil suaminya dengan sebutan 'kakak'.


"Iya istriku.." angguk Bernard sembari tersenyum.


"Maaf, aku tidak ingat kalau tadi kakak tidak menceritakan nya pelan-pelan, aku tidak akan bakalan bisa mengingat kenangan masa kecil kita" kata Viona di antara sisa-sisa tangisnya.


Bernard menghapus air mata Viona, dia juga tidak menyangka teman masa kecilnya yang imut sekarang telah menjadi istrinya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu selama ini kak?" tanya Viona seolah-olah mereka baru bertemu, padahal mereka telah menjadi suami-istri.


Ini mungkin akibat dari kenangan masa kecil mereka yang telah terlewatkan setelah terakhir kali mereka berpisah.


Ruang itu kosong, dan mereka tidak pernah bertemu lagi bertahun-tahun lamanya.


"Keadaan ku terasa sepi tidak ada lagi gadis kecil yang imut yang membuatku bahagia" kata Bernard mengelus pipi Viona lembut.


"Aku masih kecil waktu itu, jadi tidak begitu banyak yang kuingat kak"


Viona tidak ingat lagi bahwa yang didepannya sekarang adalah suaminya.


Sekarang dia mengingat masa kecil mereka, jadi dia tanpa sadar memanggil Bernard 'Kakak' dengan akrabnya.


Viona juga ingin mendengar kenangan masa kecil Bernard setelah mereka berpisah dari rumah duka saat Ibu Bernard meninggal.


"Aku selalu melamun memikirkan gadis kecil itu bagaimana kabarnya, apakah dia cantik setelah besar?" kata Bernard tersenyum memandang istrinya.


"Aku banyak mengalami hal, yang membuat keluarga kami menderita setelah kita tidak pernah bertemu lagi kak" kata Viona sedih.


Bernard mengelus Kepala istrinya tersebut dengan penuh sayang.


"Aku sakit saat usia sepuluh tahun, dan diusia duabelas tahun Mama meninggal" kata Viona lagi dengan lirih.


Bernard membawa Viona kedalam pelukannya, mendekap istrinya dengan sayang.

__ADS_1


Pertemuan dengan teman masa kecilnya yang ternyata sudah lama berlangsung, tanpa mereka sadari.


Bersambung....


__ADS_2